Kamis, 03 Sep 2026 17:05 WIB

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Enam Letusan dalam Sehari

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 23 Jun 2023 17:55 WIB
Erupsi Gunung Semeru
Erupsi Gunung Semeru

Selalu.id - Gunung Semeru kembali menunjukkan tanda-tanda kegawatan, pasalnya hari ini erupsi terjadi sebanyak hingga enam kali, Jumat (23/6/2023). Laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut erupsi itu mengeluarkan awan panas mengarah ke Besuk Kobokan.

Supervisor Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Lumajang Kustari Sumardi mengatakan bahwa erupsi beramplitudo 14-22 mm dan berdurasi selama 48-100 detik.

Baca Juga: Kebakaran Hutan di Lereng Semeru Meluas hingga 592 Hektar, Pendakian Ditutup Total

"Teramati 6 kali letusan dengan tinggi 300-600 m dan warna asap putih dan kelabu," kata Kustari, melalui laporannya, kepada selalu.id.

Dalam pengamatan laporan sejak pagi pukul 06.00 WIB hingga siang 12.00 WIB, Kustari menyampaikan bahwa erupsi Gunung Semeru terlihat jelas dengan kabut 0-II.

"Asap kawah teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 100-300 m di atas puncak kawah," jelasnya.

Baca Juga: Indahnya Air Terjun Kabut Pelangi Lumajang: Cuma Rp5 Ribu, Bisa Hilangin Penat

Dari letusan erupsi itu, Gunung Semeru dinyatakan berada di level tiga atau siaga. Meski begitu, Kustari menegaskan pihaknya menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktifitas apapun di sektor Tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

" Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," tegasnya.

Baca Juga: 395 Warga Beserta Harta Benda yang Terdampak Banjir Lahar Dingin Semeru Dievakuasi

Tak hanya itu, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

"Mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,"tutupnya. (Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ketika Peziarah Terusik dengan Markanya Anjal dan Pengemis di Kawasan Sunan Ampel Surabaya

Aduan tersebut mengalir deras ke hotline Lapor Cak Eri. Sejumlah peziarah mengaku kerap diresahkan oleh aksi anjal yang meminta uang dengan berbagai macam cara.

Resmi Dikelola Pemkab Pasuruan, Rest Area dan Tengger Cultural Center Tosari Siap Dihidupkan

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan komitmennya untuk segera mengaktifkan fasilitas penunjang wisata tersebut.

Gandeng PMI Surabaya, PT PAL Indonesia Kirim Donasi Kemanusiaan Rp83,1 Juta ke Korban Gempa NTT

Berdasarkan komunikasi dan assessment sementara tim lapangan di NTT, bantuan akan difokuskan untuk pemenuhan fasilitas dasar masyarakat terdampak.

Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya Resmi Bergulir, Dibuka Laga Golkar Vs PKB

Ketua Pelaksana Bahlil Mini Soccer 2026 Arif Fathoni mengatakan, antusiasme sekolah dan pelajar untuk mengikuti kompetisi tersebut cukup tinggi.

Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Majelis hakim dijadwalkan bakal memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV pada persidangan pekan depan guna mencocokkan fakta lapangan.

Dua Atlet Balap Sepeda SEA Games jadi Korban Pelecehan Seksual di Pacet Mojokerto

Keduanya menjadi korban aksi tidak senonoh atau pelecehan seksual di kawasan Jurang Gongso, Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.