Kamis, 04 Jun 2026 14:05 WIB

Reses di Rungkut Lor Arif Fathoni Disambati Soal Kondisi Balai RW

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 25 Jan 2023 23:24 WIB
Arif Fathoni saat reses di Rungkut Lor, Surabaya
Arif Fathoni saat reses di Rungkut Lor, Surabaya

selalu.id - Ketua Fraksi Golkar DPRD Surabaya, Arif Fathoni disambati warga terkait fasilitas masyarakat yang membutuhkan intervensi pemerintah untuk beberapa perbaikan dan pengembangan. Hal ini terungkap saat Toni, sapaan akrab Arif Fathoni menggelar reses di wilayah Rungkut Lor, Rabu (25/1/2023).

Lukman salah satu warga mengatakan, kondisi Balai RW di Rungkut Lor membutuhkan intervensi pemerintah untuk diperbaiki, karena disamping dipakai untuk kegiatan masyarakat, Balai RW juga dipakai PAUD ( Pendidikan Anak Usia Dini)

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Mendapati hal ini, Arif Fathoni menjelaskan, bahwa sebagian besar balai RW yang ada Surabaya memang membutuhkan intervensi pemerintah, namun terkendala karena alas hak, sehingga tidak bisa masuk dalam program APBD. Padahal balai-balai RW juga berfungsi sebagai tempat proses belajar mengajar PAUD, artinya balai RW juga berfungsi sebagai tempat mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan tujuan bernegara.

Mencari solusi atas persoalan ini, Toni berharap agar perusahaan-perusahaan di wilayah Rungkut dapat berpartisipasi dengan menggunakan CSR nya untuk melakukan renovasi sehingga menjadi layak untuk kegiatan warga maupun proses belajar mengajar anak-anak PAUD.

"Saya berharap Mas Walikota Surabaya bisa berdiskusi dengan perusahaan-perusahaan agar menggunakan CSR nya salah satunya untuk merenovasi balai RW yang dipakai untuk kegiatan belajar mengajar PAUD di kota Surabaya," ujarnya.

Lebih spesifik, Toni meminta salah satu PT yang bergerak di bidang perumahan dan sudah diambil alih oleh Pemerintah Kota Surabaya untuk turun tangan mewujudkan harapan masyarakat.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

"Saya berharap PT YeKaPe yang telah diakuisi oleh Pemkot juga berkontribusi memberikan CSR nya untuk terlibat dalam proses renovasi Balai RW yang ada di Kecamatan Rungkut dan Gunung Anyar, agar warga bisa merasakan manfaatnya ketika YKP dan PT YeKaPe sudah diambil alih oleh Pemkot.

"Mereka( PT YeKaPe) selama ini sudah meraih banyak keuntungan ketika menjalankan bisnis perumahan di Rungkut dan Gunung Anyar, agar ada diferensiasi sebelum dan sesudah diakuisisi oleh Pemkot, saya berharap Pemkot bisa memerintahkan PT YeKaPe untuk menggunakan dana CSR nya guna mendukung tujuan bernegara yakni mencerdaskan kehidupan bangsa," pintanya.

Toni melihat belum ada upaya maksimal yang dilakukan perusahaan di wilayah tersebut untuk membantu masyarakat, padahal perusahaan tersebut telah meraih banyak keuntungan dengan melakukan tindakan usaha di wilayah tersebut.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

"Meskipun sudah ada perda tentang tanggung jawab sosial lingkungan perusahaan, namun pelaksanaannya masih belum maksimal karena masih belum jelas antara pelaksanaan CSR dengan bantuan pihak kedua dalam pembangunan di kota Surabaya," bebernya.

"Rungkut ini banyak korporasi nasional bahkan internasional, namun pelaksanaan CSR nya hanya berfokus pada hal-hal yang kurang subtansial. Saya berharap renovasi balai RW yang juga berfungsi sebagai tempat proses belajar mengajar PAUD juga bisa menjadi skala prioritas pelaksanaan CSR. Agar industrialisasi yang ada bisa dirasakan kemanfaatannya untuk masyarakat setempat," pungkasnya. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.