Rabu, 22 Jul 2026 21:20 WIB

Dua Korban Kanjuruhan Disebut Tewas karena Kekerasan, Ini Penjelasan PDFI

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 01 Des 2022 12:48 WIB
Anggota Persatuan Dokter Forensik indonesia (PDFI) Jawa Timur, Nabil Bahasuan
Anggota Persatuan Dokter Forensik indonesia (PDFI) Jawa Timur, Nabil Bahasuan

selalu.id - Persatuan Dokter Forensik indonesia (PDFI) Jawa Timur menyebut bahwa hasil autopsi terhadap dua korban tragedi Kanjuruhan tidak terdeteksi adanya terdektesi gas air mata.

"Dari hasil pengumpulan sampel yang ada pada kedua korban. Kami sudah mengumpulkan kepada badan riset dan inovasi nasional dan didapatkan tidak terdeteksi adanya gas air mata tersebut,"kata PDFI Jatim, Nabil Bahasuan, saat ditemui di Universitas Airlangga (Unair), Rabu (30/11/2022).

Baca Juga: Perkuat Konsolidasi di Jawa Timur, Ali Mufthi Pastikan Golkar Hadir Melayani Rakyat

Nabil menjelaskan, penyebab kedua korban Kanjuruhan tersebut dikarenakan kekerasan pada benda tumpul. Untuk korban NDR (16) hasil autopsi adanya patah tulang iga sampai lima patahan.

"Dan disana didapatkan pendarahan yang cukup banyak. Sehingga itu membuat sebab kematiannya,"ujar Nabil.

Sedangkan, untuk adiknya NDB (13) juga mengalami hal yang sama akibat kekerasan benda tumpul menyebabkan tulang dadanya dan iga sebelah kanan juga patah.

"Dari hasil toksikologi tidak terdeteksi adanya gas air mata. Karena kita fokus pada gas air mata untuk toksikologi,"jelasnya.

Baca Juga: Sambangi Bawean, Golkar Jatim Serap dan Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Pulau

"Untuk yang patologi anatomi kita fokus pada keradangan dan nanti akan saya jelaskan nanti di visum dan sudah ada,"lanjutnya.

Dalam proses autopsi, Nabil menerangkan, PDFI Jatim selama satu bulan autopsi korban sejak tanggal 1 Oktober 2022, kata dia, kedua korban tersebut sudah mengalami proses pembusukkan.

"Tentunya bagian-bagian yang masih tersisa. Kan tidak semuanya ada. Ada yang sudah tidak bisa kita ambil,"jelasnya.

Baca Juga: Wapres Gibran Puji Perekonomian Jatim

Lebih lanjut Nabil mengungkapkan, jika dilihat hasil autopsi korban dari tulang-tulang yang patah. Bisa dibayangkan patahnya tulang mengenai organ vital hingga jantung.

" Kalau masih hidup pun penanganannya harus cepat. Jadi memang emergency sekali,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.

DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Desakan itu muncul setelah delapan halte yang telah dipasangi iklan mampu menyumbang PAD sebesar Rp583 juta.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.