Jumat, 25 Sep 2026 17:34 WIB

Perkuat Penanganan Remaja Rentan, Kemensos Gandeng Pemerintah Korea

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 02 Des 2022 07:49 WIB
Pilot project kerjasama dengan Korea International Cooperation Agency (KOICA) di Kemensos
Pilot project kerjasama dengan Korea International Cooperation Agency (KOICA) di Kemensos

selalu.id - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Sosial terus memperkuat kerja sama dengan Korea International Cooperation Agency (KOICA). Kerja sama kedua pihak berfokus pada dukungan rehabilitasi sosial untuk remaja rentan di Indonesia.

Sejalan dengan arahan Menteri Sosial Tri Rismaharini, Sentra Handayani Jakarta menjadi lokasi pilot project dari kerja sama tersebut. Hari ini (1/12) Plt. Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Sosial sekaligus Kepala Sentra Handayani Jakarta, Romal Uli Jaya Sinaga menerima audiensi dari Senior Programme Officer KOICA, Kim Hyunyoung dan Project Leader KOICA Kim Taejong.

Baca Juga: 900 Warga Kelurahan Patrang Jember Terima Bantuan Beras, Total Sasaran 1.553 KPM

Pertemuan ini membahas berbagai hal terkait upaya bersama meningkatkan dukungan rehabilitasi sosial untuk remaja rentan di Indonesia.

"Melalui kerja sama ini, kami akan meningkatkan kapasitas kemandirian remaja rentan dan memperkuat dukungan sarana dan prasarana mereka," kata Romal dalam pertemuan itu.

Lingkup kerja sama diarahkan untuk meningkatkan program rehabilitasi sosial, meningkatkan kemampuan operator pusat dan membangun model pusat dukungan rehabilitasi sosial bagi pemuda dari kelompok rentan.

Romal memastikan akan terus mendorong keberlanjutan kerja sama demi memberikan layanan terbaik bagi penerima manfaat seperti remaja rentan.

Baca Juga: Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

"Ini kesempatan yang baik. Sumber daya kita bisa belajar tentang pengelolaan data hingga meningkatkan kapasitas para pekerja sosialnya. Tentu ini untuk kebutuhan pelayanan kepada para penerima manfaat," kata Romal.

Sebelumnya, KOICA telah memberikan kontribusi finansial sebesar US$200.000 untuk pelaksanaan program kerja sama inklusif penanggulangan Covid-19 kepada Kementerian Sosial dan Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta. Bantuan ini untuk fasilitas rehabilitasi sosial dalam peningkatan higienitas para penerima manfaat.

Fasilitas tersebut di antaranya kendaraan ambulans, alat pelindung diri, masker, hand sanitizer, disinfektan, alat penyemprot disinfektan, sabun cuci tangan dan alat rapid test.

Baca Juga: 1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Di tahun 2021, Kementerian Sosial juga mendapatkan hibah dari KOICA berupa kendaraan dan peralatan medis senilai Rp1,3 miliar untuk fasilitas rehabilitasi sosial di Sentra Handayani Jakarta.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh staf Sekretariat Ditjen Rehabilitasi Sosial, Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak dan Sentra Handayani Jakarta. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Tim Gabungan Berjuang Padamkan Karhutla di Lereng Terjal Gunung Limas Ponorogo

Kebakaran yang dilaporkan warga itu menghanguskan sekitar 2 hektare lahan.

Muncul Asap Putih di Mal PTC Surabaya, Pengunjung Heboh

Saat kejadian terdapat kontraktor yang sedang melakukan pekerjaan penggantian cooling tower di PTC.

KPK Geledah Rumah Tersangka Dirjen PPTT Lampri di Nganjuk

Lampri adalah salah satu orang yang ditangkap oleh KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Senin (14/9) lalu.

Jalan Karangbong Sidoarjo Dalam Ancaman Banjir dan Kerusakan, DPRD Bilang Begini

Selain infrastruktur fisik, ulah kendaraan bertonase besar yang melintas tidak sesuai jam operasional turut memicu kerusakan.

Momen Siswa SMP Labschool Unesa 3 Surabaya dan Mahasiswa Asing Belajar Bahasa hingga Kuliner Tradisional

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen nyata SMP Labschool Unesa 3 dalam mencetak generasi muda yang berwawasan global tanpa melupakan akar budaya.

Kapasitas Pelabuhan Meningkat, Pakar UGM: Integrasi Logistik Darat jangan Diabaikan!

Prof. Kuncoro Harto Widodo, mengatakan pertumbuhan arus peti kemas perlu diimbangi dengan penguatan seluruh simpul dalam ekosistem logistik.