Jumat, 04 Sep 2026 15:42 WIB

Menkes Minta RSU dr Soetomo Khusus Tangani Pasien Covid-19 dengan Gejala Berat

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 24 Jun 2020 23:46 WIB

Surabaya (selalu.id) - Menteri Kesehatan (Menkes), Letjen TNI (Purn) Terawan Agus Putranto meminta agar RSU dr Soetomo khusus menjadi rujukan bagi pasien Covid-19 dengan kategori gejala berat. Ia menilai, fasilitas peralatan dan penanganan oleh tenaga medis yang mumpuni bisa untuk pasien yang perlu penanganan khusus.

"Kami tadi juga mendengarkan laporannya secara detil memang kuncinya adalah direlaksasi pasien yang berat atau berat sekali itu tidak bercampur menjadi satu dengan yang sedang maupun yang ringan. Jadi harus ada relaksasi yang sedang dan ringan harus bisa dipindahkan ke rumah sakit lain khususnya kalau ini dalam hal ini Rumah Sakit Lapangan (di Jalan Indrapura Surabaya)," kata Terawan saat di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (24/6/2020) petang.

Baca Juga: Fraksi PDIP Semprit Pemprov Jatim Soal P-APBD 2026: Tambahan Belanja Rp2,64 Triliun Jangan Cuma jadi SiLPA!

Menurutnya, dengan pemilihana kategori pasien itu, maka kondisi RSU dr Soetomo akan menjadi lebih rileks.

"Dokter-dokter akan fokus untuk memberikan pelayanan sehingga pada angka kematian yang kita harapkan bisa turun bisa terjadi," ujarnya.

Sedangkan yang masih dirawat, kata dia, memang ada beberapa termasuk ada dokter yang juga masih mengalami keadaan yang berat.

"Kita tetap usahakan dengan sekuat tenaga supaya keadaan beliau-beliau ini yang merupakan pejuang di garis depan untuk Covid-19 ini bisa peroleh pemulihan dan kesembuhan," tuturnya.

Baca Juga: Turnamen Mini Soccer Piala Bahlil Lahadalia 2026 Segera Dimulai, Golkar Jatim Pastikan Kesiapan 11 Venue

"Kami terus berkoordinasi termasuk kendala-kendala yang dihadapi supaya rumah sakit di Surabaya ini juga mengalami relaksasi yang baik fokus pada yang berat. Sedangkan yang ringan bisa dirawat di rumah sakit lapangan dan yang tidak bergejala bisa dirawat secara mandiri," imbaunya.

Ia juga berharapkan RS swasta bisa membantu merelaksasikan pasien dan menangani untuk katehori ringan dan sedang.

"Saya melalui Dirjen Pelayanan Kesehatan juga kumpulkan lagi kepala-kepala RS. Mereka juga menyepakati untuk membantu supaya tidak terjadi penumpukan untuk pasien ringan dan sedang ke rumah sakit rujukan," ungkapnya.

Baca Juga: 12 Warga Jatim jadi Korban Penipuan Kerja ke Hong Kong, Kerugian Ratusan Juta

Ia berharap pemilihan RS penanganan pasien sesuai kategori kedaruratan itu bisa segera terlaksana atas kesepakatan atau komitmen telah berlangsung dengan baik.

"Saya yakin dengan penanganan yang tepat, maka angka kematiannya bisa turun dengan drastis," pungkasnya. (jay)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.

Lepas Puluhan Tukik ke Laut, PMI Surabaya Ikut Dukung Pelestarian Penyu di Banyuwangi

Ketua Harian PMI Surabaya, Taufik Rohman, turut melepas langsung puluhan tukik tersebut ke laut.