Senin, 20 Jul 2026 07:44 WIB

DPRD Surabaya Minta PDAM Tanggung Jawab Soal Kerusakan Jalan saat Pemasangan Pipa

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 03 Agu 2023 09:57 WIB
Ketua DPRD Surabaya
Ketua DPRD Surabaya

selalu.id - DPRD Surabaya meminta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surabaya untuk bertanggung jawab penuh atas program pemasangan pipa baru yang menyebabkan aspal di Jalan Pasar Kembang pecah dan membentuk gunung kecil.

Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Baktiono mengatakan bahwa kerusakan jalan yang Pasar Kembang beberapa hari lalu adalah dampak dari pemasangan pipa baru, yang bertipe HDPE DN 600 mm menggantikan yang lama DN 600 mm. Untuk itu, ia mengatakan bahwa meski hanya terjadi sekali, tapi pemasangan pipa bisa memiliki potensi merusak jalan sebab itu Baktiono meminta PDAM bertanggung jawab penuh.

"Sumbernya memang pemasangan pipa. Pipa baru HDPE untuk mengganti pipa lama yang dibangun di era Presiden Soekarno 1954 yang terbuat dari bahan baja atau besi. Pipa itu harus diganti karena korosi, dan mengakibatkan sering bocor," kata Baktiono, kepada Selalu.id, Kamis (3/8/2023).

Makanya, Baktiono menyebut bahwa penggantian pipa yang paling sulit tersebut berada kawasan jembatan flyover daerah Jalan Pandegiling. Disana, pipa besi yang sudah tua sulit sekali ditambal.

"Maka akan disambung sampai disana. Dalam masang pipa itu sistemnya bukan digali dan dipasang. Saat ini pipa itu ditarik sampai ke kedalaman 5 meter dan sampai endapan lumpur lalu kemudian ditarik," jelasnya.

Meski pemasangan pipa ditempat lain aman saja, tetapi menurutnya jalan kawasan Pasar Kembang itu hingga muncul lumpur disebabkan kepadatan tanah yang cukup padat.

"Karena sejak puluhan atau ratusan tahun sampai sekarang banyak dilalui kendaraan-kendaraan dan itu jalanan umum," imbuhnya.

Komisi C pun meminta PDAM harus tanggung jawab penuh untuk mengambalikan jalan seperti semula. Terlebih lagi jika mengalami kerusakan hingga membuat macet menggangu pengguna jalan.

"Maka PDAM harus tanggung jawab penuh untuk mengembalikan seperti semula. Ini merusak jalan dan mengganggu pemakai jalan lain. Itu bisa menimbulkan rusak jalan dan macet," jelasnya.

Lebih lanjut, Komisi C menyarankan PDAM untuk pemasangan pipa-pipa baru itu harus diperhitungkan volume yang akan dipasang, kemudian mengurangi volume yang akan dialirin pipa.

"Misalnya, kalau lumpur sambil ditarik dan volumenya  disedot. Sehingga bisa menambah kecepatan penarikan sampai ke tujuan dan untuk mengurangi kepadatan di tanah itu. Sehingga tidak muncul lagi yang terjadi pasar kembang,"tuturnya.

Ia pun menampik bahwa yang kejadian di Pasar Kembanh itu bukan dari human error. Sebab, pergantian pipa di tempat lain aman saja.

"Pipa baru ini masih bersih dan mempunyai ketahanan lama. Lenturan bagus bahannya sejenis plastik yang kua tahan lama. Menurut direktur PDAM ketahanan minimal 50 tahun," terangnya.

"Saya minta harus melebih seperti yang dibangun presiden Soekarno. Karena sampai sekarang tahan 71 tahun. Tapi terjadi korosi-korosi sehingga terjadi banyak kebocoran tadi," pungkasnya.

Baca Juga: Menanti Pembenahan Akses dan Lahan Parkir di Wisata Hutan Kota Pakal Surabaya

Editor : Ading
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.