Sabtu, 06 Jun 2026 06:46 WIB

Cegah Bau Sampah Masuk Stadion GBT DLH Surabaya Semprot TPA Benowo dengan Larutan Organik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 24 Mar 2023 18:30 WIB
Penyemprotan TPA
Penyemprotan TPA

Selalu.id - Stadion Gelora Bung Tomo telah mengatasi semua kekurangan dari catatan asesmen yang diberikan oleh FIFA dan berhasil terpilih sebagai stadion terbaik. Meski demikian, ada satu hal yang masih menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kota Surabaya yakni menanggulangi bau tidak sedap yang timbul dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo yang terletak di dekat Stadion GBT.

Terkait hal itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya melakukan simulasi penyemprotan larutan organik penahan bau TPA Benowo, Jumat (24/3/2023).

Baca Juga: Asem Belanda di Ahmad Yani Keropos, DLH Tingkatkan Kewaspadaan



Penyemprotan itu guna menghalau bau menyeruak masuk di kawasan Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) menjelang Piala Dunia pada 20 Mei hingga 11 Juni 2023 mendatang

Kepala DLH Surabaya, Hebi Agus Djuniantoro mengatakan, simulasi  penyemprotan untuk mengantisipasi bau, pada saat FIFA melaksanakan supervisi pada 26 Maret 2023 mendatang.

“Jadi ada beberapa titik yang harus kita pantau untuk penyemprotan, yang pertama di tumpukan sampah TPA, kedua di gasifikasi PSEL Benowo, akses masuk GBT dari tol, akses masuk ke TPA, hingga ke kawasan rumah-rumah pemulung,” kata Hebi.

Hebi menjelaskan, Simulasi penyemprotan larutan organik penahan bau menggunakan 2 unit truk Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) dan beberapa mobil penyemprot lainnya dari DLH.

Kata dia, mobil-mobil itu disebar ke 5 titik fokus penyemprotan tersebut untuk mencegah bau.

Jika simulasi pada hari ini berhasil, lanjut Hebi, pihaknya akan dijadikan standar operasional prosedur (SOP) ketika pertandingan piala dunia U-20 digelar.

Menurutnya, simulasi ini bukan sekadar untuk menghilangkan bau, akan tetapi juga untuk mengeliminasi lalat ada di sekitar Stadion GBT.

“Nanti GBT kita sterilkan, supaya para pemain pada saat piala dunia merasa nyaman, tidak ada gangguan bau dan apapun juga,” terangnya.

Lebih lanjut Hebi menjamin, larutan yang disemprotkan ini tidak membahayakan kesehatan manusia, karena bahan yang digunakan terbuat dari organik.

Dalam simulasi penyemprotannya itu, dibagi dua sesi, pagi mulai pukul 07.30 WIB, dan siang mulai pukul 12.00 WIB.

“Penyemprotannya pagi dan siang. Kenapa siang? Karena dikhawatirkan larutan yang disemprotkan itu menguap, sehingga tidak dapat mengeliminasi bau,” ujarnya.

Ia pun menambahkan, ketika proses penyemprotan berjalan, semua aktivitas di area TPA Benowo dihentikan. Mulai dari lalu lintas angkutan truk ke TPA, gasifikasi PSEL Benowo, dan sebagainya akan dihentikan sementara.

“Gasifikasi (di PSEL) ini juga dapat menimbulkan bau, maka kami shutdown sementara, dan aktivitas truknya kami alihkan malam hari. Sehingga ketika supervisi FIFA, kami pastikan baunya nihil,” pungkasnya. (Ade/Adg)

Baca Juga: Eco Composter, Ubah Beban APBD jadi Peningkatan Ekonomi Sirkular dan Budaya Maritim Surabaya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.