Kamis, 03 Sep 2026 14:45 WIB

Webinar PDIP Surabaya di Harla Pancasila: Memperkuat Gotong-royong di Masa Pandemi Covid-19

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 02 Jun 2020 14:36 WIB

Surabaya (selalu.id) - Diskusi daring memperingati Hari Lahir Pancasila, yang digelar DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kota Surabaya, menyepakati penguatan nilai-nilai gotong royong dalam tindakan, untuk mengatasi masa pendemi Covid-19.

“Masa pendemi Covid-19 merupakan momentum tepat untuk mengaktualkan gotong-royong dalam tindakan, dalam perilaku nyata di masyarakat,” kata Adi Sutarwijono, Ketua DPC PDIP Kota Surabaya, Selasa (2/6/2020).

Baca Juga: Hapus Stigma Kampungan, Kanwil Kemenag Jatim Gelar Expo Madrasah 2026

Diskusi daring digelar kemarin Senin 1 Juni, bertepatan peringatan Hari Lahir Pancasila. Mengundang pembicara Bambang Budiono, pengajar FISIP Universitas Airlangga, mantan tenaga ahli utama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Kemudian Daniel Rohi, anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan. Dimoderatori Seno Bagaskoro, aktivis dan pendiri Aliansi Pelajar Surabaya. Diskusi diikuti berbagai kalangan yang beragam, diantaranya aktivis politik, kader PDIP Surabaya, penggerak kebudayaan, anak milenial, pekerja sosial.

Bambang Budiono mengemukakan, untuk memahami Pancasila salah satunya mempelajari sumber primer, yakni teks pidato Bung Karno di depan sidang BPUPKI 1 Juni 1945.

Bung Karno, kata dosen senior itu, menguraikan panjang lebar tentang gagasan yang digali dari bumi Indonesia. Diantaranya, ketika Bung Karno merenungkan Pancasila dalam pembuangan di Ende, di bawah pohon sukun.

“Di masa pendemi Covid-19, kita bisa menghadapi dengan gotong-royong, yang menurut Bung Karno merupakan kristalisasi dari keseluruhan sila Pancasila,” ujar Bambang Budiono.

Ia juga mengusulkan pemerintah lokal dan pusat, untuk mengaktivasi penelitian ilmiah, tentang kekayaan bumi Nusantara untuk menghadapi pendemi Covid-19.

Baca Juga: Tragedi Berdarah di Diskotek Triple X Surabaya: Pemuda Dikeroyok Brutal, Kepala Dihantam Paving

Bambang mencontohkan, tanaman herbal yang sangat kaya-raya dikandung bumi Indonesia, yang dapat diteliti untuk memperkuat dan meningkatkan kekebalan atau imun manusia.

Berdasarkan hasil riset dan uji coba yang tepat, kata dia, jenis pengobatan ini bisa dilembagakan sebagai bagian dari sistem medis modern yang sudah ada selama ini. Bukan pengobatan alternatif, tapi bagian integral dari sistem medis modern.

“Kita juga patut memberikan apresiasi terhadap para petugas medis, aparat keamanan, tokoh-tokoh dan warga masyarakat yang telah memberikan keteladanan dalam praktik atau laku sehari-hari, dalam menolong dan membantu sesama dan lingkungannya, di masa pendemi Covid-19,” kata Bambang.

Mengutip Bung Karno, Seno Bagaskoro menambahkan, Pancasila selain sebagai philosofische grodslag yaitu sebagai pandangan, norma, jiwa yang paling dasar, tetapi juga sebagai “way of life” bagi bangsa Indonesia.

Baca Juga: Potret Aksi 'Agustus Kelam' di Surabaya, Serukan Perlindungan hingga DBH Migas Madura

“Pada masa pendemi Covid-19, gotong royong menemukan momen yang tepat bagi semuanya untuk bahu-membahu, dalam kerja nyata, dalam menghadapi persoalan-persoalan di masyarakat,” kata Seno, alumni SMA Negeri 5 Surabaya itu.

Daniel Rohi juga mengupas gotong-royong dari pidato Bung Karno 1 Juni 1945. Ia mengutip, aktualisasi nilai luhur itu ditemukan dalam perasaan berkeringat bersama.

Kemudian, gotong royong juga ditunjukkan dalam tindakan banting tulang bersama. “Bung Karno jug menyampaikan, gotong royong ditunjukkan dalam amal untuk kepentingan bersama dan dalam tindakan saling membantu,” ujar Daniel Rohi.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.