Selasa, 03 Feb 2026 04:34 WIB

Ketua DPRD: Tes Massal Kolaborasi BIN-Pemkot Surabaya Percepat Penanganan Covid-19

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 09 Jun 2020 16:30 WIB

Surabaya (selalu.id) – Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono mengapresiasi langkah Badan Intelejen Negara (BIN) yang terus bergerak membantu penanganan penyebaran Covid-19 di Kota Pahlawan.

Kolaborasi antara BIN dan Pemkot Surabaya dengan terus menggelar uji cepat (rapid test) dan uji usap (swab) berbasis PCR secara masal serta gratis sangat tepat untuk memutus mata rantai penularan virus corona.

Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

”Gotong royong antara BIN dan Pemkot Surabaya adalah langkah efektif dalam memitigasi penyebaran Covid-19. Ini langkah tepat. Kami di DPRD Surabaya berterima kasih atas gerak cepat BIN bersama Pemkot. Kerjasama itu tentu akan mempercepat penanganan Covid-19 di Surabaya,” ujar Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono, Selasa (9/6/2020).

Adi menyampaikan itu ketika melihat pelaksanaan tes rapid dan swab oleh BIN di Kecamatan Lakarsantri, Selasa (9/6/2020). Acara tersebut dihadiri Kepala BIN Daerah Jatim, Brigjen TNI Mochamad Syafei Kasno.

Kolaborasi BIN dan Pemkot Surabaya dalam menggelar rapid test dan swab test masal serta gratis telah digeber dalam 12 hari terakhir. BIN mengerahkan dua unit mobil laboratorium PCR dan rapid test.

Di Surabaya, BIN dan Pemkot telah menggelar kegiatan tersebut di 16 titik. Kegiatan serupa bakal digeber hingga 15 Juni mendatang. Hampir 15.000 warga Surabaya telah dites melalui program ini.

“Kunci penanganan Covid-19 adalah tes masif, tracing dengan cepat, dan treatment yang tepat. Kolaborasi BIN dan Pemkot Surabaya tentu dalam rangka menjalankan langkah-langkah tersebut,” ujar Adi.

Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

”Dengan tes yang masif, kita bisa mendeteksi secara lebih dini. Jika ada yang positif, tentu dilakukan langkah lanjutan sesuai protokol kesehatan, yaitu tracing kontak erat dan segera diisolasi dengan treatment yang tepat untuk memulihkan pasien,” imbuh Adi.

Adi optimistis, dengan langkah gotong royong BIN dan Pemkot Surabaya tersebut, upaya memisahkan 'air dan minyak' bisa dioptimalkan.

”Jadi pencegahan penyebaran ini kan kita harus mengetahui, mana yang positif dan mana yang tidak. Minyak dipisahkan dengan air, istilahnya. Biar tidak bercampur dan tidak menulari,” ujarnya.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

”Jika tidak berani tes masif, ya tidak tahu jumlah yang positif. Upaya Pemkot Surabaya dan BIN melakukan tes masif ini langkah tepat. Kalau mau jumlah pasien rendah, ya tidak usah dites masif, tapi itu sangat berisiko bagi masyarakat. Justru Pemkot Surabaya yang berani ambil risiko melakukan tes masif agar bisa segera dilakukan tracing dan treatment secara tepat,” imbuh Adi.

Adi juga mengapresiasi manajemen pelaksanaan rapid test BIN dan Pemkot Surabaya yang baik dan mematuhi protokol kesehatan. Antrean berlangsung tertib, menjaga jarak, tidak ada kerumunan. Fasilitas cuci tangan hingga pemeriksaan suhu tubuh tersedia representatif.

”Hari ini saya melihat sendiri di Lakarsantri ini, situasinya baik, tidak berkerumun. Pengaturan alur kedatangan sampai kepulangan warga seusai ikut tes cukup baik,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.