Selasa, 21 Jul 2026 03:49 WIB

Mufti Anam Ingatkan Pentingnya 4 Pilar Kebangsaan dalam Menghadapi Pandemi dan Potensi Resesi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 26 Sep 2020 10:58 WIB
Sosialisasi 4 pilar Anggota MPR RI, Mufti Anam
Sosialisasi 4 pilar Anggota MPR RI, Mufti Anam

Pasuruan (selalu.id) - Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Mufti Anam mengatakan, 4 Pilar Kebangsaan kini semakin terasa relevan untuk menjawab tantangan bangsa, yaitu untuk menghadapi pandemi Covid-19 dan potensi resesi ekonomi yang akan terjadi.

Mufti menjelaskan, Indonesia memiliki empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yang luar biasa. Konsolidasi empat pilar ini pertama kali dilakukan oleh Almarhum Taufiq Kiemas saat beliau menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode 2009-2014.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

"Dalam situasi Hari-hari yang penuh tantangan saat ini, 4 pilar kebangsaan menjadi terasa semakin relevan dan kita butuhkan," ujar Mufti Anam saat menggelar sosialisasi di Pasuruan, belum lama ini, 20 September 2020.

Mufti yang juga ketua HIPMI Jatim itu memaparkan, empat pilar kebangsaan tersebut adalah Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Salah satu dari empat pilar itu adalah Pancasila. Ini adalah ideologi bangsa, falsafah hidup, dan dasar negara, yang digali Bung Karno dari kebudayaan dan kearifan lokal bangsa Indonesia, pertama kali dicetuskan Bung Karno dalam pidato 1 Juni 1945. Artinya, Pancasila itu memang bersumber atau berasal dari rakyat Indonesia sendiri," jelasnya.

Menurut Mufti, tantangan Indonesia kekinian setidaknya ada dua. Pertama, memulihkan dampak pandemi Covid-19, mulai dari sektor kesehatan, sosial, hingga ekonomi. Kedua, makin masifnya radikalisme agama.

"Nilai-nilai dalam 4 Pilar Kebangsaan dapat menjawab tantangan kekinian. Misalnya bagaimana kita membangun gotong royong dan kepedulian. Coba tengok tetangga kanan dan kiri, jangan sampai ada yang kesusahan, atau bahkan tak bisa makan. Mari saling bantu," kata Mufi. 

Baca Juga: PDIP Surabaya Wajibkan 40 Persen Pengurus Ranting dari Gen Z

Mufti juga mengajak warga untuk membangun ketahanan pangan berbasis potensi lokal dengan memanfaatkan lahan pekarangan. 

"Tanam sayuran dan buah-buahan. Budidaya ikan atau kembangkan ternak skala mikro-kecil. Ini bisa menjadi jalan bisnis sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis keluarga. Ini solusi menghadapi potensi resesi," ujar mantan aktivis Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) tersebut.

Tak lupa, Mufti mengajak warga untuk selalu menjunjung tinggi kerukunan antar umat beragama. 

Baca Juga: Kabupaten Pasuruan jadi Nominator Lomba Wana Lestari Nasional 2026

"Meski berbeda agama, meski berbeda suku; kita berada dalam satu rumah besar: Indonesia tercinta. Kalau kita bertengkar karena beda agama, negara tidak akan bisa maju, daerah kita tidak akan bisa maju," ujarnya.

Mufti yang berlatar belakang pengusaha muda itu juga memotivasi warga khususnya anak muda untuk berani merintis usaha produktif, sehingga bisa menggerakkan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan

"Banyak tantangan itu pasti. Namanya hidup, pasti selalu saja ada masalah. Tapi kita tidak boleh menyerah. Kita harus hidupkan daya juang dan kreativitas. Salah satu caranya ya berani berwirausaha," jelasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.