Sabtu, 06 Jun 2026 19:10 WIB

Ternyata Bukan Hanya Tikus, Leptospirosis Juga Bisa Disebabkan Hewan-hewan Ini

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 14 Mar 2023 12:59 WIB
Prof Dr Lucia menjelaskan tentang Leptospirosis
Prof Dr Lucia menjelaskan tentang Leptospirosis

Selalu.id - Penyakit leptosporisis masih awam di telinga banyak orang, yang nyatanya diam-diam telah merebak di Jawa Timur dan menyebabkan setidaknya 249 orang tertular dengan belasan kasus kematian.

Leptospirosis atau yang biasa disebut penyakit kencing tikus ini kerap terjadi di musim penghujan. Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (Unair) Prof Dr Lucia Tri Suwanti mengatakan bahwa Leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira Sp yang pada umumnya ditularkan melalui kencing tikus.

Prof Dr Lucia menjelaskan, kasus leptospirosis sejatinya tidak hanya ditularkan oleh tikus, melainkan semua hewan yang terkontaminasi oleh bakteri Leptospira Sp bisa menjadi agen penularan. Oleh karenanya, Prof Dr Lucia menghimbau untuk mewaspadai hewan-hewan lainnya yang mungkin menjadi agen penyebaran leptospirosis.

“Tikus itu memang agen penyakit. Salah satunya leptospirosis. Tapi, saya pernah menemukan kasus unik yang mana anak bimbingan saya itu meneliti adanya leptospirosis dari seorang peternak yang ternaknya tidak pernah dimandikan,” ujar Prof Dr Lucia, Selasa (14/3/2023).

Kasus peternak, Prof Dr Lucia menyebut  karena kondisi kandang yang tidak dibersihkan dengan baik. Hal itu membuat ternak menjadi kotor dan ketika peternak itu berkontak langsung dengan hewan ternaknya, maka menyebabkan infeksi leptospirosis.

“Kalau dari udara tidak menular, tapi kalau dari luka yang terbuka kemudian makanan dan minuman itu pasti,” ucapnya.

Prof Dr Lucia juga menuturkan bahwa leptospirosis tidak menular dari manusia ke manusia lainnya. Sebab, manusia adalah inang terakhir.

“Namun perlu diwaspadai juga mengingat pada dasarnya penularan antar hewan masih dapat terjadi,” terangnya.

Lebih lanjut Prof Dr Lucia menjelaskan terkait pencegahan yang perlu diwaspadai adalah kebersihan lingkungan. Terlebih saat musibah banjir.

“Budayakan untuk selalu menggunakan sepatu anti boots, sarung tangan, dan rajin mencuci tangan,” tuturnya.

Ia juga berpesan agar mengelola bangkai tikus dengan baik. Hal itu bisa dilakukan dengan membakar atau mengubur.

“Dengan demikian diharapkan bangkai tersebut tidak dimakan oleh binatang lain sehingga meminimalisir potensi penyakit yang bisa ditularkan,” pungkasnya. (Ade/adg)

Baca Juga: Leptoslirosis Belum Ada di Surabaya, Kerja Preventif Pemkot Diapreasiasi Komisi D DPRD

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sebulan Buron, Tersangka Penembakan di Tretes Akhirnya Dibekuk Polres Pasuruan

Peristiwa bermula saat korban, mendatangi tersangka untuk meminta uang ganti rugi sebesar Rp500 ribu, karena pelayanan yang menecewakan tamu korban.

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jatim Gelar Bromo KOM XII

Sejak pertama kali digelar pada 2014, Mapolda Jatim tercatat sudah 10 kali menjadi titik start event yang selalu diikuti ribuan cyclist.

Krisis Kepala Sekolah di Sidoarjo Mulai Terurai, Namun Puluhan SD Masih Dipimpin Plt

Masih terdapat 61 SD negeri yang untuk sementara dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt) sambil menunggu proses rekrutmen berikutnya.

Info Kepulangan Haji Terkini: 8 Wafat, 3 Masih Dirawat di Arab Saudi

Masih terdapat tiga jamaah yang belum bisa dikembalikan ke Tanah Air karena kondisi kesehatan yang memerlukan perawatan lanjutan di rumah sakit Arab Saudi.

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.