Cucu Mensos Risma Berbagi Kebahagiaan dengan Gadis Penderita Jantung Asal Aceh
- Penulis : Ade Resty
- | Sabtu, 23 Jul 2022 22:44 WIB
selalu.id - Cucu Menteri Sosial, Tri Rismaharini, Gwen Syareefa Benardi menyambangi gadis 7 tahun asal Aceh Annisa Tulzhanah penderita kelainan jantung dan tengah dirawat Sentra Mulya Jaya, Jakarta.
Tanpa canggung, putri pertama dari anak sulung Mensos Risma, Fuad Benardi tersebut menyapa. Rona ceria tampak di wajah gadis 7 tahun yang biasa disapa Nisa.
Baca Juga: Mensos Targetkan Tambah 100 Sekolah Rakyat Permanen Setiap Tahun
"Hallo, namaku Gwen. Namamu siapa?”, sapa Gwen. "Aku Nisa," jawab Nisa sembari tersenyum dan menyambut uluran tangan Gwen.

Kedatangan Gwen membawa kebahagiaan tersendiri untuk Nisa. Selain menjenguk, Gwen juga datang untuk berbagi, dengan menyerahkan beberapa hadiah untuk Nisa. Ada sepeda, boneka, mainan plastisin, alat keperluan sekolah, hingga kebutuhan dasar untuk Nisa.
Saat Gwen memberikan mainan, Nisa langsung mengajak Gwen untuk bermain bersama. Nisa langsung menaiki sepeda, dibantu oleh Gwen. Tidak butuh waktu lama, Nisa dan Gwen langsung akrab dan memainkan permainan lain.
Mereka bersama "memasak" makanan mainan dari plastisin. Di tengah bermain, Gwen tidak lupa memberikan semangat kepada Nisa.
"Cepat sembuh ya Nisa, kamu harus semangat," ujar Gwen.
Sudah beberapa hari Nisa berada di Sentra Mulya Jaya Jakarta. Bocah asal Aceh ini sedang menunggu perawatan medis untuk mengatasi sakit jantung yang dideritanya.
Melalui kedatangan Gwen, diharapkan bisa menumbuhkan kepedulian dari anak - anak. Sehingga mereka dapat saling memotivasi memberikan semangat, terutama kepada anak yang sedang sakit. Perasaan kasih sayang dan kepedulian penting ditanamkan sejak usia dini.
Baca Juga: Polri Percepat Pemulihan Infrastruktur dan Kebutuhan Dasar Pascabencana

Suasana penuh keceriaan ini membuat ibunda Nisa, Sudaryani, terharu dengan kepedulian dan kasih sayang yang diberikan oleh Gwen.
"Perasaan saya campur aduk, senang, masih banyak yang peduli dan sayang pada Nisa. Annisa enggak sendiri," ungkap Sudaryani sambil menangis haru.
"Mudah - mudahan Nisa terus semangat menjalani pengobatan," kata Sudaryani, penuh harap.
Sebelum mendapat rujukan ke Jakarta, Nisa dirawat di RS Zainal Abidin Aceh. Kondisi perekonomian keluarga Nisa tidak memungkinkan untuk melanjutkan pengobatan di Jakarta. Namun, TKSK di tempat Nisa tinggal segera merespon kesulitan yang dialami Nisa, dengan mengkoordinasikan kepada Sentra “Daarusa’adah” Aceh, yang berada di bawah naungan Kemensos.
Baca Juga: Malam Natal di Surabaya, Warga dan Gereja Himpun Bantuan Rp11 Miliar
Sentra “Daarusa’adah” Aceh melakukan asesmen dan memberikan pendampingan, bantuan pengobatan, bantuan pemenuhan dasar kepada Nisa, hingga kini ia bisa tiba di Jakarta untuk melanjutkan pengobatan.
Selain itu, kedua orangtua Nisa yang sebelumnya bekerja di kebun untuk memenuhi kebutuhan sehari - hari, juga dibantu dengan bantuan modal usaha.
"Bantuan pendampingan tentu saja ada, pengobatan. Kemudian Bantuan ATENSI berupa bantuan nutrisi, pakaian sehari - hari, juga mainan - mainan, dan modal usaha bagi bapaknya untuk menambah pendapatannya," kata Kepala Sentra “Daarusa’adah” Aceh Susi Mulyati.
Selanjutnya, Kementerian Sosial akan terus melakukan pendampingan selama proses pengobatan hingga Nisa pulih. Sehingga Nissa dapat kembali bersekolah, bermain, dan kembali ceria. (SL1)
Editor : Redaksi