Senin, 21 Sep 2026 06:50 WIB

Mufti Anam Ingatkan Pentingnya 4 Pilar Kebangsaan dalam Menghadapi Pandemi dan Potensi Resesi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 26 Sep 2020 10:58 WIB
Sosialisasi 4 pilar Anggota MPR RI, Mufti Anam
Sosialisasi 4 pilar Anggota MPR RI, Mufti Anam

Pasuruan (selalu.id) - Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Mufti Anam mengatakan, 4 Pilar Kebangsaan kini semakin terasa relevan untuk menjawab tantangan bangsa, yaitu untuk menghadapi pandemi Covid-19 dan potensi resesi ekonomi yang akan terjadi.

Mufti menjelaskan, Indonesia memiliki empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yang luar biasa. Konsolidasi empat pilar ini pertama kali dilakukan oleh Almarhum Taufiq Kiemas saat beliau menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode 2009-2014.

Baca Juga: Gagal Curi Motor: Pelaku Lemparkan Bondet di Pasuruan, Satu Terluka

"Dalam situasi Hari-hari yang penuh tantangan saat ini, 4 pilar kebangsaan menjadi terasa semakin relevan dan kita butuhkan," ujar Mufti Anam saat menggelar sosialisasi di Pasuruan, belum lama ini, 20 September 2020.

Mufti yang juga ketua HIPMI Jatim itu memaparkan, empat pilar kebangsaan tersebut adalah Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Salah satu dari empat pilar itu adalah Pancasila. Ini adalah ideologi bangsa, falsafah hidup, dan dasar negara, yang digali Bung Karno dari kebudayaan dan kearifan lokal bangsa Indonesia, pertama kali dicetuskan Bung Karno dalam pidato 1 Juni 1945. Artinya, Pancasila itu memang bersumber atau berasal dari rakyat Indonesia sendiri," jelasnya.

Menurut Mufti, tantangan Indonesia kekinian setidaknya ada dua. Pertama, memulihkan dampak pandemi Covid-19, mulai dari sektor kesehatan, sosial, hingga ekonomi. Kedua, makin masifnya radikalisme agama.

"Nilai-nilai dalam 4 Pilar Kebangsaan dapat menjawab tantangan kekinian. Misalnya bagaimana kita membangun gotong royong dan kepedulian. Coba tengok tetangga kanan dan kiri, jangan sampai ada yang kesusahan, atau bahkan tak bisa makan. Mari saling bantu," kata Mufi. 

Baca Juga: Hari Jadi ke-1.097, Pemkab Pasuruan Ajak Semua Pihak Bergerak Bareng Bangun Daerah

Mufti juga mengajak warga untuk membangun ketahanan pangan berbasis potensi lokal dengan memanfaatkan lahan pekarangan. 

"Tanam sayuran dan buah-buahan. Budidaya ikan atau kembangkan ternak skala mikro-kecil. Ini bisa menjadi jalan bisnis sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis keluarga. Ini solusi menghadapi potensi resesi," ujar mantan aktivis Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) tersebut.

Tak lupa, Mufti mengajak warga untuk selalu menjunjung tinggi kerukunan antar umat beragama. 

Baca Juga: Polisi Pasuruan Antisipasi Karhutla Meluas di Bukit Keciri Perbatasan Malang

"Meski berbeda agama, meski berbeda suku; kita berada dalam satu rumah besar: Indonesia tercinta. Kalau kita bertengkar karena beda agama, negara tidak akan bisa maju, daerah kita tidak akan bisa maju," ujarnya.

Mufti yang berlatar belakang pengusaha muda itu juga memotivasi warga khususnya anak muda untuk berani merintis usaha produktif, sehingga bisa menggerakkan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan

"Banyak tantangan itu pasti. Namanya hidup, pasti selalu saja ada masalah. Tapi kita tidak boleh menyerah. Kita harus hidupkan daya juang dan kreativitas. Salah satu caranya ya berani berwirausaha," jelasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pejalan Kaki Lansia Tewas Tertabrak Motor di Mojokerto

Korban diduga hendak menyeberang untuk menuju ke toko.

Kawah Mirip Telur Ceplok Muncul di Gunung Anak Krakatau, Pertanda Apa? Ini Kata Ahli

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan, Suwarno mengatakan, fenomena semacam ini tidak dialami oleh semua gunung api di Indonesia.

Promo Beras September 2026: Banyak Diskon Gila-gilaan Bunda, Segera Beli

Penawaran ini mencakup berbagai varian, mulai dari beras putih, beras merah, beras organik, hingga beras porang.

Detik-detik Tim Penyelam Basarnas Masuk Bangkai Kapal Virgo Transport 8 dan Temukan Satu Korban

Setelah ditemukan, korban kemudian dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan menuju KN SAR Kamajaya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Ketika Limbah Bawa PLN Nusantara Power Sabet 71 Penghargaan di ENSIA 2026

PLN Nusantara Power menegaskan bahwa energi tak sekadar soal listrik, melainkan tentang tumbuh bersama lingkungan dan masyarakat.

5 Kios di Jemur Andayani Surabaya Ludes Terbakar, Ini Dugaan Penyebabya

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini. Kasus kebakaran tersebut kini telah ditangani oleh pihak berwenang setempat.