Rabu, 22 Jul 2026 18:04 WIB

Gerak Cepat, Wali Kota Eri Kunjungi Korban Kebakaran Rumah di Kedondong

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 05 Nov 2022 13:54 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat meninjau kebakaran rumah di Surabaya
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat meninjau kebakaran rumah di Surabaya

selalu.id - Wali Kota Eri Cahyadi mengunjungi kebakaran rumah yang terjadi di Kedondong Kidul, Surabaya, Sabtu (5/11/2022). Diketahui kebakaran yang terjadi di kawasan padat penduduk tersebut menghanguskan 10 rumah dan 2 orang terluka.

Kepada wartawan, Eri mengatakan dugaan awal penyebab kebakaran ini dari kompor salah satu rumah.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

"Dari rumah yang petak (asal mula api). Masalahnya rumah petak ini kan terdiri dari kayu dan seng. Jadi cepat merambat apinya," ujarnya," kata Eri, saat sidak.

Eri mengatakan, akibat kebakaran itu, sebanyak 14 Kepala Keluarga (KK) dan 44 jiwa ikut terdampak. Ia menyebut, ada beberapa rumah yang terbakar itu tak layak huni.

"Beberapa rumah yang terbakar, karena rumah ini juga kos-kosan tapi yo gak layak. Rumah kos-kosan tapi terbuat dari kayu dan seng," ujarnya.

Kata Eri, sumber api disebut berasal dari salah satu rumah petak. Kemudian merembet ke rumah petak lain, hingga ke rumah permanen.

"Sehingga terbakar langsung habis,"tuturnya.

Dalam kunjungannya, Eri menemukan ada rumah yang mau ambruk. Sehingga, ia meminta Camat Tegalsari untuk memanggil pemilik rumah tersebut agar diperbaiki.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

"Ini ada rumah di ujung yang mau roboh, saya minta Pak Camat untuk memanggil pemilik rumah untuk memperbaiki jangan sampai rumah itu juga mencelakakan orang lain," tegasnya.

Lebih lanjut Eri menyampaikan, Pemkot Surabaya akan memberi bantuan terhadap warga yang terdampak. Apalagi, penghuni rumah atau kos yang terbakar merupakan Warga Surabaya.

"Yang kos ini surabaya semua, tanggung jawab kita, lnshaAllah yang mereka kos akan kami tata sehingga bisa ditempat lain yang lebih layak,"ungkapnya

"Sedangkan rumah pribadi kita sudah koordinasi dengan Baznas menunggu hasil kepolisian setelah hasil keluar kita akan bantu untuk membangunkan rumah milik pribadi semoga bisa cepat,"lanjutnya.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Terpisah, Kabid Operasional Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Surabaya, Wasis Sutikno menyampaikan, pihaknya hanya butuh waktu setengah jam saja untuk memadamkan api pokok.

Petugas PMK pun berhasil memadamkan api dan seluruhnya dinyatakan kondusif pukul 03.45 WIB.

Ia menambahkan, sebanyak 15 mobil pemadam dikerahkan untuk membantu dua mobil tangki air milik Dinas Lingkungan Hidup. Ditambahkan, ada dua orang korban luka dalam kejadian ini

"Satu orang luka parut di perut karena membantu pemadaman penanganan di lokasi, satu orang luka bakar pada sikut," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.

Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Ditetapkan Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Berdasarkan hasil penyidikan, sekitar Rp7 miliar dari total kerugian negara diduga digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka.