Pakar UNAIR Paparkan Bahaya Akibat Buruknya Kualitas Udara
- Penulis : Ade Resty
- | Selasa, 15 Agu 2023 12:20 WIB
selalu.id - Kualitas udara di beberapa kota di Indonesia semakin memburuk, bahkan Jakarta menjadi kota dengan polusi udara terparah di dunia.
Terkait hal itu, pakar Kesehatan Lingkungan dari Universitas Airlangga (UNAIR), Corie Indria Prasasti pun menyayangkan kondisi udara yang semakin memburuk. Padahal, udara bersih adalah komponen vital untuk mendukung keberlangsungan hidup manusia.
Menurut Corie, udara bersih memainkan peranan kunci dalam menjaga kesehatan serta kesejahteraan manusia dan lingkungannya. Udara bersih berkontribusi pada kualitas hidup yang lebih baik. Dengan menghirup udara bersih, manusia akan terhindar dan terlindungi dari berbagai penyakit.
“Udara bersih mengurangi risiko gangguan pernapasan dan penyakit seperti alergi pernapasan, asma, bronkitis, dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Udara bersih juga membantu melindungi kesehatan jantung. Mengingat, polutan udara dapat menyebabkan peradangan dalam tubuh, memperburuk penyakit jantung, dan meningkatkan risiko serangan jantung,” terangnya, Selasa (15/8/2023).
Ketersediaan udara bersih, kata dia, juga penting bagi tumbuh kembang anak. Terlebih lagi, anak-anak dan bayi rentan terhadap efek buruk polusi udara karena sistem pernapasan dan pertumbuhan mereka masih berkembang.
“Terhadap kesehatan manusia, udara buruk mengandung polutan seperti partikel halus (PM 2.5). NO2, Hidrokarbon, CO2 dapat menyebabkan gangguan pernapasan, iritasi mata dan tenggorokan, serta memperburuk alergi pernapasan, asma, dan penyakit jantung,” ujarnya.
Bagi lingkungan, kualitas udara yang buruk dapat berkontribusi pada pemanasan global dan perubahan iklim. Selain itu, udara buruk juga dapat merusak tanaman dan mengganggu kelangsungan hidup hewan.
"Juga memicu proses erosi dan degradasi, menyebabkan penurunan kualitas air dan tanah yang berdampak negatif pada ekosistem perairan," jelasnya
Lebih lanjut Corie menyebut langkah penting yang harus dilakukan adalah melakukan pemantauan kualitas udara di lingkungan sekitar. Jika terpaksa melakukan aktivitas di luar saat kualitas udara buruk, maka menggunakan masker adalah suatu kewajiban.
“Melakukan pengecekan indeks kualitas udara yang tersedia di wilayah terdekat untuk mengetahui seberapa buruk kondisi udara di daerah Anda. Jika harus beraktivitas di luar saat kualitas udara buruk, wajib menggunakan masker yang dirancang khusus untuk melindungi pernapasan dari partikel halus,” jelasnya.
Selain itu, ia juga memberi imbauan untuk tetap menjaga kebersihan udara dalam rumah, menggunakan pembersih udara dalam ruangan, mengonsumsi air yang cukup, mengonsumsi makanan mengandung antioksidan, mengurangi paparan asap rokok, serta menghindari lokasi dengan polusi udara tinggi.
"Semua hal tersebut sebagai upaya mengurangi pajanan polutan yang masuk ke dalam tubuh dan meningkatkan imunitas tubuh agar tidak mudah terserang penyakit," pungkasnya.
Diketahui berdasarkan pemantauan kualitas udara di Indonesia dan rangking kota polusi udara tertinggi melalui website IQAir update Selasa (15/8/2023) yakni Terentang Kalimantan Barat dengan angka 177, Tenggerang Banten angka 163, Serang Banten 160, Mempawah Kalimantan Barat angka 159, Jakarta dan Yogyakarta 157.
Baca Juga: Pakar Psikologi UNAIR Sebut Caleg Gagal Cendrung Khawatir Dapat Bullying
Editor : AdingURL : https://selalu.id/news-4810-pakar-unair-paparkan-bahaya-akibat-buruknya-kualitas-udara
