Minggu, 08 Feb 2026 07:45 WIB

Fenomena Alam Langka, Surabaya Astronomy Club Gerhana Matahari Hibrida di Balai Kota

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 20 Apr 2023 15:07 WIB
Fenomena Gerhana Matahari Hibrida
Fenomena Gerhana Matahari Hibrida

Selalu.id - Astronomy Club (SAC) Surabaya melakukan pemantauan fenomena alam langka yakni Gerhana Matahari Hibrida di Taman Surya Balai Kota Surabaya, Kamis (20/4/2023).

Momen itu juga disaksikan oleh masyarakat hingga warga Kota Surabaya untuk menyaksikan fenomena alam tersebut.

Pemantauan Gerhana Matahari Hibrida itu dimulai sejak pukul 09.00 WIB. Warga yang ingin menyaksikan bisa melalui beberapa teleskop dan kacamata filter matahari untuk mendukung pengamatan, hingga yang paling canggih adalah kamera hidrogen alfa yang terhubung dengan laptop.

Tidak hanya warga Surabaya, melainkan beberapa warga luar kota juga turut melakukan wisata edukasi mengenai fenomena alam tersebut.

Seperti Lidya wisatawan asal Kota Malang Jawa Timur, dirinya bersama suami dan kedua anaknya ingin menyaksikan secara langsung Gerhana Matahari Hibrida.

Sejak pukul 09.30 Lidya bersama keluarga sudah sampai di Taman Surya Balai Kota Surabaya. Mereka langsung menuju ke teleskop dan sesekali memakai kacamata filter matahari untuk mengamati Gerhana Matahari Hibrida.

“Kesini karena ada informasi Gerhana Matahari dan lokasinya di halaman Balai Kota Surabaya, jadi kita bergegas dari Malang tadi pagi. Sekaligus anak-anak saya ingin bermain di Taman Surya dan melihat Balai Kota Surabaya,” kata Lidya.

Menurutnya, dengan menyaksikan fenomena alam Gerhana Matahari Hibrida secara langsung bisa memberikan pengalaman kepada kedua anaknya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

“Di sekolah lewat sains kan mereka belajar tentang Gerhana Bulan maupun Matahari, tapi kalau cuma melalui materi dari buku saya rasa kurang. Kalau menyaksikan langsung bisa jadi kesempatan yang sangat bagus sekali karena sama dengan yang dipelajari di buku,” ungkapnya.

Tak jauh berbeda dengan Lidya, Fridayani Kusuma wisatawan asal Kabupaten Gresik Jawa Timur, juga antusias menyaksikan fenomena alam Gerhana Matahari Hibrida di Taman Surya Balai Kota Surabaya.

“Kami sengaja liburan sambil memberikan pengalaman belajar untuk anak-anak. Tadi mengamati lewat teleskop lalu sekarang menggunakan kacamata filter matahari, karena fenomena alam ini sangat jarang terjadi. Maka bisa menjadi salah pengalaman dari pelajaran di sekolah yang jarang terulang,” kata Fridayani Kusuma.

Sementara itu, Ketua Surabaya Astronomy Club (SAC) Muhammad Rizky Pradana menyampaikan bahwa fenomena alam langka Gerhana Matahari Hibrida saat ini termasuk dalam kategori Gerhana Matahari Tahunan atau Solar Eclipse.

Fenomena alam langka tertutupnya sinar matahari oleh bulan itu terakhir kali bisa dilihat di Indonesia pada tahun 2019 silam.

“Gerhana Matahari Hibrida tidak setiap tahun terjadi di Indonesia dan itu menjadi daya tarik tersendiri, salah satunya menarik minat masyarakat serta wisatawan untuk mengamati bersama. Bahkan, di Surabaya kali ini, hanya SAC yang menggelar kegiatan ini,” pungkasnya. (Ade)

Editor : Ading
Berita Terbaru

2026, PGN Perkuat Kompetensi SDM dan Soliditas Ekosistem Kerja 

Kepercayaan pekerja pada keberlanjutan perusahaan juga terlihat dari tingkat perputaran pekerja (turn over) kurang dari 3%.

Izin Belum Lengkap, Outlet HWG23 di Kota Mojokerto Ditutup

Perda Kota Mojokerto Nomor 2 Tahun 2015 mengatur jarak minimal 400 meter dari sekolah, tempat ibadah, dan fasilitas umum.

KBS Diproses Kejati, DPRD Surabaya Ingatkan Perawatan Satwa

"Jangan sampai satwa KBS kena dampak. Makanannya dan kesehatannya jangan sampai terlantar,” ujar Buleks.

KPK Ungkap Tren Emas Kini Jadi Alat Suap

Hal ini membuat KPK lebih menaruh perhatian terhadap emas terkait komoditas korupsi di samping uang tunai dan kripto.

Pembentukan DJENPES Dekati Final, Menag: Bukti Keseriusan Pemerintahan Prabowo!

Menurut Menag, pesantren saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks sehingga membutuhkan dukungan komprehensif. 

Dugaan Korupsi di KBS, Wali Kota Eri Minta Kejati Jatim Usut Tuntas

Eri mengungkapkan, dugaan persoalan pengelolaan keuangan di tubuh KBS tersebut sudah berlangsung lama, bahkan sejak sebelum dirinya menjabat sebagai wali kota.