Kamis, 23 Jul 2026 12:04 WIB

Mendag Zulkifli Hasan Sidak di Pasar Wonokromo Surabaya, Ini Temuannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 31 Jul 2022 14:11 WIB
Sidak Mendag Zulkifli Hasan di pasar tradisional di Surabaya
Sidak Mendag Zulkifli Hasan di pasar tradisional di Surabaya

selalu.id - Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Zulkifli Hasan gelar sidak ke Pasar Wonokromo untuk mengecek harga bahan pokok di Surabaya, Minggu (31/7/2022) pagi.

Mendag Zulkifili Hasan menyampaikan, sebelumnya harga cabai dan bawang mengalami kenaikan, namun saat ini harga bahan pokok tersebut sudah stabil.

Baca Juga: Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

"Hari ini kita syukuri harga-harga sudah turun banyak. Pertama yang membuat inflasi paling tinggi cabai sama bawang," kata Mendag Zulkifli usai sidak di Pasar Wonokromo.

Selain Pasar Wonokromo, Mendag Zulkifli juga melakukan sidak di Pasar Keputran pada Sabtu (30/7/2022) malam. Di pasar tersebut, harga bawang untuk grosir antara Rp 25 ribu sampai Rp 28 ribu per kilogram.

"Pedagang jualnya di bawah Rp 40 ribu, bisa Rp 35 ribu ke pengecer," ujarnya.

Harga cabai merah, lanjutnya, juga masih stabil, baik cabai rawit maupun cabai merah besar, yang sebelumnya Rp 120 ribu, kini rata-rata harganya di pasar Rp 55 ribu

"Cabai rawit, cabai keriting, cabai hijau, cabai merah besar juga sama lebih kurang Rp55 ribu Artinya, pengecer bisa jual Rp65 sampai Rp70 ribu," jelas Mendag.

Baca Juga: 75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Lebih lanjut Zulkifli juga mengungkapkan, harga daging juga telah turun, yang sebelumnya harga Rp 130-135 ribu. Kini turun menjadi Rp 120 ribu.

"Saya melihat daging 120 ribu per kilo, kemarin saya temukan di Kupang harga daging sapi Rp 110 ribu, lebih murah itu,"ujarnya.

"Nah, di sini (Pasar Wonokromo) Rp 120 ribu. Minggu lalu masih Rp130 ribu, berarti juga sudah turun, kalau yang lain-lain stabil, beras stabil, gula stabil," imbuhnya.

Untuk ketersediaan maupun harga minyak goreng di Surabaya juga dikatakan Mendag stabil. Menurutnya, HET minyak goreng curah yang telah dikemas rerata di mana-mana Rp 14 ribu.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

"Minyak goreng curah tadi sudah dikemas sederhana, tulis di luarnya Rp 14 ribu, itu HET jadi sudah ada di mana-mana minyak goreng,"jelasnya.

Mendag Zulkifli menambahkan, pada bulan sebelumnya Indonesia mengalami inflasi tinggi, maka dengan harga bahan pokok yang stabil ini pihaknya berharap inflasi dapat segera terkendali.

"Ketersedian stok terjamin. Kalau stoknya kurang, mesti mahal. Kalau harga cenderung turun, artinya stoknya lebih banyak," terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Ada yang Tidak Konsisten, Tapi Keberuntungan juga Datang

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini keberuntungan juga datang.

Langkah Nyata Pemkab Jember dalam Hadirkan Layanan Gratis dan Sejahterakan Guru Ngaji

Pemkab Jember berharap informasi mengenai layanan administrasi, kesehatan, pendidikan, hingga program kesejahteraan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.