Sabtu, 26 Sep 2026 09:28 WIB

Ternyata Bukan Hanya Tikus, Leptospirosis Juga Bisa Disebabkan Hewan-hewan Ini

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 14 Mar 2023 12:59 WIB
Prof Dr Lucia menjelaskan tentang Leptospirosis
Prof Dr Lucia menjelaskan tentang Leptospirosis

Selalu.id - Penyakit leptosporisis masih awam di telinga banyak orang, yang nyatanya diam-diam telah merebak di Jawa Timur dan menyebabkan setidaknya 249 orang tertular dengan belasan kasus kematian.

Leptospirosis atau yang biasa disebut penyakit kencing tikus ini kerap terjadi di musim penghujan. Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (Unair) Prof Dr Lucia Tri Suwanti mengatakan bahwa Leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira Sp yang pada umumnya ditularkan melalui kencing tikus.

Prof Dr Lucia menjelaskan, kasus leptospirosis sejatinya tidak hanya ditularkan oleh tikus, melainkan semua hewan yang terkontaminasi oleh bakteri Leptospira Sp bisa menjadi agen penularan. Oleh karenanya, Prof Dr Lucia menghimbau untuk mewaspadai hewan-hewan lainnya yang mungkin menjadi agen penyebaran leptospirosis.

“Tikus itu memang agen penyakit. Salah satunya leptospirosis. Tapi, saya pernah menemukan kasus unik yang mana anak bimbingan saya itu meneliti adanya leptospirosis dari seorang peternak yang ternaknya tidak pernah dimandikan,” ujar Prof Dr Lucia, Selasa (14/3/2023).

Kasus peternak, Prof Dr Lucia menyebut  karena kondisi kandang yang tidak dibersihkan dengan baik. Hal itu membuat ternak menjadi kotor dan ketika peternak itu berkontak langsung dengan hewan ternaknya, maka menyebabkan infeksi leptospirosis.

“Kalau dari udara tidak menular, tapi kalau dari luka yang terbuka kemudian makanan dan minuman itu pasti,” ucapnya.

Prof Dr Lucia juga menuturkan bahwa leptospirosis tidak menular dari manusia ke manusia lainnya. Sebab, manusia adalah inang terakhir.

“Namun perlu diwaspadai juga mengingat pada dasarnya penularan antar hewan masih dapat terjadi,” terangnya.

Lebih lanjut Prof Dr Lucia menjelaskan terkait pencegahan yang perlu diwaspadai adalah kebersihan lingkungan. Terlebih saat musibah banjir.

“Budayakan untuk selalu menggunakan sepatu anti boots, sarung tangan, dan rajin mencuci tangan,” tuturnya.

Ia juga berpesan agar mengelola bangkai tikus dengan baik. Hal itu bisa dilakukan dengan membakar atau mengubur.

“Dengan demikian diharapkan bangkai tersebut tidak dimakan oleh binatang lain sehingga meminimalisir potensi penyakit yang bisa ditularkan,” pungkasnya. (Ade/adg)

Baca Juga: Leptoslirosis Belum Ada di Surabaya, Kerja Preventif Pemkot Diapreasiasi Komisi D DPRD

Editor : Ading
Berita Terbaru

Guruh Soekarnoputra Tutup Usia di 73 Tahun

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto membenarkan kabar duka tersebut.

Layanan Home Care Pemkab Jember Dilirik Kemenkes, Jadi Inspirasi Daerah Lain

Meski begitu, Kemenkes tetap memberikan perhatian pada evaluasi program secara berkala guna memastikan efektivitasnya di lapangan.

ASN Surabaya jangan Enak-anakan, Begini Pesan Tegas DPRD

Sebelumnya, Wali Kota Eri Cahyadi telah menginstruksikan seluruh jajaran Pemkot untuk memindahkan sebagian aktivitas kerjanya ke Balai RW mulai Oktober 2026.

Progres RSUD Sedati Lampaui Target, Wabup Sidoarjo Wanti-wanti soal Kualitas Material

Inspeksi mendadak ini dilakukan menyusul adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan lambannya pengerjaan fisik di lokasi.

Pemkot Surabaya Larang Sekolah Jual Seragam Mulai Tahun Depan, Ini Penjelasannya

Selain penyelarasan desain, Pemkot Surabaya secara eksplisit melarang pihak sekolah negeri melakukan aktivitas jual beli seragam kepada siswa maupun orang tua.

RAPBD Jatim 2027 Turun 8,2 Persen, Golkar Pertanyakan Pemangkasan Belanja Modal

Golkar pun meminta Pemprov Jawa Timur menjelaskan strategi menjaga ketersediaan infrastruktur, konektivitas, hingga pemerataan layanan publik.