Sabtu, 24 Okt 2026 01:46 WIB

Co-firing PLTU Tanjung Awar-awar, Kerja Ecofriendly dan Minim Emisi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 11 Jul 2023 16:43 WIB
PLTU Tanjung Awar-awar
PLTU Tanjung Awar-awar

selalu.id - Sebagai perusahaan listrik yang sebagian besar memanfaatkan sumber daya alam, PLN Nusantara Power bekerja sama dengan PLN Energi Primer Indonesia (EPI) menujukkan komitmennya dalam mengupayaan skema operasional yang ecofriendly.

Salah satunya adalah dengan pengurangan emisi di Indonesia melalui pengiriman biomassa sawdust yang akan digunakan pada cofiring Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Awar-awar Tuban, Jawa Timur. Sebanyak 5.600 metrik ton biomassa akan digunakan sebagai campuran batubara sebagai bahan bakar PLTU untuk menghasilkan energi listrik.

Baca Juga: Ketika Limbah Bawa PLN Nusantara Power Sabet 71 Penghargaan di ENSIA 2026

Co-firing memanfaatkan biomassa dari limbah pertanian, perkebunan, dan industri pengolahan kayu sebagai pendamping batu bara dalam operasional PLTU. Sawdust ini didatangkan dari Bulu Kumba, Sulawesi Selatan dan merupakan salah satu upaya pemenuhan kebutuhan biomassa PLTU Awar Awar sebesar 49,7 ribu ton.

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah menyampaikan komitmen perusahaan dalam menggerakan operasional bisnis yang berasaskan lingkungan. Menurutnya, cofiring menjadi salah satu roda penggerak dalam mewujudkan PLTU yang lebih hijau sekaligus membantu untuk mengurangi emisi.

"Dengan berbagai extraordinary effort di antaranya melalui biomass co-firing, kami berhasil menekan emisi gas rumah kaca. Selain itu, inovasi ini juga meningkatkan bauran EBT di lingkungan pembangkit PLN Nusantara Power", terang Ruly.

Dirinya juga menjelaskan bahwa alasan PLN Nusantara Power menggalakkan co-firing karena inovasi ini merupakan salah satu langkah tepat dalam implementasi green energy. Co-firing merupakan teknik substitusi dalam pembakaran PLTU, di mana sebagian batu bara untuk pembakaran diganti sebagian dengan bahan lainnya, salah satunya biomassa.

Baca Juga: Sentuhan Teknologi Digital NIC, Kunci PLN Nusantara Power Amankan Listrik Kemerdekaan RI

“Tidak hanya mengurangi penggunaan bahan bakar fosil secara bertahap, co-firing juga dapat menjadi solusi permasalahan sampah sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat,” tambah Ruly.

Direktur Utama PLN EPI Iwan Agung Firstantara menjelaskan PLN EPI bertugas untuk memastikan pasokan energi primer ke pembangkit berjalan baik. PLN EPI menjaga rantai pasok sumber biomassa di seluruh daerah. Tak hanya mengembangkan potensi biomassa yang dekat dari PLTU saja, namun pengembangan biomassa juga dilakukan dari lumbung pengembangan biomassa lainnya.

Iwan menjelaskan pengangkutan biomass dengan tongkang mengintegrasikan ekonomi kerakyatan antar pulau. Disamping itu, sumber biomassa berupa limbah perkebunan dan kehutanan tersedia berlimpah di pulau-pulau besar di Indonesia untuk kemudian disebar dalam rangka memenuhi kebutuhan co-firing untuk 52 PLTU PLN.

Baca Juga: Gebrakan PLN NP dalam Percepat Aset Panas Bumi untuk Energi Bersih di Indonesia

"PLN EPI senantiasa terbuka dalam bekerja sama dengan berbagai pihak dalam pemenuhan kebutuhan bahan bakar PLTU terutama sawdust cofiring. Ini adalah salah satu langkah kami dalam mendukung tercapainya Net Zero Emission di Indonesia," ujar Iwan.

Pemanfaatan biomassa yang berasal dari limbah pengolahan kayu juga memberikan manfaat lebih pada masyarakat secara ekonomi. Barang yang sebelumnya merupakan limbah, kini bisa terserap sepenuhnya dengan program Co-Firing PLN sehingga secara tidak langsung akan menggerakan roda perekonomian pada masyarakat.

PLN Nusantara Power telah melakukan studi terkait co-firing sejak 2018 dan telah mengujicobakan co-firing pada 16 PLTU di Jawa dan luar Jawa. Seperti di PLTU Paiton yang kini telah berhasil melakukan co-firing hingga 6 persen. (Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sering Bikin Macet dan Rawan Kecelakaan, Parkir Liar di Nganjuk Ditertibkan

Langkah ini menjadi fokus utama kepolisian untuk menciptakan ketertiban, kelancaran lalu lintas, serta meminimalisir angka kecelakaan di jalan raya.

Menelusuri Jejak Pergerakan Dr Soetomo di Nganjuk, Ada Alat Medis hingga Buku Bahasa Asing

Hadirnya koleksi lengkap di Monumen dan Museum Dr. Soetomo ini menjadikannya salah satu destinasi wisata sejarah dan edukasi unggulan di Nganjuk.

Geger, Dua Mayat Ditemukan dalam Sehari di Mojokerto

Dua peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap warga lanjut usia yang tinggal sendiri, agar kejadian tidak terulang kembali.

Angkat Kembali Identitas Daerah, Kawasan Perbatasan Sidoarjo-Surabaya Bakal Ditata Ulang

Lokasi yang menjadi sasaran penataan berada di perbatasan Kelurahan Menanggal, Kecamatan Gayungan, Surabaya, dengan Desa Wadungasri, Kecamatan Waru, Sidoarjo.

Polda Jatim Gulung 1.212 Tersangka dalam Operasi Sikat Semeru 2026

Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi kejahatan yang paling mendominasi.

Keluh Warga Bratang Gede Surabaya soal Pemotongan Unggas, Baunya Menyengat dan Bising

Warga mengaku terganggu setiap malam akibat suara truk, ayam, hingga mesin yang beroperasi hingga pagi hari. Baunya menyengat dan bikin bising.