Wali Kota Eri: Kerja di Mal, Harap Tak Minta Gaji di Atas UMK
- Penulis : Ade Resty
- | Selasa, 28 Mar 2023 09:15 WIB
Selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta seluruh mal di Surabaya untuk menyerap tenaga kerja minimal 40 persen warga ber-KTP Surabaya.
Hal itu guna mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di Surabaya. Eri menyebut bahwa angka pengangguran mulai menurun yakni 9,7 persen menjadi 7 persen.
"Di tahun ini saya ingin maksimalnya 4 persen, kemudian kemiskinannya bisa turun 2 persen,” kata Eri, Selasa (28/3/2023).
Pemkot Surabaya bersama Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur atau 33 pengelola mal juga telah membahas terkait percepatan penanganan pengangguran dan tenaga kerja, Senin (28/3/2023) kemarin.
Eri mengatakan, saat ini tercatat sebanyak 80-95 persen mal di Surabaya menyerap tenaga kerja asal Surabaya.
Meski begitu, Eri mengingatkan kepada warga Surabaya untuk tidak berhadap mendapatkan gaji di atas Upah Minumum Kota (UMK). Sebab, tidak semua rekrutmen itu nantinya ada di bawah naungan pihak mal.
“Apakah gaji di semua mal itu UMK, ya enggak. Karena di mal itu tidak semua (tenant) pengusaha besar, karena ada juga UMKM, dan ada juga yang baru merintis. Kalau pengusaha baru mencoba, atau UMKM disuruh gaji Rp 4 juta, ya nggak malah untung tambah buntung,” paparnya.
Ia pun meminta kepada Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya untuk hadir mendampingi pemilik tenant di mal agar tidak terjadi kesalahpahaman.
“Karena kalau kerja di mal kemudian ada yang digaji di bawah UMK, bisa diserbu malnya. Padahal kan itu UMKM yang diberikan tempat di mal, maka dari itu saya minta Disperinaker untuk mendampingi itu,” tuturnya.
Kepala Disperinaker Kota Surabaya, Achmad Zaini meyakinkan, akan menandatangani perjanjian kerjasama terkait nilai upah yang dijanjikan sebelum tenant atau pihak mal melakukan rekrutmen.
“Nanti saya akan tanda tangan di situ, untuk menjamin menyesuaikan kondisi di lapangan bahwa tidak harus sesuai dengan UMK,” yakin Zaini.
Zaini juga menyampaikan kepada seluruh mal di Surabaya untuk menyiapkan tempat pelatihan untuk warga Surabaya, mulai dari pelatihan memasak dan sebagainya.
“Misalkan bapak atau ibu merekrut warga Surabaya, namun belum memiliki skil, kami bisa membantu melatih sampai siap bekerja, menyesuaikan kebutuhannya, akan kami siapkan,” sampainya.
Sementara itu, Ketua DPD APPBI Jatim, Sutandi Purnomosidi berkomitmen melakukan penyerapan tenaga kerja warga ber-KTP Surabaya. Rata-rata, mal di Surabaya sudah melakukan penyerapan tenaga kerja ber-KTP Surabaya kurang lebih 50-95 persen.
Sutandi menjelaskan, APPBI Jatim bersama Disperinaker Surabaya akan berkoordinasi dengan tenant-tenant di mal yang membutuhkan tenaga kerja. Surandi yakin, tenant di Surabaya saat ini banyak yang membutuhkan tenaga kerja.
“Kita pasti bisa penyerapan tenaga kerja lebih dari 40 persen, kita optimis sekali. Terutama yang bekerja di bawah naungan mal langsung, pasti akan lebih dari itu,” pungkasnya. (Ade/Adg)
Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin
Editor : AdingURL : https://selalu.id/news-3808-wali-kota-eri-kerja-di-mal-harap-tak-minta-gaji-di-atas-umk
