Minggu, 06 Sep 2026 14:10 WIB

Dua Korban Kanjuruhan Disebut Tewas karena Kekerasan, Ini Penjelasan PDFI

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 01 Des 2022 12:48 WIB
Anggota Persatuan Dokter Forensik indonesia (PDFI) Jawa Timur, Nabil Bahasuan
Anggota Persatuan Dokter Forensik indonesia (PDFI) Jawa Timur, Nabil Bahasuan

selalu.id - Persatuan Dokter Forensik indonesia (PDFI) Jawa Timur menyebut bahwa hasil autopsi terhadap dua korban tragedi Kanjuruhan tidak terdeteksi adanya terdektesi gas air mata.

"Dari hasil pengumpulan sampel yang ada pada kedua korban. Kami sudah mengumpulkan kepada badan riset dan inovasi nasional dan didapatkan tidak terdeteksi adanya gas air mata tersebut,"kata PDFI Jatim, Nabil Bahasuan, saat ditemui di Universitas Airlangga (Unair), Rabu (30/11/2022).

Baca Juga: Turnamen Mini Soccer Piala Bahlil Lahadalia 2026 Segera Dimulai, Golkar Jatim Pastikan Kesiapan 11 Venue

Nabil menjelaskan, penyebab kedua korban Kanjuruhan tersebut dikarenakan kekerasan pada benda tumpul. Untuk korban NDR (16) hasil autopsi adanya patah tulang iga sampai lima patahan.

"Dan disana didapatkan pendarahan yang cukup banyak. Sehingga itu membuat sebab kematiannya,"ujar Nabil.

Sedangkan, untuk adiknya NDB (13) juga mengalami hal yang sama akibat kekerasan benda tumpul menyebabkan tulang dadanya dan iga sebelah kanan juga patah.

"Dari hasil toksikologi tidak terdeteksi adanya gas air mata. Karena kita fokus pada gas air mata untuk toksikologi,"jelasnya.

Baca Juga: 12 Warga Jatim jadi Korban Penipuan Kerja ke Hong Kong, Kerugian Ratusan Juta

"Untuk yang patologi anatomi kita fokus pada keradangan dan nanti akan saya jelaskan nanti di visum dan sudah ada,"lanjutnya.

Dalam proses autopsi, Nabil menerangkan, PDFI Jatim selama satu bulan autopsi korban sejak tanggal 1 Oktober 2022, kata dia, kedua korban tersebut sudah mengalami proses pembusukkan.

"Tentunya bagian-bagian yang masih tersisa. Kan tidak semuanya ada. Ada yang sudah tidak bisa kita ambil,"jelasnya.

Baca Juga: Kunjungi Lahan Terdampak Kekeringan di Gresik, Mentan Amran Tawarkan Solusi Gak Pake Ribet

Lebih lanjut Nabil mengungkapkan, jika dilihat hasil autopsi korban dari tulang-tulang yang patah. Bisa dibayangkan patahnya tulang mengenai organ vital hingga jantung.

" Kalau masih hidup pun penanganannya harus cepat. Jadi memang emergency sekali,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Membangun Kemandirian Teknologi Industri Maritim Indonesia melalui Robotika Bawah Air dalam Semangat Asta Cita

Laut Indonesia akhirnya bukan hanya menjadi kekayaan yang kita miliki, tetapi juga menjadi tempat kita membangun masa depan.

Bupati Jember Fawait Berangkatkan Peserta Tajemtra Meski Akui Baru Lepas Infus

Ia mengaku tidak ingin meninggalkan masyarakat yang telah datang dari berbagai wilayah untuk mengikuti Tajemtra.

Kolaborasi Pemkab Jember-KAI, 350 Peserta Tajemtra Berangkat ke Tanggul Naik Kereta Khusus

Penggunaan kereta api untuk mengangkut peserta diharapkan dapat memberikan perjalanan yang aman dan nyaman.

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item