Selasa, 21 Jul 2026 16:16 WIB

LBH Sebut Gas Air Mata Menjadi Pemicu Kepanikan Penonton di Stadion Kanjuruhan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 05 Okt 2022 16:27 WIB
Gas air mata di Stadion Kanjuruhan saat kerusuhan usai pertandingan Persebaya vs Arema
Gas air mata di Stadion Kanjuruhan saat kerusuhan usai pertandingan Persebaya vs Arema

selalu.id - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Indonesia menyebut gas air mata menjadi pemicu kepanikan penonton dan berujung tragedi yang menewaskan ratusan orang.

"Gas air mata menjadi pemicu yang pada akhirnya terjadi penumpukan penonton yang ingin keluar mengingat akses (pintu) sedikit,"kata Koordinator LBH Surabaya Pos Malang, Daniel Alexander Siagian, saat daring zoom usut tuntas tragedi Kanjuruhan, Rabu (5/10/2022).

Baca Juga: Setelah Lumat Singo Edan, Bajul Ijo Taklukkan Badai Pasifik

Daniel menjelaskan, penggunaan gas air mata merupakan penyalahgunaan dan tindakan berlebihan. Sebab, aparat tersebut menembak secara beruntun ke tribun ataupun ke bangku penonton.

"Tindakan berlebihan itu (aparat) menyalahi protap dan prosedur itu sendiri, yang juga melanggar aturan FIFA nomor 19b,"ujar Daniel.

Pihaknya pun telah meriset stadion Kanjuruhan, yakni bagian kurva selatan dan tempat VIP. Ia menyebut, tempat tersebut banyak menelan korban jiwa yakni anak-anak, perempuan dan orang dewasa.

"Ada kurva ada beberapa gerbang dan pintu salah satunya 11, 12, 13 (gate pintu) dalam keterangan korban hanya satu yang terbuka dari pintu yang lainnya,"jelasnya.

Baca Juga: Hasil Super League: Persebaya Surabaya Bantai Arema FC 0-4

Dari beberapa pintu tersebut, lanjutnya, aksesnya sangat cukup sempit. Sehingga, para suporter memaksa ringsek atau membobol pintu tersebut untuk keluar.

"Akhirnya dibuka banyak korban jiwa yang berjatuhan. Bahkan, desakan over kapasitas. dan juga penonton penuh memasuki kurva,"ungkapnya.

Lebih lanjut Daniel menyampaikan, bahwa kejadian tersebut bukan kecelakaan biasa. Namun, peristiwa tersebut adalah tragedi kemanusiaan.

Baca Juga: Kapolda Jatim Satukan Aremania dan Bonek, Sepakat Tak Ada Rivalitas di Luar Lapangan

Daniel menilai bahwa Polri harus mengevaluasi standar pengamanan, terutama dalam stadion sepak bola.

" Terjadi bentuk-bentuk kekerasan melalui insiden Kanjuruhan ini,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

MTQ ke-32 Kabupaten Sidoarjo Resmi Ditutup, Berikut Daftar Juaranya

Fenny mengatakan lomba ini sejalan dengan upaya mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.