Rabu, 22 Jul 2026 19:54 WIB

Anak Djoko Widodo ikut Karnaval Perjuangan di Surabaya

  • Penulis : Redaksi
  • | Senin, 28 Agu 2023 10:12 WIB
Anak Djoko Widodo ikut karnaval di Surabaya
Anak Djoko Widodo ikut karnaval di Surabaya

selalu.id - Kemeriahan HUT RI ke-78 masih membahana hingga penghujung Agustus 2023, karnaval perjuangan juga masih diselenggarakan di beberapa oleh warga Surabaya

Seperti halnya warga wilayah RW 07, Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, Surabaya, yang melaksanakan kirap dan karnaval perjuangan pada Minggu, (27/8/2023). Ditengah-tengah kirap dan karnaval tersebut warga pun dikejutkan dengan kehadiran anak Djoko Widodo.

Sejumlah warga sontak terkejut dengan tingkah pola anak Djoko Widodo saat mengikuti karnaval. Tidak jarang banyak yang terpingkal-pingkal melihat kelucuannya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD


Sebab dalam karnaval itu Anak Djoko Widodo ternyata adalah anak Djoko Widodo versi bayi tabung. Ia tidur-tiduran di atas gerobak yang disulap menjadi kereta dorong, lengkap dengan boneka dan dot susu untuk bayi.

Selain itu, di kanan-kirinya anak Djoko Widodo terdapat dokter yang siap membantunya. Maklum bayi tabung ini berukuran jumbo.

Ia mengikuti karnaval keliling wilayah RW 07, Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, Surabaya. Mengambil start-finish di Balai RW, seluruh peserta menempuh jarak kurang lebih 2,3 km.

Anak Djoko Widodo yang dimaksud adalah Adam. Dalam hal ini, Djoko Widodo yang dimaksud adalah warga Surabaya. Ia tinggal di Karangmenjangan III, Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng.

Toh namanya menggunakan ejaan lama, Djoko Widodo, yang tak lain karyawan di Universitas Airlangga. Sementara anaknya yang mengikuti karnaval adalah Adam, dan kini menginjak usia 19 tahun.

Anak Djoko Widodo mengejutkan warga Karangmenjangan, Surabaya. Sebab ia menjadi peserta karnaval dalam rangka HUT ke-78 Republik Indonesia pada Minggu (27/8/2023).

Bobotnya yang bongsor dan didapuk menjadi bayi tabung menjadi bahan lelucon warga Surabaya yang menyaksikannya. Apalagi ia tidak mengenakan baju dan hanya memakai celana pendek, dilengkapi dengan popok bayi berukuran jumbo.
Adapun rute yang dipilih dalam karnaval ini melintasi sekitar Pasar Karangmenjangan, Surabaya.

Mengambil start dan finish di Balai RW 07 Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, Surabaya, pada karnaval ini melintasi rute kurang lebih 2,3 km. Adam tidak terlalu risau meski didapuk sebagai bayi tabung dalam karnaval perjuangan. Meskipun ia harus keliling Pasar Karangmenjangan tanpa baju saat mengikuti karnaval.

“Tidak masalah jadi bayi tabung. Partisipasi ini juga untuk memeringati Hari Kemerdekaan RI,” kata Adam selepas karnaval perjuangan.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Editor : Ading
Berita Terbaru

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.

Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Ditetapkan Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Berdasarkan hasil penyidikan, sekitar Rp7 miliar dari total kerugian negara diduga digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka.