Sabtu, 06 Jun 2026 05:01 WIB

BNSP Lirik Namira Ecoprint Jadi Proyek Percontohan UMKM Green Production

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 09 Mei 2023 19:13 WIB
BNSP dalam kunjungan ke Namira Ecoprint
BNSP dalam kunjungan ke Namira Ecoprint

Selalu.id - Saat ini gerak perkembangan ekonomi nasional dipacu untuk tumbuh dengan semangat Green Economy atau satu konsep pemberdayaan ekonomi yang berbasiskan pada penekanan resiko kerusakan lingkungan secara signifikan.

Oleh karenanya, Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) turut memberikan perhatian terhadap pengembangan proyek Green Economy ini termasuk di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Saat melakukan kunjungan ke Namira Ecoprint, salah satu UMKM binaan Kadin Jatim yang telah mendapatkan sertifikat pemeriksa produk Industri Kecil dan Menengah (IKM) atau kurator produk UMKM dari BNSP, Ketua BNSP Kunjung Masehat mengaku sangat terkesan dan tertarik terhadap upaya Namira Ecoprint dalam menerapkan konsep ekonomi hijau pada proses bisnisnya.

Ia menjelaskan, Green Economy atau ekonomi hijau adalah salah satu isu yang tengah menjadi bahasan di dunia, karena tidak hanya mampu menjadi solusi untuk penekanan resiko kerusakan lingkungan tapi juga bertujuan akhir sebagai metode menuju kesejahteraan dan kesetaraan sosial masyarakt.

Kunjung Masehat menegaskan, ada 15 indikator dalam Green Economy Index (GEI) Indonesia yang mencakup tiga pilar, yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan, yang mencerminkan pembangunan ekonomi hijau.

"Setelah kami lihat, proses bisnis Namira Ecoprint ini telah mencerminkan tiga pilar tersebut. Mulai dari proses produksi yang tidak menggunakan bahan kimia, hingga pemanfaatan limbah produksi untuk kompos serta kepeduliannya terhadap masyarakat sekitar. Ini layak menjadi pilot project UMKM Green Production. Nanti akan kami promosikan," kata Kunjung Masehat.

Ia mengatakan, selama ini batik selalu identik dengan penggunaan bahan kimia, seperti penggunaan warna sintetik serta bahan "malam" untuk pewarnaan. Sehingga limbah yang dihasilkan sangat mengganggu lingkungan. Dan ini menjadi habbit atau kebiasaan di industri kimia. Untuk itu, pengolahan limbah menjadi penting.

"Seringkali di industri batik, masyarakatnya banyak yang komplain terkait limbahnya. Saya juga pernah berkunjung ke perusahaan yang memproduksi singkong, limbahnya sangat banyak. Sementara di sini tidak ada limbah. Tidak ada sampah yang mencemari lingkungan, zero wash. Dan BNSP sedang gencar menyosialisasikan sertifikasi green productivity, lagi promosikan produk seperti ini," ungkap Kunjung Masehat.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Kadin Institute Nurul Indah Susanti menyatakan, Kadin memiliki banyak UMKM binaan yang telah dilatih dan disertifikasi oleh Kadin Institute bekerjasama dengan BNSP.

"Pilihan kami jatuh pada Namira Ecoprint. Menurut kami UMKM ini layak dipromosikan karena komitmennya dalam menerapkan konsep ekonomi hijau serta keaktifannya dalam setiap kegiatan dan juga sertifikasi produk yang telah didapatkan," ungkap Nurul.

Apalagi produk Namira Ecoprint ini juga telah diakui di banyak negara. Ini dibuktikan saat Namira ikut Misi Dagang ke sejumlah negara, produknya selalu laris manis diborong oleh masyarakat di negara tersebut, diantaranya ke Jeddah, Hongkong, Malaysia dan Timur Leste.

"Semua mengakui kualitasnya dan efeknya mendapatkan order. Artinya, kualitas produk yang dihasilkan Namira Ecoprint, sudah lolos dan layak dibawa ke luar negeri. Inilah yang secara terus menerus dilakukan oleh Kadin Jatim di Wakil Ketua Umum Bidang UMKM dan Kadin Institute dari sisi pelatihan dan sertifikasinya," ujarnya.

Terlebih Namira Ecoprint juga memiliki komitmen mendukung revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi dengan menerima pemagangan sejak beberapa tahun yang lalu. Namira Ecoprint juga  membuka kelas untuk Perguruan Tinggi agar mahasiswanya bisa kuliah praktik di tempatnya. 

"Juga masyarakat sekitar sini, mereka diajari bagaimana membuat produk yang bernilai ekonomi tinggi," katanya.

Owner Namira Ecoprint Yayuk Eko Agustin dan suami Didik Edy Susilo mengatakan sangat senang karena sejauh ini Namira Ecoprint memang konsen terhadap produk ramah lingkungan. Untuk pewarnaan, Namira Ecoprint menggunakan dedaunan yang sangat berlimpah di Indonesia. Mulai dari daun jati, daun pisang, daun mangga, daun eukaliptus, dan masih banyak lagi.

"Indonesia punya banyak tumbuh-tumbuhan yang ada butir hijau daunnya, seperti tanaman untuk jamu, semua bisa digunakan. Daun mangga pun bisa digunakan untuk pewarnaan. Dari alam untuk alam," kata Yayuk.

Dalam pengembangan, ia mengaku sangat banyak dibantu Kadin Jatim dan Kadin Institute, diajak Misi Dagang ke banyak negara seperti ke Malaysia dan Thailand. "Artinya kami diberi tempat untuk berkembang karena isu ramah lingkungan sangat luar biasa. Dan saya adalah satu-satunya ecoprint yang mendapatkan sertifikasi dari PT Mutu Internasional, lembaga verifikasi ekolabel swadeklarasi yang terdaftar di KLH karena bahan saya tidak ada yang dari kimia," pungkasnya.(Adg)

Baca Juga: 200 Mahasiswa Unusa Ikuti Uji Kompetensi PSKK Badan Nasional Sertifikasi Profesi

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.