Selasa, 21 Jul 2026 22:42 WIB

Diterjang Hujan Angin, Posko Peduli Bencana Pemkot Surabaya Ambruk

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 24 Okt 2022 20:25 WIB
Posko bantuan di Balai Kota Surabaya ambruk
Posko bantuan di Balai Kota Surabaya ambruk

selalu.id - Posko 'Bangga Surabaya Peduli' untuk bantuan korban bencana banjir Wilayah Jawa Timur milik BPBD Surabaya, ambruk, Senin (24/10/2022).

Posko yang berada di Halaman Balai Kota Surabaya itu ambruk dikarenakan diterjang hujan deras sekitar pukul 17.00 WIB.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya, Ridwan Mubarun mengatakan, saat peristiwa itu terjadi dirinya sedang berada didalam posko tersebut.

Ia menyampaikan, sebelum ambruk, terjadi hujan deras dilokasi posko. Kemudian ada air hujan yang menggantung, karena tak kuat menahan air yang semakin bertambah. Akhirnya ambruk.

"Ambruk patah tiangnya. Jadi tadi hujan, ada tiang yang ngantung airnya (tenda posko). Tiangnya tak mampu akhirnya patah, saya kejadian itu saya di dalam tadi gakpp aman,"kata Ridwan, saat dihubungi selalu.id.

Terkait barang-barang bantuan bencana, Ridwan menerangkan, tidak ada masalah dengan barangnya. Namun, sementara pihaknya memindahkan dulu.

" Aman sementara kita memindahkan dulu karena komputer tak bisa dipakai. Jadi kita harus masukin (pindahkan),"terangnya.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Lebih lanjut Ridwan menambahkan, dalam pantauannya hujan merata di seluruh wilayah Surabaya. Ia memastikan, sampai saat ini belum ada pohon tumbang maupun genangan.

"Hujannya ini merata seluruhnya hujan. Belum tahu (pohon tumbang) anginnya begitu gak kencang. Tumbang belum ada info genangan belum ada, masih belum tahu,"pungkasnya.

Sementara itu, Plt Kepala BPBD Surabaya, Hidayat Syah mengatakan, posko yang ambruk tersebut juga dikarenakan truk pengangkut barang yang tak sengaja menabrak tiang.

Hidayat menjelaskan, saat itu pihaknya memindahkan barang bantuan ke dalam truk. Namun, truk terlalu mundur hingga menabrak tiang.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

"Jadi hujan deras, kita kan masukin barang. Tadi automatis truknya agak mundur. Masuk kedalam kena tiang. Kesenggol, kita masukin barang untuk besok itu, mengirim 5 truk atau tiga truk ke Sidoarjo,"kata Hidayat.

"Hujan deras (barang bantuan) pindah ke truk. Kalau airnya masuk ketenda itu basah dalamnya, kita pindahkan,"lanjutnya.

Ia menambahkan, truk-truk pengangkut barang bantuan itu stanby di halaman Balai Kota Surabaya. Truk itu berisi berbagai barang bantuan dari masyarakat

"Kita stanby truk di taman surya (dihalaman yang biasanya jadi tempat upacara) itu juga. Jadi disitu isinya 150 sembako, 50 kasur lipat, 50 daster, 50 alat mandi, 50 celana dalam laki perempuan"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.