Selasa, 03 Feb 2026 14:16 WIB

Jadi Ketum PSI, Pengamat Ingatkan Kaesang untuk Berhati-hati

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 28 Sep 2023 12:36 WIB
Kaesang Pangarep jadi Ketum PSI
Kaesang Pangarep jadi Ketum PSI

selalu.id - Usai Kaesang Pangarep resmi dilantik menjadi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), ada banyak tanggapan baik pro maupun kontra yang mengitari momen tersebut.

Terkait hal itu, Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abdussalam memandang bahwa bergabungnya Kaesang hingga menjadi Ketum PSI kerena Jokowi Effect.

"Jalan pintas (jalan tol) PSI untuk mendapat Jokowi Effect, agar PSI punya peluang dan bisa lolos. PSI sangat butuh energi baru untuk percepatan dan Mas Kaesang dipilih karena beliau itu putra Presiden, menjadi salah satu jaminan," kata Surokim kepada selalu.id, Kamis (28/9/2023).

Menurut Surokim, gabungnya Kaesang dengan PSI tidak mungkin tanpa sepengetahuan sang ayah atau Presiden Jokowi.

"Nah ini bisa menjadi bola liar dan bisa diikuti relawan-relawan pak Jokowi. PSI pasti menyambut baik dan euforia terkait ini," jelasnya.

Surokim juga menganalogikan bergabung dan ditunjukkan Kaesang Pangarep menjadi Ketum PSI sebagai 'akrobat' yang dilakukan di dalam dunia politik.

"Ini seperti akrobat politik, ternyata akrobat itu nyata," tuturnya.

Anggapan soal 'akrobat' politik karena didasari cepatnya proses penentuan sosok ketua umum suatu partai, terlebih Kaesang juga belum lama bergabung dengan PSI.

"Prosesnya cepat, kemudian di dalam organisasi semestinya berlaku proses atau mekanisme pemilihan yang mengakomodasi kepentingan anggota," ujarnya.

"PSI berkepentingan supaya punya jalan pintas mendapatkan Jokowi Effect dan mendapatkan limpahan itu," ucapnya.

Namun langkah dari PSI, menurut Surokim, tak selalu berjalan mulus karena menghadirkan resiko yang mampu berdampak kepada hubungan antara Presiden Joko Widodo dengan keluarga besar PDI Perjuangan, maupun bagi kedua partai.

"Akrobat politik itu bisa jadi tidak musti selalu diharapkan, yang diharapkan belum tentu dapat. Artinya semua masih fiffty-fiffty," kata Surokim.

Apa yang dilakukan PSI, lanjutnya, justru tidak menunjukkan progresivitas sebagaimana selama ini diklaim sebagai ciri khas politik PSI.

“Menurut saya hal ini bukan policy progresif, tetapi hanya aji mumpung saja  Jika tidak hati-hati bisa mendapat respons negatif publik,” kata Surokim.

Lebih lanjut ia menambahkan strategi menetapkan Kaesang sebagai ketua umum partai cukup spekulatif. Mengingat hanya dalam dua hari menjadi anggota sebuah partai, seorang anak presiden langsung menjadi ketua umum.

“PSI terlalu spekulatif dalam hal ini, bisa berbahaya kalau memilih jalan instan seperti ini. Mestinya syndrome instant seperti ini dijauhkan dan dihindari jika ingin mengelola partai progresif seperti selama ini diklaim PSI,” pungkasnya.

Baca Juga: Kaesang Merinding Lihat PSI Jatim Usai Uji Kinerja Ketua Wilayah

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pelindo Petikemas Luruskan Kabar Antrean Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak 

Widyaswendra mengatakan bahwa tidak ada keterlambatan pelayanan yang berakibat cukup signifikan dan berpengaruh pada jadwal sandar kapal.

Diduga Ada Penyimpangan Pengadaan Laptop untuk Pesantren, Tiga Unsur Jawa Timur Disorot

Aliansi Gempar menegaskan sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan Inspektorat Jatim, untuk segera ditindaklanjuti.

31 Ribu Kursi Tiket Kereta Lebaran 2026 di Daop 8 Surabaya Telah Terjual

Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah seiring dibukanya masa pemesanan tiket secara bertahap.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.