Jumat, 23 Okt 2026 20:31 WIB

LBH Sebut Gas Air Mata Menjadi Pemicu Kepanikan Penonton di Stadion Kanjuruhan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 05 Okt 2022 16:27 WIB
Gas air mata di Stadion Kanjuruhan saat kerusuhan usai pertandingan Persebaya vs Arema
Gas air mata di Stadion Kanjuruhan saat kerusuhan usai pertandingan Persebaya vs Arema

selalu.id - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Indonesia menyebut gas air mata menjadi pemicu kepanikan penonton dan berujung tragedi yang menewaskan ratusan orang.

"Gas air mata menjadi pemicu yang pada akhirnya terjadi penumpukan penonton yang ingin keluar mengingat akses (pintu) sedikit,"kata Koordinator LBH Surabaya Pos Malang, Daniel Alexander Siagian, saat daring zoom usut tuntas tragedi Kanjuruhan, Rabu (5/10/2022).

Baca Juga: Setelah Lumat Singo Edan, Bajul Ijo Taklukkan Badai Pasifik

Daniel menjelaskan, penggunaan gas air mata merupakan penyalahgunaan dan tindakan berlebihan. Sebab, aparat tersebut menembak secara beruntun ke tribun ataupun ke bangku penonton.

"Tindakan berlebihan itu (aparat) menyalahi protap dan prosedur itu sendiri, yang juga melanggar aturan FIFA nomor 19b,"ujar Daniel.

Pihaknya pun telah meriset stadion Kanjuruhan, yakni bagian kurva selatan dan tempat VIP. Ia menyebut, tempat tersebut banyak menelan korban jiwa yakni anak-anak, perempuan dan orang dewasa.

"Ada kurva ada beberapa gerbang dan pintu salah satunya 11, 12, 13 (gate pintu) dalam keterangan korban hanya satu yang terbuka dari pintu yang lainnya,"jelasnya.

Baca Juga: Hasil Super League: Persebaya Surabaya Bantai Arema FC 0-4

Dari beberapa pintu tersebut, lanjutnya, aksesnya sangat cukup sempit. Sehingga, para suporter memaksa ringsek atau membobol pintu tersebut untuk keluar.

"Akhirnya dibuka banyak korban jiwa yang berjatuhan. Bahkan, desakan over kapasitas. dan juga penonton penuh memasuki kurva,"ungkapnya.

Lebih lanjut Daniel menyampaikan, bahwa kejadian tersebut bukan kecelakaan biasa. Namun, peristiwa tersebut adalah tragedi kemanusiaan.

Baca Juga: Kapolda Jatim Satukan Aremania dan Bonek, Sepakat Tak Ada Rivalitas di Luar Lapangan

Daniel menilai bahwa Polri harus mengevaluasi standar pengamanan, terutama dalam stadion sepak bola.

" Terjadi bentuk-bentuk kekerasan melalui insiden Kanjuruhan ini,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Angkat Kembali Identitas Daerah, Kawasan Perbatasan Sidoarjo-Surabaya Bakal Ditata Ulang

Lokasi yang menjadi sasaran penataan berada di perbatasan Kelurahan Menanggal, Kecamatan Gayungan, Surabaya, dengan Desa Wadungasri, Kecamatan Waru, Sidoarjo.

Polda Jatim Gulung 1.212 Tersangka dalam Operasi Sikat Semeru 2026

Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi kejahatan yang paling mendominasi.

Keluh Warga Bratang Gede Surabaya soal Pemotongan Unggas, Baunya Menyengat dan Bising

Warga mengaku terganggu setiap malam akibat suara truk, ayam, hingga mesin yang beroperasi hingga pagi hari. Baunya menyengat dan bikin bising.

Korban Tewas dalam Karhutla Bromo Bertambah, Kini jadi 6 Orang

Gugurnya Suraji menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). 

Mahasiswa yang Bawa Brass Knuckle saat Demo di Surabaya Ditetapkan Tersangka

Saat ini, polisi masih mendalami tujuh orang yang diperiksa intensif. Sementara tiga lainnya sudah dipulangkan.

Gandeng PMI dan Unair, Yayasan Amway Peduli Edukasi Pentingnya Gut Health

Menjaga kondisi tubuh membutuhkan pendekatan menyeluruh melalui pola makan seimbang, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup.