Kamis, 04 Jun 2026 05:05 WIB

Webinar PDIP Surabaya di Harla Pancasila: Memperkuat Gotong-royong di Masa Pandemi Covid-19

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 02 Jun 2020 14:36 WIB

Surabaya (selalu.id) - Diskusi daring memperingati Hari Lahir Pancasila, yang digelar DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya, menyepakati penguatan nilai-nilai gotong royong dalam tindakan, untuk mengatasi masa pendemi Covid-19.

“Masa pendemi Covid-19 merupakan momentum tepat untuk mengaktualkan gotong-royong dalam tindakan, dalam perilaku nyata di masyarakat,” kata Adi Sutarwijono, Ketua DPC PDIP Kota Surabaya, Selasa (2/6/2020).

Baca Juga: Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Diskusi daring digelar kemarin Senin 1 Juni, bertepatan peringatan Hari Lahir Pancasila. Mengundang pembicara Bambang Budiono, pengajar FISIP Universitas Airlangga, mantan tenaga ahli utama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Kemudian Daniel Rohi, anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan. Dimoderatori Seno Bagaskoro, aktivis dan pendiri Aliansi Pelajar Surabaya. Diskusi diikuti berbagai kalangan yang beragam, diantaranya aktivis politik, kader PDIP Surabaya, penggerak kebudayaan, anak milenial, pekerja sosial.

Bambang Budiono mengemukakan, untuk memahami Pancasila salah satunya mempelajari sumber primer, yakni teks pidato Bung Karno di depan sidang BPUPKI 1 Juni 1945.

Bung Karno, kata dosen senior itu, menguraikan panjang lebar tentang gagasan yang digali dari bumi Indonesia. Diantaranya, ketika Bung Karno merenungkan Pancasila dalam pembuangan di Ende, di bawah pohon sukun.

“Di masa pendemi Covid-19, kita bisa menghadapi dengan gotong-royong, yang menurut Bung Karno merupakan kristalisasi dari keseluruhan sila Pancasila,” ujar Bambang Budiono.

Ia juga mengusulkan pemerintah lokal dan pusat, untuk mengaktivasi penelitian ilmiah, tentang kekayaan bumi Nusantara untuk menghadapi pendemi Covid-19.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Bambang mencontohkan, tanaman herbal yang sangat kaya-raya dikandung bumi Indonesia, yang dapat diteliti untuk memperkuat dan meningkatkan kekebalan atau imun manusia.

Berdasarkan hasil riset dan uji coba yang tepat, kata dia, jenis pengobatan ini bisa dilembagakan sebagai bagian dari sistem medis modern yang sudah ada selama ini. Bukan pengobatan alternatif, tapi bagian integral dari sistem medis modern.

“Kita juga patut memberikan apresiasi terhadap para petugas medis, aparat keamanan, tokoh-tokoh dan warga masyarakat yang telah memberikan keteladanan dalam praktik atau laku sehari-hari, dalam menolong dan membantu sesama dan lingkungannya, di masa pendemi Covid-19,” kata Bambang.

Mengutip Bung Karno, Seno Bagaskoro menambahkan, Pancasila selain sebagai philosofische grodslag yaitu sebagai pandangan, norma, jiwa yang paling dasar, tetapi juga sebagai “way of life” bagi bangsa Indonesia.

Baca Juga: Maling yang Sering Bobol Rumah di Kawasan Semampir Surabaya Ditangkap, Ini Namanya

“Pada masa pendemi Covid-19, gotong royong menemukan momen yang tepat bagi semuanya untuk bahu-membahu, dalam kerja nyata, dalam menghadapi persoalan-persoalan di masyarakat,” kata Seno, alumni SMA Negeri 5 Surabaya itu.

Daniel Rohi juga mengupas gotong-royong dari pidato Bung Karno 1 Juni 1945. Ia mengutip, aktualisasi nilai luhur itu ditemukan dalam perasaan berkeringat bersama.

Kemudian, gotong royong juga ditunjukkan dalam tindakan banting tulang bersama. “Bung Karno jug menyampaikan, gotong royong ditunjukkan dalam amal untuk kepentingan bersama dan dalam tindakan saling membantu,” ujar Daniel Rohi.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.

Respons Santai Istana usai Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung

Presiden Prabowo sebelumnya melakukan pergantian kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pelaksanaan program prioritas pemerintah.

Kebijakan Luar Negeri Indonesia di Antara Bayang-bayang Kekuasaan Eksekutif

Masalah kebijakan luar negeri yang dianggap menyimpang ini, menurut sejumlah pengamat, bermuara pada lemahnya sistem pengawasan dalam tata pemerintahan.