Kamis, 23 Jul 2026 00:25 WIB

Apresiasi Pemain Timnas U-16 Asal Jatim, Gubernur Khofifah: Bangun Superteam

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 28 Agu 2022 14:05 WIB
Gubernur Khofifah bersama pemain Timnas U-16 di Grahadi, Surabaya
Gubernur Khofifah bersama pemain Timnas U-16 di Grahadi, Surabaya

selalu.id - Usai menjadi juara di ajang Piala AFF U-16 pada 12 Agustus 2022 lalu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara khusus mengundang pemain timnas Indonesia U-16 asal Jatim ke Gedung Negara Grahadi pada Sabtu (27/8/2022) petang.

Undangan istimewa ini adalah bentuk rasa bangganya atas kemenangan Timnas Indonesia U-16 yang keluar sebagai juara Piala AFF dan mengharumkan nama bangsa Indonesia khususnya Jawa Timur.

Baca Juga: Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mojokerto Bakal Digelar di GOR Seni Majapahit

Sebagaimana diketahui, di timnas Indonesia U-16 tersebut, ada 6 orang pemain yang berasal dari Jatim. Dan petang ini, 4 orang pemain diantaranya hadir memenuhi undangan Gubernur Khofifah di Grahadi.

Mereka adalah Muhammad Rizki Afrizal asal Blitar, Figo Dennis Saprutananto asal Kota Probolinggo, Arkhan Kaka Putra asal Blitar, dan Muhammad Narendra Tegar Islami asal Kota Mojokerto. Sedangkan 2 lainnya yang tidak bisa hadir secara langsung diketahui sedang ada laga di Jakarta.

Atas prestasi tinggi yang telah dicapai oleh anak-anak muda asal Jatim ini, Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa jangan mengedepankan ke-aku-an pada kerja sebuah tim. Sebab, menurutnya kunci suksesnya sebuah tim adalah dengan menjadi Superteam.

"Dalam sebuah tim, kerja bersama sangat dibutuhkan. Tidak ada lagi aku, tapi yang ada adalah kita dan kami. Dan sekarang terbukti secara nyata, bahwa dengan menghilangkan ke-aku-an maka terbentuklah superteam itu," ungkap Gubernur Khofifah.

"Siapapun yang punya kesempatan mengendalikan bola, di situlah fungsi anggota lainnya untuk memberikan support sebagai super team," tambahnya.

Khofifah menegaskan bahwa superteam yang ia sampaikan pada para pemain timnas U-16 itu, telah ia terapkan dalam menjalankan Pemprov Jatim. Kerjasama dan sinergi dibangun untuk mencapai tujuan bersama. Bahkan menurutnya, menjalankan roda pemerintahan tak ubahnya seperti olahraga sepak bola.

"Olahraga sepak bola adalah referensi luar biasa untuk membangun kerjasama di seluruh unit Pemprov Jatim. Kita harus bersinergi dan berkolaborasi untuk membentuk superteam," katanya.

Gubernur yang menyukai olahraga sepak bola ini juga menyampaikan harapannya agar kesuksesan timnas U-16 tidak berhenti sampai di sini saja. Melainkan akan terus lari kencang membanggakan Indonesia di forum internasional.

"Terima ksih atas dukungan PSSI, KONI dan seluruh doa dari orang tua serta keluarga. Mudah-mudahan pertemuan sore ini bisa memberikan penguatan dan semangat bagi anak-anak kita tercinta untuk mencapai prestasi terbaik selanjutnya," katanya.

"Sampaikan salam hormat saya bagi kedua teman kita yang sedang berlaga di Jakarta," ucapnya menambahkan.

Baca Juga: Perkuat Konsolidasi di Jawa Timur, Ali Mufthi Pastikan Golkar Hadir Melayani Rakyat

Mantan Menteri Sosial RI ini kemudian juga tak henti mengungkapkan rasa bangganya kepada para putra daerah yang sukses mengharumkan nama bangsa ini.

"Saya bersyukur dan bangga bahwa mereka telah mencapai kemenangannya. Saya harap mereka akan terus melaju sukses dan mengharumkan bangsa Indonesia di forum-forum internasional lainnya," pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum PSSI Dyan Puspito Rini mengungkapkan bahwa para pemain timnas U-16 yang hadir ini patut dijuluki sosok Patriot Olahraga. Sebab, meski baru berusia 16 tahun, mereka telah memberikan gol-gol cantiknya di ajang tertinggi se-Asia Tenggara.

"Ini juga tidak lepas dari peran KONI Jawa Timur, Dispora di kota Kabupaten, Askab/Askot PSSI Jawa Timur yang membina mereka semua dari tingkat dasar," ucapnya.

Bahkan, Dyan menyebut bahwa Jatim adalah barometer pemain sepak bola Indonesia. Sebab, 6 orang pemain berasal dari Jatim.

"Bisa dibuktikan bahwa 6 pemain ini asal Jatim. Saat ini yang hadir hanya 4 Bu Gubernur. Karena 2 orang lainnya sedang turnamen FA di Jakarta," tuturnya.

Baca Juga: DPRD Jatim Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Berikut Catatan Penting untuk Pemprov

Dirinya berharap Jawa Timur bisa selalu mempunyai _Grassroot_ atau akar rumput yang besar. Sebab, menurutnya prestasi dan capaian luar biasa tidak ada artinya jika tidak dibina bersama-sama.

"Harapannya akar rumput atlet di Jatim akan selalu besar. Sebab, Ibu jika pembinaan di tingkat dasar ini kosong dan tidak berkualitas. Maka peran pembinaan ditingkat dasar sangat diperlukan," harapnya.

Ditemui usai memamerkan teknik jugling di hadapan Gubernur Khofifah, Arkhan Kaka salah satu pemain asal Kabupaten Blitar mengungkapkan bahwa dirinya sedari usia 4 tahun telah mengikuti Sekolah Sepak Bola (SSB). Dirinya pun mengungkapkan rasa bangganya atas apresiasi yang diberikan oleh Gubernur Khofifah.

"Kami bangga dan tidak menyangka bahwa Ibu Gubernur akan memberikan apresiasi setinggi ini kepada kami semuanya. Kami berharap komitmen dan semangat kami akan terus bertambah seiring dengan persiapan piala Asia," ungkapnya.

Selain orang tua Arkhan Kaka, Arlia Andriani (41) menyampaikan bahwa diundang secara langsung oleh Gubernur Khofifah adalah sebuah keniscayaan. Istri dari Putwanto Suwondo mantan Pemain Persebaya ini mengungkapkan bahwa darah pemain bola menurun dari ayahnya.

"Saya bangga dan seperti tidak percaya bisa diundang Ibu Gubernur. Tapi saya rasa darah pemain bola ini memang sudah mendarah daging dari ayahnya. Maka saya harap Kaka tidak mudah puas atas capaiannya dan terus berlatih menunjukan performa terbaiknya bagi bangsa," pungkasnya. (CIN/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari penelusuran kepatuhan pelaporan PBJT sektor makanan dan minuman untuk masa pajak 1 tahun. 

75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Program ini bertujuan memberikan perlindungan hukum bagi anak yatim piatu, anak terlantar, hingga anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.