Minggu, 06 Sep 2026 13:34 WIB

Antisipasi Banjir, Pemkot Surabaya Fokus Pengerjaan Saluran Air di Perkampungan dan Jalan Mayjen Sungkono

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 21 Sep 2023 13:38 WIB
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Lilik Arijanto
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Lilik Arijanto

selalu.id - Pemkot Surabaya tengah melakukan revitalisasi pengerjaan saluran air untuk mengantisipasi genangan atau banjir di musim penghujan yang diprediksi akan tiba di akhir September 2023 mendatang.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Lilik Arijanto mengatakan bahwa pengerjaan proyek saluran itu sudah mencapai 70 persen.

"Musim hujan ini infonya akan tiba di akhir bulan, hujan tapi belum tahu deras atau tidaknya, tapi kita tetap persiapan. Tentunya sarana prasana sudah dari dulu disiapkan. Saluran di dalam pompa dijaga, kontinuitas perawatan juga sudah lakukan," kata Lilik, kepada selalu.id, Kamis (21/9/2023).

Terkait pengerjaan proyek pembangunan saluran-saluran, Lilik menyampaikan pihaknya masih melakukan pengerjaan di ratusan titik lokasi yang saat ini masih berjalan.

"Presentasi pekerjaan 70 persen lebih untuk akhir tahun ndak ada masalah. Termasuk kerjaan saluran, ndak hanya PU tapi terutama dekel yang masih berjalan total 100 titik lokasi," ujarnya.

Kemudian 30 persen lainnya, DSDABM Surabaya akan fokus pengerjaan di perkampungan dan jalan-jalan besar yang ada di Surabaya. Menurutnya, daerah rawan terjadinya banjir justru banyak terjadi di perkampungan.

"Permasalahannya yang banyak genangan terutama di perkampungan. Lalu di jalan besar misal Mayjen Sungkono yang bermasalah aliran tidak bisa dibagi dua," jelasnya.

"Yang utara tanggul pelapisnya ambrol jadi meluber ke warga. Jadi aliran utara ditutup diarahkan selatan jadi mengeringkannya terlambat," lanjutnya.

Untuk mencegah terjadinya lagi genangan air yang cukup besar di Jalan Mayjen Sungkono itu, Lilik menerangkan, jalan besar tersebut sudah diperbaiki.

"Kita sudah lihat posisinya kemungkinan sudah tidak ada masalah. Mayjen semoga masih bisa ditangani. Yang kita rehab banyak saluran dari pendistrian lama di daerah utara, nanti 2024 kita akan bikin pengerjaan disana untuk penambahan kapasitas saluran-saluran," terangnya.

Lebih lanjut Lilik menambahkan, bahwa di Jalan Mayjen Sungkono itu rawan genangan akibat banyaknya utilitas dan sampah yang membuat saluran-saluran air buntu sehingga terjadinya genangan.

"Sampah sudah kita periksa, kalau ada sampah di gorong-gorong dan sungai langsung diambil. Jadi ini ndak kaya dulu lagi. Kalau awal hujan memang sampah jadi permasalahan. Karena pas panas sampah banyak tenggelam jadi gak kelihatan," pungkasnya.

Baca Juga: Ketika Kota DIbangun untuk Beton, Bukan untuk Air

Editor : Ading
Berita Terbaru

Membangun Kemandirian Teknologi Industri Maritim Indonesia melalui Robotika Bawah Air dalam Semangat Asta Cita

Laut Indonesia akhirnya bukan hanya menjadi kekayaan yang kita miliki, tetapi juga menjadi tempat kita membangun masa depan.

Bupati Jember Fawait Berangkatkan Peserta Tajemtra Meski Akui Baru Lepas Infus

Ia mengaku tidak ingin meninggalkan masyarakat yang telah datang dari berbagai wilayah untuk mengikuti Tajemtra.

Kolaborasi Pemkab Jember-KAI, 350 Peserta Tajemtra Berangkat ke Tanggul Naik Kereta Khusus

Penggunaan kereta api untuk mengangkut peserta diharapkan dapat memberikan perjalanan yang aman dan nyaman.

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item