Selasa, 08 Sep 2026 05:13 WIB

LBH Sebut Gas Air Mata Menjadi Pemicu Kepanikan Penonton di Stadion Kanjuruhan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 05 Okt 2022 16:27 WIB
Gas air mata di Stadion Kanjuruhan saat kerusuhan usai pertandingan Persebaya vs Arema
Gas air mata di Stadion Kanjuruhan saat kerusuhan usai pertandingan Persebaya vs Arema

selalu.id - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Indonesia menyebut gas air mata menjadi pemicu kepanikan penonton dan berujung tragedi yang menewaskan ratusan orang.

"Gas air mata menjadi pemicu yang pada akhirnya terjadi penumpukan penonton yang ingin keluar mengingat akses (pintu) sedikit,"kata Koordinator LBH Surabaya Pos Malang, Daniel Alexander Siagian, saat daring zoom usut tuntas tragedi Kanjuruhan, Rabu (5/10/2022).

Baca Juga: Setelah Lumat Singo Edan, Bajul Ijo Taklukkan Badai Pasifik

Daniel menjelaskan, penggunaan gas air mata merupakan penyalahgunaan dan tindakan berlebihan. Sebab, aparat tersebut menembak secara beruntun ke tribun ataupun ke bangku penonton.

"Tindakan berlebihan itu (aparat) menyalahi protap dan prosedur itu sendiri, yang juga melanggar aturan FIFA nomor 19b,"ujar Daniel.

Pihaknya pun telah meriset stadion Kanjuruhan, yakni bagian kurva selatan dan tempat VIP. Ia menyebut, tempat tersebut banyak menelan korban jiwa yakni anak-anak, perempuan dan orang dewasa.

"Ada kurva ada beberapa gerbang dan pintu salah satunya 11, 12, 13 (gate pintu) dalam keterangan korban hanya satu yang terbuka dari pintu yang lainnya,"jelasnya.

Baca Juga: Hasil Super League: Persebaya Surabaya Bantai Arema FC 0-4

Dari beberapa pintu tersebut, lanjutnya, aksesnya sangat cukup sempit. Sehingga, para suporter memaksa ringsek atau membobol pintu tersebut untuk keluar.

"Akhirnya dibuka banyak korban jiwa yang berjatuhan. Bahkan, desakan over kapasitas. dan juga penonton penuh memasuki kurva,"ungkapnya.

Lebih lanjut Daniel menyampaikan, bahwa kejadian tersebut bukan kecelakaan biasa. Namun, peristiwa tersebut adalah tragedi kemanusiaan.

Baca Juga: Kapolda Jatim Satukan Aremania dan Bonek, Sepakat Tak Ada Rivalitas di Luar Lapangan

Daniel menilai bahwa Polri harus mengevaluasi standar pengamanan, terutama dalam stadion sepak bola.

" Terjadi bentuk-bentuk kekerasan melalui insiden Kanjuruhan ini,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Fenomena Gunung di Indonesia Erupsi Bersamaan, Mbah Rono Bilang Begini

Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki dilarang keras mendekat atau beraktivitas dalam radius aman 3 kilometer dari pusat kawah.

Daftar 6 Gunung di Indonesia yang Kini Berstatus Siaga

Masyarakat pun diimbau untuk terus memantau arahan resmi dari PVMBG, serta menyiapkan langkah antisipasi terhadap dampak abu vulkanik.

Air Keruh Berbau Kimia Teror Warga Surabaya, Ini Dugaan Penyebabnya

Untuk mengungkap fenomena ini, DPRD Surabaya bakal panggil BBWS dan Perum Jasa Tirta I pekan depan.

Tekan Emisi dan Dukung UMKM, PGN Masifkan Pemanfaatan Gas Bumi di Sidoarjo

Kehadiran gas bumi diproyeksikan mampu menjadi jawaban atas kebutuhan energi yang aman, efisien, dan praktis bagi kawasan industri maupun pemukiman.

Momen Pemkot Mojokerto Gelar Pelatihan Kuliner Kekinian bagi Warga Binaan

Pelatihan difokuskan pada keterampilan praktis yang adaptif terhadap tren pasar saat ini, seperti pembuatan minuman ala kafe hingga olahan keripik.

DPRD Surabaya Desak Evaluasi Total OPD Buntut Kasus Pungli Rekrutmen Kepegawaian

DPRD Surabaya mengatakan bahwa penindakan terhadap oknum yang terlibat dinilai tidak cukup tanpa adanya pembenahan sistem secara menyeluruh.