Jumat, 14 Jun 2024 03:44 WIB

Gubernur Khofifah Sediakan Kuota ASN Jawa Timur untuk Penyandang Disabilitas

  • Reporter : Ade Resty
  • | Jumat, 03 Des 2021 15:59 WIB
Gubernur Khofifah Bersama penyandang disabilitas

Gubernur Khofifah Bersama penyandang disabilitas

Surabaya (selalu.id) - Memperingati Hari Disabilitas Internasional, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak penyandang Disabilitas untuk saling memupuk kekuatan. Khofifah berjanji untuk menjaga kesetaraan di Jawa Timur.

Penyandang disabilitas harus mendapat posisi dan perlakuan sama dalam segala hal. Di Jawa Timur, apresiasi yang diperuntukkan penyandang disabilitas berwujud pada berbagai hal. Mulai dari apresiasi dalam bentuk materi, pendidikan, hingga peluang kerja pada lingkungan birokrasi.

Baca Juga: UNAIR Beri Workshop Digital Marketing Kain Ecoprint untuk Murid Disabilitas YPAC Surabaya

Khofifah menyebut banyak penyandang disabilitas yang memiliki potensi luar biasa. Mereka memiliki kesempatan yang sama. Mereka juga bisa berpartisipasi pada berbagai bidang.

"Kami memiliki komitmen dalam menjaga kesetaraan, kebersamaan, serta kesatuan dalam membangun bangsa, khususnya Jawa Timur," katanya.

Pada momentum Hari Disabilitas Internasional ini, mantan Menteri Sosial ini mengajak semua penyandang disabilitas saling memupuk semangat dalam menyongsong masa depan. Peran dan kontribusi sangat dibutuhkan. Semangat itulah yang akan mewarnai eksistensi penyandang disabilitas dalam segala hal.

Baca Juga: Cerita Hikmat, Disabilitas Netra yang Sukses dengan Pijat Shiatsu

Data BPS pada 2019, penyandang disabilitas di Jawa Timur mencapai 4,9 juta. Pemerintah provinsi Jawa Timur terus memberi perhatian kepada mereka. Pada 2020, Dinas Sosial mengalokasikan apresiasi berupa uang tunai Rp 300 ribu yang diberikan setiap 3 bulan sekali bagi penyandang d8sabilitas yang kurang mampu. Jumlah penerima mencapai 3 ribu penyandang disabilitas. Pemerintah provinsi berencana menambah jumlah hingga mencapai angka 4 ribu penyandang disabilitas.

Pada sektor aparatur sipil negara (ASN), pemerintah provinsi menyediakan kuota bagi penyandang disabilitas. Mereka memiliki peluang besar untuk mendapat posisi yang sama. Program tersebut merupakan bukti bahwa tidak ada diskriminasi terhadap penyandang disabilitas di Jawa Timur.

"Kami akan terus menjaga kesetaraan perlakuan dan kesempatan, sehingga semua masyarakat Jawa Timur mendapat perlakuan yang sama," tuturnya

Baca Juga: Kemensos Biayai Perawatan Dua Anak Disabilitas di Bali

Tema hari Disabilitas Internasional kali ini Kepemimpinan dan Partisipasi Penyandang Disabilitas Menuju Tatanan Dunia yang Inklusif, Aksesibel, dan Berkelanjutan Pasca Covid-19. Gubernur Khofifah menambahkan semangat Jawa Timur saat ini adalah Jatim Bangkit. Pemulihan ekonomi harus digenjot dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Pemerintah membutuhkan peran masyarakat Jawa Timur. Termasuk penyandang disabilitas.

"Mari bersama memupuk semangat mewujudkan Jatim Bangkit dalam segala bidang," kata Khofifah. (SL1)

Editor : Redaksi