Minggu, 18 Okt 2026 22:10 WIB

Kejar Target 2023 Warga Surabaya Terlayani Air, PDAM Rehabilitasi 150 kilometer Pipa Jaringan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 24 Mei 2023 16:59 WIB
infrastruktur produksi dan distribusi
infrastruktur produksi dan distribusi

Selalu.id - PDAM Surya Sembada Surabaya meresmikan pekerjaan rehabilitasi pipa jaringan Surabaya Jajaran Muspida (Musyawarah Pimpinana Daerah), di Rumah Pompa Krembangan Surabaya, Rabu (24/5/2023).

Arief Wisnu Cahyono, Direktur Utama PDAM Surya Sembada mengatakan untuk mencapai target di tahun 2023 dalam meningkatkan pelayanan kebutuhan air untuk warga Kota Surabaya, pihaknya salah satunya melakukan pembangunan infrastruktur produksi dan distribusi.

Baca Juga: Proyek Drainase Kelurahan Ancam Pasokan Air Bersih di Surabaya

"PDAM berusaha mencapai target dari Wali Kota Surabaya 2023 semua warga Kota Surabaya terlayani melalui pekerjaan rehabilitasi pipa jaringan," kata Arief Wisnu Cahyono.

Kata dia, PDAM memiliki pipa yang telah terpasang sepanjang 6.300 kilometer dan berencana melakukan pekerjaan rehabilitasi pipa jaringan tahun 2022-2023 dengan total panjang mencapai 150 kilometer. Rincianya, panjang pipa yang telah direhabilitasi tahun 2022 sepanjang 34,169 Kilometer dan yang akan direhabilitasi tahun 2023 sepanjang 115,472 Kilometer.

Melalui rehabilitasi jaringan pipa ini diharapkan sistem distribusi air semakin meningkat. Selama ini, ia menilai keandalan sistem perpipaan menurun seiring dengan usia teknis pipa (pipa lama) yang meningkatkan gangguan air dan memperbesar biaya perbaikan pipa sehingga mengakibatkan tingginya angka kehilangan air (Non-Revenue Water) akibat kebocoran pipa.

Baca Juga: Bukan Sekadar Ambil Alih, Ini Rencana PDAM Surabaya Masuk Perumahan Air Mandiri

"Tahun 2023 ini total 38 kelurahan di Surabaya dengan 431 titik pekerjaan rehabilitasi pipa jaringan tersebar di seluruh Surabaya," jelasnya.

Hasilnya, lanjutnya, air menjadi lebih lancar dan tekanannya meningkat di wilayah yang telah direhabilitasi pipanya, antara lain di Jalan Tambaksari, Bogen, Kapas Krampung, Ambengan Batu, Ketandan, Tunjungan I, Kebangsren, Darmo Permai Selatan, Candi Lontar, Candi Lempung, dan sekitarnya.

Baca Juga: Kali Surabaya Tercemar Berat, PJT I Buka-bukaan soal Penyebabnya

Lebih lanjut Arief menjelaskan kriteria pipa yang direhabilitasi adalah pipa dengan ukuran yang sudah tidak memenuhi perkembangan kebutuhan warga. Kemudian, pipa yang sering mengalami kebocoran, pipa yang berada pada lokasi lahan yang berubah peruntukannya dan pipa yang dibutuhkan untuk meningkatkan pelayanan (kualitas, kuantitas, dan kontinuitas).

"Pipa eksisting bahan steel (baja) dan PVC diganti menjadi HDPE yang mempunyai kelebihan memiliki tingkat ketahanan tinggi, sehingga mampu bertahan dalam berbagai cuaca dan kondisi lingkungan," pungkasnya. (Ade)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pendakian Horor Gunung Anjasmoro, Terjebak di Hutan Keramat dan Desa Terkutuk

Warga setempat meyakini barang siapa yang memasuki Desa Mahkota Prabu dan belum keluar sampai pagi menjelang, besar kemungkinan akan tinggal selamanya di sana.

Geliat Budaya dan Ekonomi Warga Surabaya dari Panggung Fasum Perumahan

DPRD pun mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar memberi kemudahan akses serta kepastian izin pemanfaatan fasum untuk kegiatan kebudayaan warga.

Dramatis! Bermain 10 Pemain, Deltras FC Ditahan Imbang Persis Solo 3-3

Tambahan satu poin ini tetap mengamankan posisi Deltras FC di puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin. SedangkanPersis di peringkat 7 dengan enam poin.

Pemprov Jatim dan ICCN Pacu Ekosistem Ekonomi Kreatif Tembus Pasar Global

Penguatan ekosistem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dinilai menjadi kunci utama untuk membuka peluang usaha dan menyerap tenaga kerja.

PDIP Tergetkan Sapu Bersih Kemenangan di Dapil 5 Surabaya pada Pemilu 2029

Armuji menantang seluruh kader PDIP di Dapilb5 Surabaya untuk menyapu bersih kemenangan di wilayah sasaran konsolidasi partai pada Pemilu 2029.

Polres Pasuruan Gerebek Narkoba di Prigen, Bekuk 4 Orang dan Sita Sabu-Ekstasi

Tim saat ini masih terus mendalami peran masing-masing individu serta mengejar potensi keterlibatan jaringan atau pelaku lain di balik kasus ini.