Minggu, 06 Sep 2026 23:27 WIB

Sadis! Begini Cara Membunuh Anjing di Rumah Jagal yang Digerebek di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 01 Agu 2022 00:25 WIB
Suasana penggerebekan rumah jagal anjing di Surabaya
Suasana penggerebekan rumah jagal anjing di Surabaya

selalu.id - Rumah jagal anjing yang digrebek oleh komunitas hewan di Jalan Prapen IV no 34 di Surabaya, ternyata telah beroperasi puluhan tahun. Selain menjagal, pemilik langsung mengolah daging anjing tersebut jadi masakan.

Founder dan Leader Animals Hope Shelter Indonesia, Christian Joshua Pale juga mengungkapkan, bahwa masakan berbahan daging anjing tersebut ternyata laris dan diburu pembeli.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

"Jadi anjing dipotong lalu diolah menjadi masakan. Parahnya, olahan daging anjing tersebut laris manis dibeli oleh konsumen," kata Joshua, Minggu (31/7/2022).

Joshua menceritakan, cara pelaku membunuh anjing-anjing itu sadis yakni dengan memukul kepala anjing hingga pingsan atau mati. Kemudian anjing tersebut digantung dan dibakar sampai bulunya rontok.

"Anjing-anjing diikat dan dipukul kepalanya, lalu dibakar hingga bulunya rontok," ungkapnya.

Setelah anjing tersebut mati, lanjut Joshua, kemudian dipotong menjadi beberapa bagian dan diolah menjadi masakan.

"Dijual dalam bentuk makanan olahan. Dijual seharga Rp 80 ribu perkilo," ujarnya.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Lebih lanjut Joshua mejelaskan, rumah jagal tersebut memiliki dua lantai. Khusus lantai atas untuk mengeksekusi hingga siap masak.

"Mereka (pelaku) dapat anjing dari pemasok. Untuk bawa anjing hidupnya dan mereka yang jagal. Mereka disekap di lantai dua," katanya.

Joshua menyesalkan bahwa masyarakat sekitar kawasan itu tidak menolak kehadiran rumah jagal anjing tersebut.

"Justru saya tanya dari warga. Bahkan warga menginformasikan kalau mau cari daging anjing bisa di rumah tersebut," terangnya.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Ia menambahkan, masakan daging anjing tersebut cukup laris dengan konsumen tetap yang sudah berdagang puluhan tahun.

Atas kejadian tersebut, Joshua melaporkan kepada Polrestabes dengan Nomor LP/B/862 /VII/2022/SPKT/POLRESTABES SURABAYA/POLDA JAWA TIMUR.

"Saat melakukan penggerebekan, ada dua orang adik kakak yang diduga sebagai penjagal anjing dan langsung diamankan oleh pihak kepolisian. Untuk anjing-anjing yang masih hidup langsung kami evakuasi," tutupnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.