Jumat, 05 Jun 2026 08:01 WIB

Peduli Sesama, Kemensos Gelar Aksi Donor Darah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 21 Jun 2022 17:19 WIB
Donor darah Kemensos
Donor darah Kemensos

selalu.id - Dalam berbagai kesempatan, Menteri Sosial Tri Rismaharini menekankan pentingnya sikap peduli terhadap sesama. Sebagai bentuk nyata sikap peduli di kalangan pegawai, Kementerian Sosial menggelar aksi donor darah.

Antusiasme pendonor juga sudah terlihat sejak pukul 8 pagi. Pegawai yang berasal dari Pusat dan Sentra sekitar Jakarta dan Bekasi ini sudah mulai mengantri untuk mendapatkan kesempatan mendonorkan darahnya.

Baca Juga: Orang Mati Masih Terdaftar PBI JKN: Potret Rapuhnya Validasi Data Kemensos dan Dukcapil

Tercatat sekitar 150 orang pendonor memenuhi Ruang Gedung Aneka Bhakti, Jl Salemba Raya No. 28. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kemensos RI, masih dalam rangka Hari Donor Darah Sedunia yang diperingati pada tanggal 14 Juli lalu.

Sekretaris KORPRI Kemensos RI Tati Nugrahati Sukaptinah menyampaikan, tugas dan tanggung jawab KORPRI adalah menyejahterakan dan memberikan penguatan kepada anggota.

"Selain itu, KORPRI sebagai abdi negara juga dituntut untuk memiliki kepedulian dan peka terhadap lingkungan sekitar dan masyarakat secara luas. Melalui donor darah, ASN di Kementerian Sosial bisa berkontribusi terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat," kata Tati di sela-sela kegiatan donor darah (21/6/2022).

Dengan alasan itu, KORPRI Kemensos RI menyambut baik permintaan PMI terkait rencana menggelar kegiatan donor darah. Dalam suratnya kepada KORPRI Kemensos RI, PMI menyampaikan kegiatan donor darah untuk mencukupi.

"Akhir-akhir ini banyak masyarakat menghadapi bencana maupun persoalan lainnya. Mereka membutuhkan darah. Amanah dari pimpinan juga kita harus berbagi dan peduli melindungi yang membutuhkan," kata Tati.

Baca Juga: PMI Surabaya Gelar Bulan Dana, Perkuat Solidaritas hingga Kepedulian Sosial

Dalam kesempatan itu, para pendonor terlebih dulu melakukan screening kesehatan sebelum mendonorkan darahnya. Sesuai prosedur mereka menjalani seperti pemeriksaan tekanan darah, dicek riwayat kesehatannya dan kekentalan darahnya.

"Hanya peserta memenuhi ketentuan yang bisa ikut kegiatan ini," Tati menambahkan.

Kegiatan ini disambut positif salah satu pendonor, Misnawati(54). Ia menilai, kegiatan ini menjadi ajang untuk menumbuhkan sikap peduli dengan mendonorkan darah.
"Setidaknya kita membantu orang yang membutuhkan sekaligus menyukseskan program pemerintah meskipun dalam scoop kecil yaitu program dari KORPRI Kemensos. Yang terpenting kita sudah ada dalam bagian orang yang peduli terhadap sesama," katanya.

Baca Juga: Bupati Mojokerto Tegaskan Bansos Harus Tepat Sasaran Sesuai DTSEN

Peserta lain menyatakan adanya kemudahan dalam prosedur pendaftaran. "Alur pendaftarannya cepat dan antriannya tertib. Pelayanan oleh mbak-mbak di saat pengambilan darah juga ramah, telaten, dan proifesional. Jadi tidak sakit/bengkak," kata Stephani (28).

Kegiatan yang diselenggarakan rutin minimal dua tahun sekali ini bekerja sama dengan PMI DKI Jakarta, Kimia Farma dan Tim Dokter Kemensos. Selain pengambilan darah, pendonor juga dibekali dengan edukasi pentingnya donor darah secara rutin yang disampaikan oleh tim dokter.

Selain diselenggarakan di Pusat, aksi ini juga rutin diselenggarakan di Sentra Kemensos yang tersebar di seluruh Indonesia. Setelah pengambilan darah, peserta juga diberikan makanan bergizi untuk penambah darah. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.