Selasa, 03 Feb 2026 12:05 WIB

Tiga Hari Usai Kunjungan, Mensos Risma Mulai Renovasi SLBN A Pajajaran

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 24 Feb 2023 14:55 WIB
SLBN A Pajajaran
SLBN A Pajajaran

selalu.id - Tiga pekerja terlihat berada di atas sebuah atap bangunan. Tangan-tangan mereka cekatan melepas genteng-genteng dari atas sana, meski cuaca tak menentu. Kadang terik, sesekali berganti rintik.

Genteng demi genteng diturunkan secara estafet dan penuh kehati-hatian, sembari memastikan setiap pijakan. Di bawah sana, dua pekerja lainnya sigap menerima uluran genteng dari ketiga rekannya.

Baca Juga: Mensos Targetkan Tambah 100 Sekolah Rakyat Permanen Setiap Tahun

Sejurus kemudian, kelimanya bergeser ke atap bangunan di sebelahnya. Masih untuk melakukan ativitas yang sama. Ya, bangunan yang atapnya tengah dibongkar itu, tak lain, bangunan Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) A Pajajaran di Bandung.

Bangunan, dengan empat unit seluas 1.247 meter persegi itu, merupakan tempat 75 siswa penyandang disabilitas sensorik netra setingkat SD sampai SMA menimba ilmu sehari-hari.

Bangunan itu berdiri di atas tanah seluas 1.643,25 meter persegi, di dalam area kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) milik Kementerian Sosial, yakni Sentra “Wyata Guna” di Bandung.

Renovasi SLB merupakan instruksi Menteri Sosial Tri Rismaharini dengan tujuan untuk meningkatkan fasilitas bagi penyandang disabilitas. Unit bangunan yang direnovasi meliputi ruang guru, ruang-ruang kelas, serta ruang Information, Communication and Technology (ICT) atau lab komputer.

Atas respon cepat Kemensos, Kepala SLBN A Pajajaran Gun Gun Guntara, mengungkapkan rasa haru dan terima kasih kepada Mensos.

Perbaikan SLBN A PajajaranPerbaikan SLBN A Pajajaran

“Ya, kalo saya pribadi mah senang. Kami sangat menyambut baik perbaikan sekolah ini. Karena yang dikhawatirkan orangtua murid selama ini, yang ikut melihat, memantau proses belajar anak-anak mereka dari kaca jendela, terkait keselamatan anak mereka di dalam ruang-ruang kelas, mulai sedikit terkikis,” kata Gun Gun saat ditemui Rabu (22/2/2023).

Selain itu, rasa terima kasihnya disampaikan lantaran sementara bangunan sekolah direnovasi, Kemensos melalui Sentra “Wyata Guna” di Bandung, juga memfasilitasi ruang kelas untuk siswanya belajar.

“Alhamdulillah, atas instruksi dari Bu Menteri melalui Kepala Sentra, (untuk ruang kelas belajar dan ujian siswa) difasilitasi di sini (aula Sentra). Mudah-mudahan saat ujian Senin depan, para siswa tidak terganggu. Itu yang menjadi pemikiran saya, jangan sampai aktivitas mereka nanti terganggu, kasihan,” ungkapnya.

Baca Juga: Kunjungi Sekolah Rakyat di Mojokerto, Mensos Gus Ipul Tegur Pendamping

Untuk itu, pihaknya mengharapkan renovasi sekolah bisa dilakukan secara maksimal agar bangunan bisa benar-benar memenuhi standar layak pakai sehingga tidak lagi membahayakan siswa-siswi netra yang tengah belajar di ruang-ruang kelas.

Aktivitas pembongkaran tampak dilakukan kelima pekerja sejak Rabu (22/2), hingga hari ini (24/2). Sedari pagi hingga sore hari.

Mandor atau pelaksana lapangan untuk renovasi SLBN A Pajajaran Tarna Sutisna, yang membawahi pengerjaan renovasi, mengatakan sementara pembongkaran berkutat pada bongkar atap dan kusen yang memakan waktu kurang dari tujuh hari.

Ia menuturkan pembongkaran bagian tertentu itu merupakan hasil pengamatannya bersama pihak sekolah dan sentra. Jika dilihat dari segi fisik bangunannya, menurutnya, bagian atap dan kusen memang sudah rusak dan tidak layak.

Sehingga, bagian-bagian yang sudah tidak memungkinkan, sudah waktunya direnovasi, akan diganti dengan yang baru. “Untuk atap kayu itu, kita ganti dengan rangka baja ringan. Untuk kusen, kita ganti dengan kusen alumunium,” ucapnya.

Pembongkaran sekolah ini dilakukan pasca kunjungan Mensos ke Sentra “Wyata Guna” di Bandung, termasuk ke SLBN A Pajajaran, pada Selasa (21/2) lalu. Mensos berkomitmen meningkatkan kualitas fasilitas kelas dan membangun kapasitas siswa di sekolah tersebut.

Baca Juga: Tak Tertib Adminduk, Pemkot Surabaya Sebut Seribu Data Kematian Belum Dilaporkan

Pada kunjungan itu, Mensos Risma mempertimbangkan perkembangan siswa-siswi di SLBN A Pajajaran ke depannya, yang memerlukan pekerjaan setelah bersekolah sehingga Mensos mendirikan kafe dan sentra usaha untuk penyandang disabilitas.

“Seiring berjalannya waktu, dalam perkembangannya, anak-anak disabilitas yang sekolah di sini butuh pekerjaan. Akhirnya, kita buatkan kafe untuk tuna netra. Ada juga sentra usaha lainnya untuk disabilitas fisik, ODGJ, dan lainnya di sini,” kata Risma menjelaskan.

Kafe dan sentra usaha itu dapat digunakan sebagai wadah pembelajaran agar para penyandang disabilitas dapat berwirausaha secara mandiri untuk memenuhi kehidupannya sendiri.

Dikatakan Risma, tidak sedikit dari mereka yang kemudian mampu menghasilkan uang justru lebih banyak dibandingkan orang yang bukan penyandang disabilitas. Potensi ini yang coba dibangun oleh Kemensos di setiap sentra, seperti di Sentra “Wyata Guna” di Bandung.

Dalam hal ini, Kemensos terus mendorong kemandirian untuk para penyandang disabilitas, termasuk dalam hal pendidikan, hingga kemandiriannya, melalui sentra-sentra Kemensos yang bersifat multi layanan di seluruh Indonesia. (SL1)

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.