Rabu, 22 Jul 2026 23:01 WIB

Jangan Sampai Lemas, Ini Jenis dan Waktu Olahraga yang Cocok Selama Berpuasa

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 28 Mar 2023 12:40 WIB

Selalu.id - Menjalankan ibadah puasa terkadang bisa menyebabkan beberapa perubahan kondisi fisik, hal itu lumrah terjadi. Oleh karenanya, Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Dr Lilik Herawati membagi tips dalam menyeimbangkan jasmani dan rohani saat sedang berpuasa.

Lilik menyampaikan meski rajin olahraga namun keseharian juga banyak konflik, hal itu membuat diri setres. Sama hal seorang hanya fokus rohani tanpa ada upaya meningkatkan jasmani.

Baca Juga: Jawa Timur Matangkan Persiapan Seri Perdana Liga Sepak Takraw Indonesia 2026

"Ada hadits bahwa Allah itu menyayangi orang-orang yang kuat. Oleh sebab itu, supaya kuat, kita perlu menyeimbangkan kebutuhan jasmani dan rohani,” kata Lilik, Selasa (28/3/2023).

Saat berpuasa, Lilik menganjurkan melakukan olahraga intensitas ringan sampai sedang, yang jenisnya disesuaikan dengan kondisi masing-masing seperti jogging, berjalan, bersepeda, maupun senam.

"Adapun komponen frekuensi (banyaknya olahraga per minggu), intensitas (ringan, sedang, berat), durasi saat olahraga, dan jenis olahraga," ujarnya

Kemudian, bagi remaja atau dewasa yang tidak memiliki gangguan dalam persendian, tidak ada penyakit tertentu, dan berat badan normal, dianjurkan melakukan jogging. Tetapi untuk lansia maupun seseorang yang overweight atau obesitas, sebaiknya cukup berjalan dan bersepeda. Lantaran jika berlari dapat membahayakan sendi-sendi lutut.

Tak hanya itu, menurutnya, berenang sebenarnya juga boleh tetapi saat puasa mungkin khawatir ada air yang tertelan. Lebih lanjut Lilik menjelaskan terdapat beberapa cara dalam membedakan intensitas olahraga, cara yang paling mudah yakni dengan tes bicara.

Baca Juga: Porkab Karate Sidoarjo Dibuka, Ratusan Atlet Disiapkan untuk Porprov 

Kata dia jika seseorang yang sedang olahraga sembari bernyanyi dan berkomunikasi dengan lawan bicara, maka itu termasuk kategori olahraga intensitas ringan. Sedangkan, jika bicara masih bisa namun sulit untuk bernyanyi, maka itu termasuk olahraga kategori intensitas sedang.

Sementara, jika telah kesusahan bicara, apalagi menyanyi saat olahraga, maka itu termasuk intensitas berat. Penyiasatan olahraga pun menjadi perlu, terlebih intensitas dan waktu. Ia menyarankan waktu yang ideal berolahraga yakni saat menjelang berbuka puasa. Lantaran, ketika olahraga, relatif terjadi kehilangan cairan tubuh dan merasa haus, dapat segera kembali pulih saat berbuka.

"Kalaupun dilakukan di pagi hari setelah sahur juga boleh, asalkan tidak terlalu bera,"tuturnya.

Baca Juga: Kompetisi Panjat Tebing di YPPI II, Wadah Cari Bibit Atlet Muda Surabaya

Apabila memang olahraganya hanya sempat di pagi hari, sebaiknya cukup peregangan saja sekitar 30-60 menit, atau kurang dari waktu tersebut, yang penting menyesuaikan dengan kondisi tubuh dan kebiasaan. Begitu pula, jika malam hari kondisi pulang kerja dan sedang capek sekali. Sebaiknya tidak perlu dipaksakan olahraga. Hal ini dapat memicu efek yang tidak diinginkan dan meningkatkan risiko cedera.

“Kalaupun bisanya selepas tarawih ya gunakan jenis olahraga ringan sampai sedang. Sementara olahraga berat tidak perlu dulu karena irama hormonal kortisol yang lebih rendah saat malam,” jelas dosen fisiologi dan ilmu kesehatan olahraga FK Unair itu.

Untuk orang yang mempunyai riwayat penyakit tertentu, tambah Lilik, mereka harus konsultasi ke dokter dulu. Kemudian, apabila diizinkan berolahraga, ikuti saran dokter tersebut. Namun prinsipnya, tubuh jangan dibiarkan lama tidak bergerak (kecuali memang ada indikasi tidak boleh bergerak). Selain itu, upayakan aktivitas fisik sehari-hari di-setting menjadi olahraga. Misalnya ketika berjalan, jalannya dibuat jalan ala olahraga, ataupun ketika naik ke lantai dua, lebih baik menggunakan tangga daripada eskalator atau lift.

“Jadi dengan aktivitas olahraga yang tepat dapat memberikan manfaat. Layaknya obat, jika dosisnya pas akan memberikan manfaat, tetapi jika kurang ya tidak bermanfaat, apalagi jika berlebihan ya bisa membahayakan,” tutupnya. (Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Program ini bertujuan memberikan perlindungan hukum bagi anak yatim piatu, anak terlantar, hingga anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.