Kamis, 01 Okt 2026 04:32 WIB

Bantu Pemadaman Karhutla Bromo, Kepala DPKP Surabaya: Kemanusiaan Tidak Punya Sekat Wilayah Administratif

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 16 Agu 2026 18:50 WIB
DPKP Surabaya saat bantu tugas madamkan api di Bromo.
DPKP Surabaya saat bantu tugas madamkan api di Bromo.

selalu.id - Kemampuan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya dalam menangani situasi darurat tak hanya diuji di dalam wilayah kota. Ketika kebakaran terjadi di daerah lain, personel dan armada DPKP Surabaya juga diterjunkan untuk membantu.

Terbaru, DPKP Surabaya mengirim lima personel untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) pada 9 Agustus 2026.

Baca Juga: Surat Tak Digubris, Pedagang Pasar Buah Tanjungsari 77 Sindir Pemkot Surabaya Lewat Baliho

Saat diterjunkan ke Bromo, tim Damkar Surabaya membawa satu unit fire truck berkapasitas 3.000 liter air, satu mobil Ranger, AFT Backpack, serta perlengkapan keselamatan dan penyelamatan.

Medan kaldera Bromo menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Kondisi pasir yang gembur membuat kendaraan pemadam sempat kesulitan bergerak. Di sisi lain, titik api berada di lereng curam dan dipengaruhi angin kencang.

Kondisi tersebut membuat petugas tak bisa sepenuhnya mengandalkan kendaraan pemadam. AFT Backpack kemudian digunakan untuk membawa perangkat pemadam secara langsung menuju titik api yang sulit dijangkau kendaraan.

Tim DPKP Surabaya menyelesaikan penanganan di sektor yang menjadi tanggung jawabnya sebelum kembali ke Surabaya. Tidak ada personel yang menjadi korban dalam operasi tersebut.

Kepala DPKP Surabaya Laksita Rini Sevriani menegaskan, tugas pemadam dan penyelamatan tidak berhenti pada batas administratif sebuah daerah.

“Borderless Humanitarian Assistance. Kemanusiaan itu tidak memiliki sekat wilayah administratif. Ketika kawasan Bromo atau daerah tetangga membutuhkan bantuan mendesak, perintah Wali Kota sudah jelas, berangkat dan tuntaskan,” kata Laksita.

Bantuan serupa sebelumnya juga diberikan saat kebakaran pabrik kertas PT Sun Paper Source di Mojokerto, kebakaran di kawasan Ranu Pane, hingga kejadian di wilayah perbatasan Surabaya-Gresik.

Kesiapan DPKP Surabaya untuk melakukan perbantuan keluar daerah ditopang sistem penanganan kebakaran yang dibangun di dalam kota.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Sanksi ASN Diterapkan Adil Tanpa Pandang Bulu

Saat ini terdapat 23 Pos Rayon yang tersebar di berbagai wilayah Surabaya. Jarak antarpos rata-rata sekitar 2,5 hingga 3 kilometer untuk memperpendek waktu tempuh petugas menuju lokasi kejadian.

Dengan sistem tersebut, response time DPKP Surabaya berada di kisaran 6,5 menit. Operasionalnya didukung 97 unit kendaraan serta 414 sumur dan tandon yang menjadi sumber air pemadaman.

Dari sisi personel, sekitar 90 persen petugas telah mengantongi sertifikasi Fire Fighter 1 (FF1). Kemampuan tersebut diperkuat dengan sejumlah peralatan, mulai dari empat unit Bronto Skylift, robot pemadam, Heavy Duty Rescue (HDR), hingga kendaraan refill SCBA yang mampu mengisi hingga 50 tabung.

Untuk menjangkau permukiman padat dengan akses jalan sempit, DPKP juga mengoperasikan Fire Bike.

Laksita mengatakan kemampuan tersebut menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai karakter kebakaran, baik di dalam maupun di luar Surabaya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Bidik Potensi Reklame di Ruang Publik Demi Genjot PAD

Bagi DPKP Surabaya, kesiapan penanganan kebakaran bertumpu pada tiga hal utama, yakni kecepatan mencapai lokasi, kemampuan personel menghadapi medan, dan dukungan peralatan yang sesuai dengan karakter kejadian.

Di kesempatan terpisah, anggota Komisi B DPRD Surabaya, Budi Leksono atau Buleks, mengapresiasi langkah tersebut. Menurutnya, pengerahan personel ke luar daerah menunjukkan kapasitas DPKP Surabaya dapat memberi manfaat lebih luas ketika daerah lain membutuhkan bantuan.

“DPKP Surabaya tidak hanya untuk Surabaya saja, tetapi juga untuk melakukan perbantuan di mana-mana. Ini menunjukkan bahwa ketika ada daerah yang membutuhkan bantuan, DPKP Surabaya siap bergerak,” kata Buleks, Minggu (16/8/2026).

Buleks menilai kemampuan tersebut perlu dipertahankan dengan memastikan kesiapan personel, armada, peralatan, hingga sistem respons tetap berjalan optimal.

“Yang penting bukan hanya bagaimana DPKP menangani kebakaran di Surabaya, tetapi juga bagaimana kemampuan yang dimiliki bisa memberikan manfaat ketika daerah lain membutuhkan pertolongan,” ujarnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gerindra Jatim Siapkan Sanksi Pemecatan hingga PAW Bagi Kadernya yang Pesta Sabu di Surabaya

Pihak partai menegaskan tak segan mengambil langkah pemecatan hingga Pergantian Antar Waktu (PAW) jika tuduhan tersebut terbukti secara hukum.

Siapa Pemilik The Alana Hotel Surabaya?

Hotel bintang empat ini berlokasi di Jalan Ketintang Baru I No. 10–12, Surabaya. Lokasinya, tak jauh dari tempat diskotek bahkan Polda Jawa Timur.

Penampakan The Alana Hotel Surabaya, Tempat Pesta Sabu Tiga Kader Gerindra

William menceritakan, kedelapan tamu tersebut datang pada hari yang sama secara bertahap dan memesan tiga kamar langsung di lokasi (walk-in).

Pesan Khusus Gubernur Khofifah saat Lepas 74 Santri Jatim Berlaga di PPSN VI

Kegiatan ini berlangsung hingga 6 Oktober 2026 mendatang, diikuti oleh kontingen santri dari pelbagai provinsi, mulai dari Aceh hingga Papua.

Soal Pesta Narkoba Kader Gerindra di Hotel The Alana Surabaya, Manajemen Cuma Bilang Gini

Tiga dari delapan orang yang diringkus merupakan anggota DPRD aktif tingkat kabupaten di wilayah Jawa Timur dari fraksi Partai Gerindra.

Jatanras Polda Jatim Bongkar Penggelapan Beras Bulog untuk Raskin, 3 Pelaku Diamankan

Sebanyak 9 ton beras yang diperuntukkan bagi warga miskin, khususnya di wilayah Surabaya nekat dijegal dan dijual murah oleh para pelaku.