Kamis, 03 Sep 2026 16:54 WIB

Hendak Berangkat ke Timur Tengah, 87 TKW Ilegal Diamankan di Bandara Juanda

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 28 Jan 2023 16:53 WIB
Para TKW ilegal yang dikumpulkan di Bandara Juanda
Para TKW ilegal yang dikumpulkan di Bandara Juanda

selalu.id - Sebanyak 87 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal ditangkap saat hendak berangkat ke negara timur tengah melalui bandara Juanda, Sidoarjo, Jatim, Sabtu (28/1/2023).

Saat ini puluhan PMI tersebut dibawa ke Shelter Pelayanan dan perlindungan Tenaga Kerja (UPT P2TK) milik Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur, Bendul Merisi.

Baca Juga: Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

"Kami sampaikan ada 87 tenaga kerja atau calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ilegal yang akan diselundupkan ke luar negeri, seluruhnya perempuan dan dapat dicekal di Juanda hari ini," kata Kepala Disnakertrans Jatim, Himawan Estu Bagijo, kepada awak media.

Himawan mengatakan, pemberangkatan PMI ilegal tersebut tidak dilengkapi dokumen-dokumen yang sah. Sehingga, hal ini merupakan kejahatan, nantinya akan di proses ke Polda Jawa Timur.

"Setelah proses di sini, akan kita serahkan ke Polda. Menyerahkan barang bukti paspor tiket dan lain-lain,"ujarnya.

Sementara itu Kepala Badan Perlindungan Pekerja Imigran Indonesia (BP2MI) Benny Ramdhani, menyampaikan bahwa di hari yang sama. Pihaknya juga berhasil menangkap pelaku bernama Agus yang juga jadi pemilik rumah penampungan beberapa PMI yang berada di Tulungagung.

"Dapat alamat penampungan di Desa Ario Jeding RT 03 dan RW 06 kecamtan Rejotanhan, Tulungagung dengan pemilik rumah yang diduga pelaku pengiriman CPMI bernama Agus,"

Baca Juga: Pencuri Truk di Pabrik Gula Jatiroto Lumajang Sudah Tertangkap, Ini Tampangnya

BP2MI pun berhasil mendapat tempat penampungan tersebut dari hasil penelusuran gabungan Dinaskertrans dan Polsek Tulungagung serta.

Benny menjelaskan, awalnya penulusuran dari informasi pada Jumat (27/1/2023). Salah satu CPMI yang berada tempat penampungan di Tulungagung sempat melaporkan dan ingin kembali ke tempat asal.

"Dapat informasi bahwa CPMI tidak ingin melanjutkan proses ketenaga penempatan yaitu malaysia. CPMI itu memohon kepada pemerintah untuk dapat dipulangkan di daerah asal,"ujarnya.

"CPMI itu mengirimkan lokasi atau sharelock kepada kami melalui whatsapp yang beralamat di desa banjarejo kecamatan Rejo Tangan, Kab Tulungagung,"lanjutnya.

Baca Juga: Hapus Stigma Kampungan, Kanwil Kemenag Jatim Gelar Expo Madrasah 2026

Pihaknya pun juga berhasil melakukan penggerebekan di suatu tempat penampungan yang diduga para anak-anak perempuan serta ibu-ibu yang bakal diberangkatkan tidak resmi.

Ditempat itu, tim mendapatkan tiga CPMI berinisal NL (42) warga Banyuwangi, T (21) warga Kabupaten Donggala dan P (27) warga Kabupaten Kairo Provinsi Papua yang akan diberangkatkan di berangkatkan ke negara Malaysia.

"Penampungan itu di Tulungagung dan telah diselamatkan tiga orang CPMI semua perempuan,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ketika Peziarah Terusik dengan Markanya Anjal dan Pengemis di Kawasan Sunan Ampel Surabaya

Aduan tersebut mengalir deras ke hotline Lapor Cak Eri. Sejumlah peziarah mengaku kerap diresahkan oleh aksi anjal yang meminta uang dengan berbagai macam cara.

Resmi Dikelola Pemkab Pasuruan, Rest Area dan Tengger Cultural Center Tosari Siap Dihidupkan

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan komitmennya untuk segera mengaktifkan fasilitas penunjang wisata tersebut.

Gandeng PMI Surabaya, PT PAL Indonesia Kirim Donasi Kemanusiaan Rp83,1 Juta ke Korban Gempa NTT

Berdasarkan komunikasi dan assessment sementara tim lapangan di NTT, bantuan akan difokuskan untuk pemenuhan fasilitas dasar masyarakat terdampak.

Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya Resmi Bergulir, Dibuka Laga Golkar Vs PKB

Ketua Pelaksana Bahlil Mini Soccer 2026 Arif Fathoni mengatakan, antusiasme sekolah dan pelajar untuk mengikuti kompetisi tersebut cukup tinggi.

Dua Atlet Balap Sepeda SEA Games jadi Korban Pelecehan Seksual di Pacet Mojokerto

Keduanya menjadi korban aksi tidak senonoh atau pelecehan seksual di kawasan Jurang Gongso, Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Bupati Subandi Wanti-wanti Petugas Puskesmas Sidoarjo: Birokrat Sifatnya Melayani, Gak Boleh Emosi!

Bukan sekadar urusan medis, sikap para petugas hingga kelayakan fasilitas di Puskesmas dinilai sangat menentukan kualitas pengalaman berobat warga.