Senin, 20 Jul 2026 08:32 WIB

Bonek Sambut Kedatangan Jakmania, Wali Kota Eri: Usai Sudah Lingkaran Setan Permusuhan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 05 Apr 2023 21:35 WIB

Selalu.id - Ratusan Bonek sambut meriah kedatangan suporter Persija Jakarta, Jakmania yang datang ke Surabaya untuk mendukung klub kesayangannya bertanding dengan Persebaya, Selasa (4/4/2023) malam.

Puluhan Jakmania tiba di Stasiun Pasar Turi pukul 23.00 WIB malam kemarin dan disambut meriah oleh Bonek dan rombongan yang berjumlah 50 orang itu tampak dikawal polisi dan Bonek.

Menanggapi sambutan meriah Bonek terhadap Jakmania, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memposting sebuah ungkapan di akun instagramnya terkait perdamaian kedua suporter Persebaya dan Persija tersebut.

Berikut Caption akun Instagram Eri Cahyadi:

Usai Sudah Lingkaran Setan Permusuhan.

Bertahun-tahun Persija menjadi "musuh tradisional" Persebaya, demikian pula sebaliknya. Biarkan itu hanya ada di lapangan hijau 2 x 45 menit. Rivalitas di lapangan justru harus ada, karena itulah menariknya sepak bola. Biarkan pemain adu otak dan adu otot. Biarkan laga keras, bukan kasar, berlangsung di lapangan hijau.

Tapi di luar lapangan, permusuhan jangan dibiarkan abadi. Saling respek. Saling menjaga. Itulah kunci kita bangun tradisi baru.

Apa yang dilakukan Bonek dengan menyambut dan mengawal rombongan pemain Persija, yang akan jumpa Persebaya esok hari, bikin kita semua harus angkat topi. Tak ada lagi cerita para pemain harus naik mobil kendaraan taktis saat tandang ke klub yang menjadi "musuh tradisionalnya".

Teladan Bonek ini mengirim pesan ke seluruh penjuru negeri: saatnya lingkaran setan permusuhan di dunia sepak bola harus diputus.

Saluuut kanggo Bonek!

Sementara itu,  Koordinator supporter Tribun Utara Husin Ghozali mengatakan pihaknya ingin memulai menjadi suporter modern dengan menyatukan semua elemen suporter.

"Ini kami memulai menjadi suporter yang modern. Football for unity. Ke depan kami ingin menyatukan semua elemen suporter dan menjadi suporter yang baik dan menjadi tuan rumah yang baik," kata Cak Cong sapaan akrabnya.

Cak Cong menilai kegiatan penyambutan terhadap saudara Jakmania ini sebagai awal proses perdamaian. Dirinya menyampaikan sebuah perdamaian itu tidak perlu mediasi tapi dari hati nurani dari kemauan suporter.

"Ini awal ya, kami gak bisa langsung, ini proses. Sebuah perdamaian itu tidak perlu mediasi, tapi dari hati nurani dari kemauan temen-temen Jakmania kemauan dari temen-temen Bonek bagaimana agar kamu bisa satu tribun lagi seperti dulu," katanya.

Dirinya menegaskan rivalitas hanya 90 menit saat pertandingan berlangsung. Selebihnya, Bonek dan Jakmania tidak ada permusuhan.

"Kami berharap ke depan bisa satu tribun. Kami bisa ke Gelora Bung Karno (GBK) menggunakan Jersey persebaya. Dan begitupun sebaliknya, Jak Mania ke Gelora Bung Tomo (GBT) dengan jersey Persijanya," pungkasnya.

Diketahui kedatangan Jak Mania ke Surabaya untuk mendukung tim sepak bola kesayangannya Persija yang akan berlaga melawan Persebaya di Stadion Gelora Joko Samudro Gresik pada hari ini, Rabu (5/4/2023). (Ade/Adg)

Baca Juga: Wali Kota Eri Geram dengan Kinerja Camat di Tiga Kecamatan, Ini Alasannya

Editor : Ading
Berita Terbaru

1 Rumah dan 3 Lapak di Dukuh Kupang Surabaya Terbakar

Berdasarkan laporan petugas, objek yang terbakar meliputi satu rumah milik Suprapti serta tiga lapak usaha.

Ratusan Guru Ikuti TPN XIII Jember, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pendidikan Berdampak

Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Jember, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Timur, seperti Pasuruan dan Probolinggo.

Bupati Fawait Minta Ribuan Mahasiswa KKN Fokus Dukung Desa dan Validasi Data Kemiskinan

"Mahasiswa jangan hanya menjadi pengamat atau pemberi kritik, tetapi juga ikut menghadirkan solusi," ujar Fawait.

Api Tinggi Tampak di Area TPA Benowo Surabaya, Begini Kesaksian Pengendara

Informan bernama Amar itu menyebut bahwa ia merekam kejadian tepat saat melintasi jalan menuju gerbang tol Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.