Minggu, 01 Feb 2026 23:18 WIB

Hendak Berangkat ke Timur Tengah, 87 TKW Ilegal Diamankan di Bandara Juanda

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 28 Jan 2023 16:53 WIB
Para TKW ilegal yang dikumpulkan di Bandara Juanda
Para TKW ilegal yang dikumpulkan di Bandara Juanda

selalu.id - Sebanyak 87 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal ditangkap saat hendak berangkat ke negara timur tengah melalui bandara Juanda, Sidoarjo, Jatim, Sabtu (28/1/2023).

Saat ini puluhan PMI tersebut dibawa ke Shelter Pelayanan dan perlindungan Tenaga Kerja (UPT P2TK) milik Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur, Bendul Merisi.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

"Kami sampaikan ada 87 tenaga kerja atau calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ilegal yang akan diselundupkan ke luar negeri, seluruhnya perempuan dan dapat dicekal di Juanda hari ini," kata Kepala Disnakertrans Jatim, Himawan Estu Bagijo, kepada awak media.

Himawan mengatakan, pemberangkatan PMI ilegal tersebut tidak dilengkapi dokumen-dokumen yang sah. Sehingga, hal ini merupakan kejahatan, nantinya akan di proses ke Polda Jawa Timur.

"Setelah proses di sini, akan kita serahkan ke Polda. Menyerahkan barang bukti paspor tiket dan lain-lain,"ujarnya.

Sementara itu Kepala Badan Perlindungan Pekerja Imigran Indonesia (BP2MI) Benny Ramdhani, menyampaikan bahwa di hari yang sama. Pihaknya juga berhasil menangkap pelaku bernama Agus yang juga jadi pemilik rumah penampungan beberapa PMI yang berada di Tulungagung.

"Dapat alamat penampungan di Desa Ario Jeding RT 03 dan RW 06 kecamtan Rejotanhan, Tulungagung dengan pemilik rumah yang diduga pelaku pengiriman CPMI bernama Agus,"

Baca Juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

BP2MI pun berhasil mendapat tempat penampungan tersebut dari hasil penelusuran gabungan Dinaskertrans dan Polsek Tulungagung serta.

Benny menjelaskan, awalnya penulusuran dari informasi pada Jumat (27/1/2023). Salah satu CPMI yang berada tempat penampungan di Tulungagung sempat melaporkan dan ingin kembali ke tempat asal.

"Dapat informasi bahwa CPMI tidak ingin melanjutkan proses ketenaga penempatan yaitu malaysia. CPMI itu memohon kepada pemerintah untuk dapat dipulangkan di daerah asal,"ujarnya.

"CPMI itu mengirimkan lokasi atau sharelock kepada kami melalui whatsapp yang beralamat di desa banjarejo kecamatan Rejo Tangan, Kab Tulungagung,"lanjutnya.

Baca Juga: Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pihaknya pun juga berhasil melakukan penggerebekan di suatu tempat penampungan yang diduga para anak-anak perempuan serta ibu-ibu yang bakal diberangkatkan tidak resmi.

Ditempat itu, tim mendapatkan tiga CPMI berinisal NL (42) warga Banyuwangi, T (21) warga Kabupaten Donggala dan P (27) warga Kabupaten Kairo Provinsi Papua yang akan diberangkatkan di berangkatkan ke negara Malaysia.

"Penampungan itu di Tulungagung dan telah diselamatkan tiga orang CPMI semua perempuan,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.

Tak Mau Kursi Turun Lagi, Armuji Bidik Gen Z jadi Kader Baru PDIP Surabaya

“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang," ujar Ketua PDIP Surabaya itu.

Konflik Lahan di Jember Masih Rawan, DPRD Dorong Peran Posbakum Desa

Konflik tersebut tidak hanya terjadi di kawasan pedesaan, tetapi juga merambah wilayah perkotaan dan berpotensi memicu gesekan sosial di tengah masyarakat.

Surabaya Mulai Kewalahan Tampung Hujan Ekstrem, 12 Sistem Drainase Diperbesar

Pada 2026, DSDABM melakukan intervensi terhadap 12 dari total 30 sistem drainase yang ada di Surabaya.