Jumat, 04 Sep 2026 23:46 WIB

AMSI Gelar Diskusi Temukan Model Baru Bisnis Media Digital

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 28 Jun 2022 09:24 WIB
Media Sustainability and Community Engagement Fellowship Oversight yang digelar AMSI
Media Sustainability and Community Engagement Fellowship Oversight yang digelar AMSI

selalu.id - Media massa di Indonesia saat ini sedang menghadapi masalah seiring dengan perkembangan zaman. Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) mencari role model bagaimana keberlangsungan bisnis media agar berlanjut sustainabel dan mendapatkan tempat yang bagus di masyarakat.

Upaya ini dilakukan melalui acara Media Sustainability and Community Engagement Fellowship Oversight yang digelar di dua kota yaitu Yogyakarta dan Makassar. Kegiatan di Yogyakarta digelar pada Senin-Rabu (27-29/6/2022), diikuti oleh insan tiga media yaitu Harian Jogja, Murianews dan Harapan Rakyat. Adapun kegiatan di Makassar akan digelar Kamis-Sabtu (30/6-2/7/2022), diikuti Jubi dan Kabar Makassar.

Baca Juga: Jaga Keterbukaan Informasi, Polda Jatim Ajak Awak Media Bangun Kemitraan Profesional

Selama masing-masing tiga hari, para peserta melakukan diskusi bersama Eric Sasono (Chief of Party Internews Indonesia), Jason Lambert (Senior Director Media Business Unit Newsgain), Elshad Gojayev (Digital Performance Manager Newsgain) dan Titi Kusumandari (Sustainability officer Newsgain) dipandu oleh Sarah Ervina (Program Officer AMSI).

Penanggungjawab Program Internews-USAID MEDIA, Suwarjono dalam sambutannya secara virtual pada pembukaan di Yogyakarta menyebutkan dua tantangan media massa saat ini adalah menemukan model baru bisnis media digital dan mengupayakan untuk tetap bisa survive di tengah gempuran media sosial yang saat ini sangat masif dan didominasi platform global.

"Kita sudah mendapatkan tantangan dari media sosial. Yang di era generasi saat ini masyarakat lebih mengenal media sosial daripada media publisher yang menjalankan bisnis jurnalisme. Ini tantangan yang cukup berat. Kita di AMSI sedang mencari rule model bagaimana keberlangsungan bisnis media berlanjut sustainabel dan mendapatkan tempat yang bagus di masyarakat," katanya.

Baca Juga: Homeless Media dan Tantangan Kepercayaan Publik

Ia mengatakan media sosial dan media digital secara bisnis sama penyerapannya. Keduanya main di page views, jumlah engagement dan lain-lain. Karenanya dalam kegiatan ini, mereka berupara belajar dan mengeksplorasi lebih detail baik data audience, target audience, demografi serta bagaimana mengelola data.

"Diharapkan kita bisa temukan format baru sehingga media AMSI ke depan bisa maju bersama. Kami harapkan hasil dari pelatihan ini tidak hanya bagi media kita tetapi peserta bisa menyebarkan ke teman-teman dari media lain. Teman-teman sudah mewakili daerah masing-masing tidak hanya diterapkan untuk kita sendiri, apa yang diharapkan dari sini disebarluaskan ke media-media di sekitar kita," tambah Suwarjono.

Dalam kesempatan yang sama di Yogyakarta, Chief of Party Internews Indonesia, Eric Sasono mengatakan tantangan ini sangat nyata dan konkret. Karenanya, AMSI melakukan rangkaian kegiatan yang panjang selama 1,5 tahun terakhir, dimulai dari assesment anggora AMSI.

Baca Juga: AMSI Jatim Desak Usut Kekerasan Aparat terhadap Wartawan di Aksi Tolak UU TNI

Sebelumnya, ia pernah bersama UNESCO membangun 30 radio lokal di Indonesia di bawah platform yang sama tapi kolaps karena tidak ada visi bisnis yang sama maupun organisasi yang membantunya. Selain itu, intervensi aktivitas yang melibatkan bisnis masih sangat terbatas.

"Keragaman media yang dijalani adalah bagian dari pengembangan ekosistem, dan sekarang sudah menjadi bagian yang alamiah yang harus dikerjakan. Internews bersama Newsgain melaksanakan hal ini, melakukan mentoring bersama. Meski tidak semua bisa diterapkan di semua daerah karena situasi berbeda, dan situasi bisnis juga berbeda, tetapi setidaknya kita mencoba melakukan ini. Amsi tidak akan berhenti di kegiatan ini," kata Eric Sasono. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Tokoh masyarakat Surabaya, Saleh Mukadar, menilai penerapan aturan jam operasional secara seragam tanpa melihat jenis komoditas adalah langkah yang keliru.

1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Langkah ini diambil memastikan transaksi tersebut benar-benar dilakukan oleh penerima manfaat atau akibat penyalahgunaan identitas dan rekening oleh pihak lain.

SMARTFREN Unlimited 5G, Pengalaman Digital dan Entertainment yang Semakin Dekat dengan Masyarakat

selalu.id - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) terus memperluas jaringan 5G nasional XLSMART dengan meningkatkan kualitas dan kapasitas jaringan di

Pemkot Surabaya Matangkan RDTR 2026, Bebaskan Lahan Warga yang 'Terjebak' Proyek Mangkrak

Saat ini, Pemkot mematangkan tahap penjaringan masukan akhir dari para pemangku kepentingan.

Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Tak cuma soal izin, limbah darah hingga kotoran yang dibuang sembarangan ke saluran air dinilai membahayakan kesehatan warga.

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.