Sabtu, 05 Sep 2026 11:22 WIB

Jadi Ketum PSI, Pengamat Ingatkan Kaesang untuk Berhati-hati

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 28 Sep 2023 12:36 WIB
Kaesang Pangarep jadi Ketum PSI
Kaesang Pangarep jadi Ketum PSI

selalu.id - Usai Kaesang Pangarep resmi dilantik menjadi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), ada banyak tanggapan baik pro maupun kontra yang mengitari momen tersebut.

Terkait hal itu, Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abdussalam memandang bahwa bergabungnya Kaesang hingga menjadi Ketum PSI kerena Jokowi Effect.

"Jalan pintas (jalan tol) PSI untuk mendapat Jokowi Effect, agar PSI punya peluang dan bisa lolos. PSI sangat butuh energi baru untuk percepatan dan Mas Kaesang dipilih karena beliau itu putra Presiden, menjadi salah satu jaminan," kata Surokim kepada selalu.id, Kamis (28/9/2023).

Menurut Surokim, gabungnya Kaesang dengan PSI tidak mungkin tanpa sepengetahuan sang ayah atau Presiden Jokowi.

"Nah ini bisa menjadi bola liar dan bisa diikuti relawan-relawan pak Jokowi. PSI pasti menyambut baik dan euforia terkait ini," jelasnya.

Surokim juga menganalogikan bergabung dan ditunjukkan Kaesang Pangarep menjadi Ketum PSI sebagai 'akrobat' yang dilakukan di dalam dunia politik.

"Ini seperti akrobat politik, ternyata akrobat itu nyata," tuturnya.

Anggapan soal 'akrobat' politik karena didasari cepatnya proses penentuan sosok ketua umum suatu partai, terlebih Kaesang juga belum lama bergabung dengan PSI.

"Prosesnya cepat, kemudian di dalam organisasi semestinya berlaku proses atau mekanisme pemilihan yang mengakomodasi kepentingan anggota," ujarnya.

"PSI berkepentingan supaya punya jalan pintas mendapatkan Jokowi Effect dan mendapatkan limpahan itu," ucapnya.

Namun langkah dari PSI, menurut Surokim, tak selalu berjalan mulus karena menghadirkan resiko yang mampu berdampak kepada hubungan antara Presiden Joko Widodo dengan keluarga besar PDI Perjuangan, maupun bagi kedua partai.

"Akrobat politik itu bisa jadi tidak musti selalu diharapkan, yang diharapkan belum tentu dapat. Artinya semua masih fiffty-fiffty," kata Surokim.

Apa yang dilakukan PSI, lanjutnya, justru tidak menunjukkan progresivitas sebagaimana selama ini diklaim sebagai ciri khas politik PSI.

“Menurut saya hal ini bukan policy progresif, tetapi hanya aji mumpung saja  Jika tidak hati-hati bisa mendapat respons negatif publik,” kata Surokim.

Lebih lanjut ia menambahkan strategi menetapkan Kaesang sebagai ketua umum partai cukup spekulatif. Mengingat hanya dalam dua hari menjadi anggota sebuah partai, seorang anak presiden langsung menjadi ketua umum.

“PSI terlalu spekulatif dalam hal ini, bisa berbahaya kalau memilih jalan instan seperti ini. Mestinya syndrome instant seperti ini dijauhkan dan dihindari jika ingin mengelola partai progresif seperti selama ini diklaim PSI,” pungkasnya.

Baca Juga: Kaesang Sinyalkan Ketua Dewan Pembina PSI Berinisial 'J'

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.

Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Tokoh masyarakat Surabaya, Saleh Mukadar, menilai penerapan aturan jam operasional secara seragam tanpa melihat jenis komoditas adalah langkah yang keliru.

1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Langkah ini diambil memastikan transaksi tersebut benar-benar dilakukan oleh penerima manfaat atau akibat penyalahgunaan identitas dan rekening oleh pihak lain.

SMARTFREN Unlimited 5G, Pengalaman Digital dan Entertainment yang Semakin Dekat dengan Masyarakat

selalu.id - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) terus memperluas jaringan 5G nasional XLSMART dengan meningkatkan kualitas dan kapasitas jaringan di

Pemkot Surabaya Matangkan RDTR 2026, Bebaskan Lahan Warga yang 'Terjebak' Proyek Mangkrak

Saat ini, Pemkot mematangkan tahap penjaringan masukan akhir dari para pemangku kepentingan.