Minggu, 06 Sep 2026 00:36 WIB

Tembus Medan Ekstrem, Kemensos Berjibaku Kirim Bantuan Korban Gempa Cianjur

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 07 Des 2022 02:07 WIB
Petugas Kemensos membawa bantuan makanan kepada korban gempa Cianjur
Petugas Kemensos membawa bantuan makanan kepada korban gempa Cianjur

selalu.id - Keterputusan akses terhadap makanan merupakan problem mendasar sekaligus krusial bagi masyarakat terdampak bencana. Gempa bumi Cianjur membawa dampak luas, sebagian titik-titik terjauh putus aksesibilitasnya.

Hal ini membuat warga tidak terakses oleh makanan. Untuk membantu masyarakat terdampak, Menteri Sosial Tri Rismaharani meminta semua Unit Pelaksana Teknis (UPT) harus bergerak menyalurkan bantuan permakanan siap santap.

Baca Juga: Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Tim Sentra Mulya Jaya harus menembus Dusun Sarongge Girang, Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur. Berada di bawah kaki Gunung Gede, dusun dengan populasi 153 terisolasi, dan mengalami kelangkaan pangan.

Tim harus berjalan menanjak di pinggang gunung sejauh 1 km. Dengan berjalan kaki, team membawah peralatan berupa tenda, peralatan lain, dan makanan. Jalan setapak yang lincin membutuhkan waktu sekitar hampir 60 menit.

Hal sama dialami team Sentra Terpadu Kartini Temanggung. Mereka menembus mengantarkan bantuan permakanan siap santap ke Desa Bunikasih, Kecamatan Warungkondang di atas bukit. Hal sama dilakukan oleh sentra lain di desa-desa serupa yang mengalami keterisoliran.


"Kami bergerak menjangkau lokasi warga yang terisolir. Team kami membawa dan mendistribusikannya langsung kesana," kata Kepala Sentra Terpadu Kartini Temanggung, Rachmat Koesnadi. Team menghadapi medan ekstrem dengan jalan tanjakan dan turunan curam. Belum lagi jalanan yang terhalang material reruntuhan bangunan.

Cuaca yang tidak menentu juga mempersulit tim untuk menjangkau posko yang berada di lokasi yang agak terisolir sehingga membuat jalanan cenderung licin dan berbahaya untuk dilewati. Namun ini tidak menghalangi berjalannya penyaluran bantuan.

"Kami harus jalan kaki, pakai motor, hujan-hujanan. Namun saya lihat teman - teman yang turun sangat bersemangat dibantu bersama relawan dan TNI untuk mengantarkan ke lokasi tersebut," kata Rachmat.

Baca Juga: 1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Makanan siap santap diproduksi di Posko Lapangan Jagaraksa, Kec. Warungkondang yang dikelola oleh Sentra Terpadu Kartini Temanggung, Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta, dan Sentra Handayani Jakarta.

Dari sini, makanan siap santap tidak hanya disalurkan untuk penyintas di posko. Dilayani juga permintaan makanan dari pengungsi di sekitar posko yang mengambil langsung ke dapur umum.

"Kami juga datang langsung ke posko, membawa untuk keluarganya, untuk lingkungan RT, RW, atau untuk komunitas pengungsi lainnya yang tidak memiliki bahan makanan atau sulit jika harus memasak," kata Rachmat.

Saat menjangkau lokasi terisolir, tim Kemensos juga melakukan pendataan atau asesmen kepada penyintas. Hal ini dimaksudkan agar jumlah bantuan sesuai dengan yang dibutuhkan sehingga tidak berlebihan dan menjadi mubazir. Pendataan juga bertujuan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.

Baca Juga: Gotong Royong Holding Kawasan Industri, SIER Himpun dan Salurkan Bantuan Rp423 Juta untuk Korban Gempa NTT

“Tepat sasaran ini penting, supaya benar bahwa bantuan sampai kepada yang berhak, itu yang menjdi tujuan kita, jangan sampai dimanfaatkan oleh yang tidak terdampak," kata Rachmat.

Penyaluran bantuan permakanan siap santap sangat dirasakan manfaatnya oleh para penyintas.

,"Alhamdulillah, Alhamdulillah sekali, sangat terbantu dengan Kemensos datang mengantar makanan. Sebelumnya enggak ada yang mikirin," kata Ketua RW 009, Desa Bunikasih, Kecamatan Warungkondang, Ucup Saefullah.

Posko Penanganan Bencana Lapangan Jagaraksa sudah menyalurkan 2.160 bantuan permakanan siap santap ke 4 desa di wilayah Kec. Warungkondang. Penyaluran akan terus dilakukan hingga para penyintas mampu mandiri secara perlahan. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.