Jumat, 05 Jun 2026 16:25 WIB

Bank Indonesia Bersama Pemprov Berangkatkan Tim Jelajah Kopi Jawa Timur 2022

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 06 Jul 2022 13:48 WIB
Pelepasan tim jelajah kopi Jatim oleh Plt Gubernur Jawa Timur, Emil Elistiano Dardak
Pelepasan tim jelajah kopi Jatim oleh Plt Gubernur Jawa Timur, Emil Elistiano Dardak

selalu.id - Bank Indonesia, Jawa Timur bekerjasama dengan Bisnis Indonesia menggelar kegiatan tematik Jelajah Kopi Jawa Timur 2022, Selasa (5/7/2022) kemarin.

Kegiatan tersebut untuk mendukung pengembangan UMKM khususnya komoditas kopi Jatim.

Baca Juga: Pemprov Jatim Sabet Penghargaan Terbaik Ketegori Penurunan Pengangguran

Untuk itu, melepas keberangkatan Tim Jelajah Kopi Jawa Timur 2022, Bank Indonesia Jatim menggelar seremonial pelepasan ,yang dipimpin langsung oleh Plt. Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak.

Pada kegiatan tersebut, Emil didampingi oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Budi Hanoto, Kepala Perwakilan Bisnis Indonesia Jawa Timur, Achmad Faisal Kurniawan, dan Direktur TI Bank Jatim, Tonny Prasetyo.

Kepala Perwakilan Harian Bisnis Indonesia Jawa Timur, Ahmad Faisal, menyampaikan bahwa melalui misi eksplorasi perjalanan kopi asli Jatim ini, Tim Jelajah Kopi Jatim akan berupaya memperkenalkan kekhasan kopi Jatim hingga ke tingkat nasional.

"Tentunya, Jelajah Kopi Jatim 2022 tidak akan terlaksana tanpa dukungan dari berbagai instansi, khususnya Bank Indonesia Jatim yang telah bersedia bekerjasama dengan Bisnis Indonesia,"ungkap Ahmad.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Budi Hanoto, juga menyampaikan bahwa Bank Indonesia mendukung berbagai program pengembangan UMKM khususnya kopi yang menjadi komoditas primadona Jatim.

"Kedepan, Bank Indonesia tidak akan berhenti sampai dengan program Jelajah Kopi Jawa Timur ini saja. Bank Indonesia akan terus menggelorakan semangat pengembangan kopi melalui perhelatan event kopi se-kawasan Jawa," terang Budi

Sementara itu, Plt Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengapresiasi Bank Indonesia yang senantiasa mendukung dan bersinergi pada program Pemprov Jatim, khususnya dalam pengembangan kopi Jatim.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Sebelum Jelajah Kopi, Program pemprov Jatim Gerakan Milenial Cemerlang (Gemilang) telah lebih dahulu bersinergi dengan Bank Indonesia.

Pengembangan pemuda milenial di Wonosalam Jombang dan kopi Ketakasi Jember telah berhasil menorehkan prestasi nasional dan menembus pasar ekspor.

"Melihat potensi perkembangan industri olahan kopi yang cukup besar di Jawa Timur, Pemerintah Provinsi Jawa Timur siap memberikan dukungan dan memberikan pendampingan bagi para pelaku usaha untuk bersama-sama memulihkan kinerja perekonomian,"tutupnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Perketat Jalur Domisili pada SPMB 2026

Langkah ini dilakukan untuk menutup celah praktik perpindahan Kartu Keluarga (KK) yang hanya bertujuan memperoleh akses masuk sekolah tertentu.

Harga Emas Antam Hari Ini: Masih Kurang Bagus, Jangan Marah ya Bunda..

Sementara itu, buyback harga emas hari ini naik lebih tinggi hingga Rp40.000 per gram dan kini berada di level Rp2.589.000 per gram.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Banyak Peristiwa Tak Terduga, Siapkan Mental dan Hati-hati

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini diulas lengkap, banyak kejutan.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.