Kamis, 22 Okt 2026 07:57 WIB

Diterjang Hujan Angin, Posko Peduli Bencana Pemkot Surabaya Ambruk

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 24 Okt 2022 20:25 WIB
Posko bantuan di Balai Kota Surabaya ambruk
Posko bantuan di Balai Kota Surabaya ambruk

selalu.id - Posko 'Bangga Surabaya Peduli' untuk bantuan korban bencana banjir Wilayah Jawa Timur milik BPBD Surabaya, ambruk, Senin (24/10/2022).

Posko yang berada di Halaman Balai Kota Surabaya itu ambruk dikarenakan diterjang hujan deras sekitar pukul 17.00 WIB.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya, Ridwan Mubarun mengatakan, saat peristiwa itu terjadi dirinya sedang berada didalam posko tersebut.

Ia menyampaikan, sebelum ambruk, terjadi hujan deras dilokasi posko. Kemudian ada air hujan yang menggantung, karena tak kuat menahan air yang semakin bertambah. Akhirnya ambruk.

"Ambruk patah tiangnya. Jadi tadi hujan, ada tiang yang ngantung airnya (tenda posko). Tiangnya tak mampu akhirnya patah, saya kejadian itu saya di dalam tadi gakpp aman,"kata Ridwan, saat dihubungi selalu.id.

Terkait barang-barang bantuan bencana, Ridwan menerangkan, tidak ada masalah dengan barangnya. Namun, sementara pihaknya memindahkan dulu.

" Aman sementara kita memindahkan dulu karena komputer tak bisa dipakai. Jadi kita harus masukin (pindahkan),"terangnya.

Baca Juga: Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider

Lebih lanjut Ridwan menambahkan, dalam pantauannya hujan merata di seluruh wilayah Surabaya. Ia memastikan, sampai saat ini belum ada pohon tumbang maupun genangan.

"Hujannya ini merata seluruhnya hujan. Belum tahu (pohon tumbang) anginnya begitu gak kencang. Tumbang belum ada info genangan belum ada, masih belum tahu,"pungkasnya.

Sementara itu, Plt Kepala BPBD Surabaya, Hidayat Syah mengatakan, posko yang ambruk tersebut juga dikarenakan truk pengangkut barang yang tak sengaja menabrak tiang.

Hidayat menjelaskan, saat itu pihaknya memindahkan barang bantuan ke dalam truk. Namun, truk terlalu mundur hingga menabrak tiang.

Baca Juga: 45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

"Jadi hujan deras, kita kan masukin barang. Tadi automatis truknya agak mundur. Masuk kedalam kena tiang. Kesenggol, kita masukin barang untuk besok itu, mengirim 5 truk atau tiga truk ke Sidoarjo,"kata Hidayat.

"Hujan deras (barang bantuan) pindah ke truk. Kalau airnya masuk ketenda itu basah dalamnya, kita pindahkan,"lanjutnya.

Ia menambahkan, truk-truk pengangkut barang bantuan itu stanby di halaman Balai Kota Surabaya. Truk itu berisi berbagai barang bantuan dari masyarakat

"Kita stanby truk di taman surya (dihalaman yang biasanya jadi tempat upacara) itu juga. Jadi disitu isinya 150 sembako, 50 kasur lipat, 50 daster, 50 alat mandi, 50 celana dalam laki perempuan"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Langkah Pemkab Mojokerto ini diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi hingga musim hujan.

Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Irjen Dekananto memastikan Polisi Jogo Sekolah tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan memberi manfaat nyata bagi pendidikan di Jatim.

Sindikat Pengoplos LPG Subsidi Digulung Polres Pasuruan, 8 Orang Diamankan

Nilai penjualan ditaksir mencapai Rp300 juta dengan proyeksi keuntungan pihak B-P hingga Rp1 miliar, yang kini masih terus didalami penyidik.

Pemkab Sidoarjo Jemput Bola Layanan Usaha, Minta Perusahaan Rekrut 80% Pekerja Lokal

Pemkab Sidoarjo meminta dunia usaha memberikan prioritas kepada warga ber-KTP Sidoarjo dalam perekrutan tenaga kerja melalui layanan one desk stop service.

DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Praktik tersebut dinilai sangat merugikan dan menghambat masa depan siswa untuk melanjutkan studi maupun melangkah ke dunia kerja.

Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

Polda Jatim juga menyoroti bahwa simpul utama praktik ODOL berakar pada komitmen bisnis antara pemilik barang (shipper) dan pengusaha angkutan (transporter).