Jumat, 04 Sep 2026 17:24 WIB

Data Positif Covid-19 Naik, Gubernur Khofifah: Kedisiplinan Masyarakat Menurun

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 14 Jun 2020 03:17 WIB

Surabaya (Selalu.id) - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, saat ini rasio penularan atau rate of transmission (RT) Covid-19 di Jatim mencapai angka 1,32. Dari angka penyebaran pasien positif, tercatat 49,6 persen dari wilayah Kota Surabaya. Sedangkan Surabaya Raya menyumbang 59,8 persen.

"Tingginya rate of transmission ini terjadi karena tingkat kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan menurun ketimbang pada saat PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) beberapa waktu lalu," kata Khofifah saat menerima pimpinan DPRD Jatim di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (13/6/2020) malam.

Baca Juga: Fraksi PDIP Semprit Pemprov Jatim Soal P-APBD 2026: Tambahan Belanja Rp2,64 Triliun Jangan Cuma jadi SiLPA!

"Data tadi menunjukkan kita naik lagi, secara regional provinsi RT kita sempat 0,86 ini pada 9 Juni kemarin. Berarti ini hari pertama keluar dari PSBB Surabaya Raya. Per hari ini ternyata kita naik lagi, hari ini rate of transmission kita naik menjadi 1,32,” jelasnya.

Ia mengaku sebelumnya sempat ada rasa optimistis beberapa waktu lalu saat pertengahan PSBB tahap II karena RT di Surabaya Raya pernah di bawah 1.

"Dalam rentang waktu tanggal 21-26 Juni lalu RT Kota Surabaya sudah di bawah 1. Lalu Sidoarjo selama delapan hari mulai 20-27 RT di bawah 1, dan enam hari berturut Gresik juga di bawah 1," ungkapnya.

Ketua Tim Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, dr Kohar Hari Santoso menjelaskan, ada beberapa faktor yang menyebabkan angka RT di Jatim meningkat. Mulai dari faktor penularan virus yang sangat mudah dan cepat melalui cairan atau droplet, lalu masa kontagius penularan, dan sejauh mana virus ini menular.

Baca Juga: Turnamen Mini Soccer Piala Bahlil Lahadalia 2026 Segera Dimulai, Golkar Jatim Pastikan Kesiapan 11 Venue

“Makanya ketika PSBB mereka dibatasi, tapi ternyata setelah dilonggarkan agak lepas. Warga bebas kemana-mana sehingga RT kita naik. Untuk itu, masyarakat harus betul-betul disiplin menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan. Seperti menggunakan masker, menerapkan physical distancing, rajin cuci tangan, dan jaga imunitas," ujar Kohar.

Pakar Epidemologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, dr Windhu Purnomo mengatakan, saat ini attack rate Covid-19 di Surabaya lebih tinggi dari nasional yakni 107,6 per 100 ribu penduduk. Artinya, di antara 100 ribu penduduk ada sekitar 108 yang terpapar Covid-19.

Dengan angka tersebut, kata dia, harus ada aturan yang lebih ketat apabila ingin menekan penyebaran di tengah masa transisi seperti saat ini. Namun, lanjut dia, Surabaya ternyata jauh dari harapannya karena tidak memberi sanksi yang tegas dan membuat orang beraktivitas biasa tanpa protokol kesehatan.

Baca Juga: 12 Warga Jatim jadi Korban Penipuan Kerja ke Hong Kong, Kerugian Ratusan Juta

“Surabaya makin meningkat, maka makin berbahaya dan berisiko tinggi, sekarang attack rate 107,6 per 100 ribu kan jadi makin bahaya. Gimana cul-culan Surabaya sekarang merasa sudah gak ada apa-apa, seperti merasa gak ada Covid-19. Seperti jaman dulu, kafe, warung, kedai kopi banyak orang. Bahkan yang bermasker sangat menyedihkan, hampir gak ada yang bermasker,” sesalnya.

Untuk dapat menekan attack rate, ia kembali menegaskan agar masyarakat bisa lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. "Jika masyarakat disiplin dengan protokol kesehatan Covid-19 dan pemerintah kota tegas untuk menangani ini, maka penyebaran yang lebih tinggi dari sebelumnya bisa dihindari," tandasnya. (Jay)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.