Rabu, 22 Jul 2026 20:53 WIB

Grand Heaven Surabaya Gelar Cheng Beng untuk Hormati Leluhur

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 24 Mar 2023 23:49 WIB
Perayaan Cheng Beng di Grand Heaven Surabaya
Perayaan Cheng Beng di Grand Heaven Surabaya

selalu.id - Rumah duka Grand Heaven Surabaya merayakan puncak bulan Cheng Beng dengan membakar seserahan dalam jumlah banyak, sebagai penghormatan kepada leluhur umat Budha pada Kamis malam (23/3/2023) kemarin.

Perayaan bulan Cheng Beng yang bertepatan dengan hari pertama bulan Ramadhan 2023 ini berlangsung khidmat. Terlihat ratusan umat Budha membaca doa kalimat sutra mulai Rabu (22/3/2023) dan dilanjutkan Kamis, kemudian dilanjutkan dengan ritual pembakaran seserahan yang terdiri dari kapal yang terbuat dari kertas, buah, teh hingga daging.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Suwito Mulyadi selaku pemilik Grand Heaven menjelaskan, upacara Cheng Beng yang digelar dua hari ini merupakan adat istiadat untuk membersihkan makam orang tua. Pada hari pertama umat Budha membacakan doa untuk penyeberangan roh para leluhur mereka.

"Pesannya adalah kita harus menghargai leluhur kita. Kesatu leluhur kita jangan kita sia-siakan atau kita sudah kremasi (abunya) dibuang ke laut. Jadi kerangka itu alangkah baiknya dipelihara," kata Suwito.

Menurut Suwito, memelihara kerangka leluhur setelah jenasahnya dikremasi untuk mengingat garis akar keturunan.

"Di China itu 95 persen sampai 99 persen itu semua boleh dikremasi, kerangkanya diambil lagi sama keluarganya, dikubur lagi dengan tanah ukuran 1 X 1, terang pria yang akrab disapa Pak Awi tersebut.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Terkait menguburkan tulang leluhur atau kerabat yang meninggal, Suwito menerangkan bahwa hal ini terkait dengan kesejahteraan generasi penerusnya sesuai kepercayaan umat Budha.

"Kalau dikubur itu kan utuh jenasahnya, itu rejekinya 100 persen dia bisa mendapatkan. Kalau dikremasi dia mendapatnya ya 75 persen," ucapnya.

Grand Heaven Surabaya bakal menggelar upacara Cheng Beng pada tahun depan lebih meriah dengan menanamkan benih kasih sayang untuk lebih mencintai dan mengasihi orang tua.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

"Supaya mengingat kebaikan-kebaikan orang tua kita, karena orang tua yang melahirkan kita,"terang Suwito.

Setelah acara bakar seserahan, pada perayaan Cheng Beng yang pertama kalinya digelar di Grand Heaven ini juga diwarnai ritual mengirimkan doa di ruangan rumah abu oleh Banthe. Dan pada bulan 7 rumah duka termewah di Indonesia yang memberikan pelayanan dengan harga terjangkau tersebut, akan menggelar ritual Chi Qwe Cap Go untuk membantu menyeberangkan roh ke surga karena pintu neraka telah dibuka.

"Makanya kalau Chi Qwe Cap Go, biasanya kita orang-orang chinese itu biasanya satu gak ada yang married, gak ada perkawinan. Kedua kita juga anak-anak tidak diperbolehkan pulang sampai malam karena setan bergentayangan. Jadi saat-saat itulah banyak kejadian-kejadian yang kita tidak bisa tahu," pungkas Suwito. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.