Minggu, 06 Sep 2026 20:16 WIB

Diterjang Hujan Angin, Posko Peduli Bencana Pemkot Surabaya Ambruk

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 24 Okt 2022 20:25 WIB
Posko bantuan di Balai Kota Surabaya ambruk
Posko bantuan di Balai Kota Surabaya ambruk

selalu.id - Posko 'Bangga Surabaya Peduli' untuk bantuan korban bencana banjir Wilayah Jawa Timur milik BPBD Surabaya, ambruk, Senin (24/10/2022).

Posko yang berada di Halaman Balai Kota Surabaya itu ambruk dikarenakan diterjang hujan deras sekitar pukul 17.00 WIB.

Baca Juga: Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya, Ridwan Mubarun mengatakan, saat peristiwa itu terjadi dirinya sedang berada didalam posko tersebut.

Ia menyampaikan, sebelum ambruk, terjadi hujan deras dilokasi posko. Kemudian ada air hujan yang menggantung, karena tak kuat menahan air yang semakin bertambah. Akhirnya ambruk.

"Ambruk patah tiangnya. Jadi tadi hujan, ada tiang yang ngantung airnya (tenda posko). Tiangnya tak mampu akhirnya patah, saya kejadian itu saya di dalam tadi gakpp aman,"kata Ridwan, saat dihubungi selalu.id.

Terkait barang-barang bantuan bencana, Ridwan menerangkan, tidak ada masalah dengan barangnya. Namun, sementara pihaknya memindahkan dulu.

" Aman sementara kita memindahkan dulu karena komputer tak bisa dipakai. Jadi kita harus masukin (pindahkan),"terangnya.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Lebih lanjut Ridwan menambahkan, dalam pantauannya hujan merata di seluruh wilayah Surabaya. Ia memastikan, sampai saat ini belum ada pohon tumbang maupun genangan.

"Hujannya ini merata seluruhnya hujan. Belum tahu (pohon tumbang) anginnya begitu gak kencang. Tumbang belum ada info genangan belum ada, masih belum tahu,"pungkasnya.

Sementara itu, Plt Kepala BPBD Surabaya, Hidayat Syah mengatakan, posko yang ambruk tersebut juga dikarenakan truk pengangkut barang yang tak sengaja menabrak tiang.

Hidayat menjelaskan, saat itu pihaknya memindahkan barang bantuan ke dalam truk. Namun, truk terlalu mundur hingga menabrak tiang.

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

"Jadi hujan deras, kita kan masukin barang. Tadi automatis truknya agak mundur. Masuk kedalam kena tiang. Kesenggol, kita masukin barang untuk besok itu, mengirim 5 truk atau tiga truk ke Sidoarjo,"kata Hidayat.

"Hujan deras (barang bantuan) pindah ke truk. Kalau airnya masuk ketenda itu basah dalamnya, kita pindahkan,"lanjutnya.

Ia menambahkan, truk-truk pengangkut barang bantuan itu stanby di halaman Balai Kota Surabaya. Truk itu berisi berbagai barang bantuan dari masyarakat

"Kita stanby truk di taman surya (dihalaman yang biasanya jadi tempat upacara) itu juga. Jadi disitu isinya 150 sembako, 50 kasur lipat, 50 daster, 50 alat mandi, 50 celana dalam laki perempuan"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.

Tak Cukup Andalkan TPA, Jakarta Barat Belajar Pengolahan Sampah dari Sidoarjo

"Penting sekali menguatkan pengurangan sampah atau pengolahan sampah itu dari TPS 3R,” ujar Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Iin Mutmainnah.

Membangun Kemandirian Teknologi Industri Maritim Indonesia melalui Robotika Bawah Air dalam Semangat Asta Cita

Laut Indonesia akhirnya bukan hanya menjadi kekayaan yang kita miliki, tetapi juga menjadi tempat kita membangun masa depan.