Senin, 17 Agu 2026 13:58 WIB

HUT RI ke-81, Bupati Mojokerto: Kita Jaga Kemerdekaan dengan Persatuan!

Pemkab Mojokerto saat melaksanakan upacara HUT RI ke-81. (Dok. Pemkab Mojokerto).
Pemkab Mojokerto saat melaksanakan upacara HUT RI ke-81. (Dok. Pemkab Mojokerto).

selalu.id - Halaman Kantor Pemkab Mojokerto dipenuhi peserta upacara pada Senin (17/8/2026) dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Upacara dipimpin langsung Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra, yang akrab disapa Gus Barra, sebagai inspektur. Turut hadir jajaran Forkopimda, Wakil Bupati Muhammad Rizal Octavian, Sekda Teguh Gunarko, pimpinan OPD, para camat, kepala Kemenag, direksi BUMD, serta seluruh aparatur Pemkab Mojokerto.

Baca Juga: Tasyakuran HUT ke-81 dengan Nobar Film Kemerdekaan, Wali Kota Eri Cahyadi jadi Aktornya

Teks Proklamasi dibacakan Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto HJ. Ayni Zuroh SE, MM. Kehadiran unsur pemerintah dan masyarakat dalam kegiatan ini disebut sebagai wujud kebersamaan untuk mengisi kemerdekaan.

Usai upacara, Gus Barra menegaskan peringatan 17 Agustus tidak boleh berhenti di seremoni. Ia mengajak seluruh elemen menjadikan momentum ini sebagai penguat persatuan dan dorongan untuk ikut membangun daerah.

“Semangat kemerdekaan ini harus kita isi dengan pembangunan yang membawa kemajuan, keadilan dan kemakmuran bagi seluruh masyarakat Kabupaten Mojokerto,” ujar Gus Barra.

Bupati menekankan pembangunan harus menyentuh semua lapisan, termasuk masyarakat di desa. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan warga adalah kunci agar kemajuan Kabupaten Mojokerto bisa dirasakan merata.

Baca Juga: Malam Tasyakuran di Petrang Jember Diwarnai Saling Suap Tumpeng

Dalam rangkaian HUT ke-81 RI, Pemkab juga menyerahkan penghargaan kepada sejumlah pihak yang berprestasi dan berkontribusi untuk daerah.

Penerimanya berasal dari sektor pendidikan, pemerintahan desa, hingga elemen masyarakat. Gus Barra berharap apresiasi itu bisa memotivasi para penerima dan warga lain untuk terus berkarya bagi Mojokerto.

Selain soal pembangunan, bupati juga menyoroti pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban. Ia menyebut suasana yang aman dan kondusif adalah bagian dari cara positif mengisi kemerdekaan.

Baca Juga: Malam Tasyakuran HUT RI jadi Ruang Ibu-ibu di Barata Jaya Surabaya Bicara Soal SPMB

“Harapan kami, masyarakat dapat mengisi kemerdekaan dengan berbagai kegiatan yang positif dan bermanfaat. Mari bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban dan kenyamanan di lingkungan masing-masing,” katanya.

Gus Barra menambahkan, persatuan dan stabilitas lingkungan akan mendukung kelancaran program pemerintah. Dengan kondisi yang tertib, aktivitas warga sehari-hari juga bisa berjalan lebih nyaman.

“Kalau keamanan dan kenyamanan terjaga, tentu pembangunan bisa berjalan dengan baik dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan tenang,” pungkasnya. (ADV/Kom).

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Polda Jatim Kirim Bantuan Pangan, Dapur, dan Tim Psikologis, ke Lokasi Bencana Gempa di NTT

Dua unit kendaraan dapur lapangan dan dua unit kendaraan pengolahan air bersih turut diberangkatkan guna memenuhi kebutuhan dasar di lokasi bencana.

Pemain dan Penonton Soekarno Cup 2026 Hening Cipta untuk Korban Gempa Flores

Para pemain dari kedua tim yang akan bertanding berdiri berdampingan di tengah lapangan.

Akibat Kebakaran, Diduga 22 Motor di Bengkel KNV Sidoarjo Ikut Hangus

Kendaraan tersebut diduga sebagian besar merupakan milik pelanggan. Kondisi sejumlah motor bahkan ludes hingga hanya menyisakan kerangka setelah terkena kobaran

Kebakaran Dini Hari, Bengkel Modifikasi Racing di Kahuripan Nirwana Ludes

Meski api telah berhasil dipadamkan, penyebab kebakaran belum diketahui. Petugas masih melakukan pendalaman untuk memastikan sumber api.

Bantu Pemadaman Karhutla Bromo, Kepala DPKP Surabaya: Kemanusiaan Tidak Punya Sekat Wilayah Administratif

Bantuan serupa juga pernah diberikan saat kebakaran pabrik kertas PT Sun Paper Source di Mojokerto, juga kebakaran di kawasan Ranu Pane, Lumajang.

Mau Jadikan Rumah di Surabaya untuk Kos? Ini yang Perlu Diperhatikan

Dalam Perda 4/2026, rumah kos memiliki karakteristik berbeda dengan bangunan yang sejak awal sepenuhnya difungsikan sebagai tempat usaha.