Minggu, 08 Nov 2026 17:28 WIB

Kemensos Hadir Beri Perawatan Medis Anak PMI yang Menderita Gangguan Jantung

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 21 Jun 2022 09:46 WIB
Salsa Ramayanti (kanan) saat mendapat penanganan di Jakarta
Salsa Ramayanti (kanan) saat mendapat penanganan di Jakarta

selalu.id - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Sosial (Kemensos) membantu dan memberikan pendampingan selama proses pemulangan 34 Pekerja Migran Indonesia Bermasalah (PMIB) dari Arab Saudi. Hal ini merupakan tindak lanjut atas kunjungan Menteri Sosial Tri Rismaharini ke Arab Saudi beberapa waktu lalu.

Salah satu PMIB yakni Nia (40), didapati tengah menghadapi permasalahan. Anaknya bernama Salsa Ramayanti (8) didiagnosa mengidap gangguan jantung. Melalui asesmen dari UPT Kemensos yakni Sentra Handayani di Jakarta, diketahui Nia mengalami kendala dalam pengobatan Salsa.

Baca Juga: Kabar Gembira Warga Probolinggo, Gubernur Jatim Khofifah Gelontorkan Bantuan Rp19,6 M

"Penyebabnya karena ketiadaan biaya. Kartu BPJS Kesehatan yang dimiliki tidak terbayar dan jumlah tunggakannya cukup besar," kata Kepala Sentra Handayani Anna Puspasari di Jakarta kemarin, Senin (20/6/2022).

Untuk membantu kesulitan Nia, Sentra Handayani telah menjemput dan membuka akses layanan kesehatan Salsa agar mendapatkan penanganan lebih intensif. Kemensos juga membayarkan tunggakan BPJS agar Salsa bisa melanjutkan pengobatan penyakit jantungnya.

Kini warga Kabupaten Purwakarta tersebut tinggal di Sentra Handayani Jakarta sambil menunggu pengaktifan kembali layanan BPJS-nya.

"Salsa harus segera diberikan perawatan medis. Karena sudah sangat mengkhawatirkan, kita harus bantu juga pengurusan BPJS, keanggotaan PKH, serta keberlanjutan pendidikannya," kata Anna.

Selain bantuan akses layanan kesehatan, Kemensos melalui Sentra Handayani juga memberikan bantuan modal kewirausahaan berupa usaha sosis bakar dan bakso goreng.

"Ibu Nia akan meneruskan kegiatan wirausaha di Sentra Kreasi Atensi (SKA) Bambu Apus. Pertimbangannyaa agar Nia juga bisa mendampingi Salsa dalam penjalani pengobatan," kata Anna.

Atas berbagai bantuan dan kemudahan dari Kemensos, Nia menyampaikan ucapan syukur dan terima kasih. "Alhamdulillah, akhirnya saya bisa bawa anak saya ke Jakarta untuk berobat dibantu oleh Kemensos. Selama ini saya bingung. Terima kasih Kemensos," ucap Nia.

Baca Juga: Bansos BPNT Tahap 4 Sudah Cair, Ini Jadwal dan Cara Ambil Sesuai Desil

Permasalahan Nia tidak lepas dari pendampingan selama proses pemulangan 34 PMIB dari Arab Saudi. Seluruh UPT milik Kementerian Sosial, langsung melakukan proses asesmen untuk mengetahui identitas, kondisi, serta kebutuhan PMIB.

Sentra Handayani di Jakarta, melakukan asesmen terhadap beberapa PMIB yang berdomisili dari Kabupaten Karawang dan Kabupaten Purwakarta. Nia adalah PMIB dari Purwakarta yang sudah 4 kali pulang pergi bekerja di Arab Saudi.

Nia memiliki 3 anak, satu di antaranya sudah menikah. Adapun Salsa adalah anak ketiga. Suami Nia bekerja sebagai petani dan pekerjaan serabutan lainnya. Nia tidak ingin kembali bekerja di luar negeri karena kondisi fisik Salsa yang kian mengkhawatirkan.

"Saya kapok," kata Nia saat ditanya adakah keinginan kembali bekerja di luar negeri. Salsa diketahui mengidap gangguan jantung sejak berusia 3 tahun. Ia sering terlihat terengah-engah saat bernafas, tidak bisa bermain seperti anak lainnya karena ia akan merasa lemas apabila terlalu banyak beraktifitas.

Baca Juga: BSU 2026 Sudah Turun, Ini Cara Cek dan Mencairkannya

Dalam pemeriksaan ke Puskesmas, terdapat flek pada jantung Salsa. Karena tidak mendapatkan perawatan intensif, Salsa pernah mengalami demam tinggi, mulut dan kuku membiru, serta kesulitan bernafas saat usia 5 tahun. Ayahnya memeriksakan Salsa ke Rumah Sakit dengan memanfaatkan layanan kartu BPJS berbayar setiap bulannya.

Dokter menyatakan bahwa Salsa harus segera diberikan tindakan operasi. Namun, karena kurang lengkapnya peralatan medis di RS, dokter menyarankan Salsa dirawat secara intensif di RS Jakarta dengan peralatan memadai. Terkendala biaya, membuat proses perawatan Salsa tidak berlanjut, terlebih setelah iuran BPJS tidak terbayar.

Saat ini perkembangan fisik Salsa kurang optimal. Berat badannya kurang, sering merasa lemas, dan tidak bisa beraktifitas secara maksimal tanpa bantuan orang lain.

Tindakan selanjutnya, Sentra Handayani juga akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar Salsa tetap dapat memperoleh pendidikan meski dengan kondisi dan keterbatasan yang dimilikinya. (SL2)

 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ibu Rumah Tangga hingga Akademisi Perempuan Turun Demo di Surabaya, Ini Lima Tuntutannya

Penyampaian aspirasi kali ini dikemas melalui pertunjukan seni, pembacaan puisi, musik biola, mimbar bebas hingga instalasi seni.

Pendemo Tolak Bunga Pemberian Polwan saat Demo di Taman Apsari Surabaya

Mereka membawa sejumlah aspirasi, salah satunya berkaitan dengan persoalan pajak pembalut.

BKK 2027 600 Juta/Desa, Subandi: Percepatan Pembangunan hingga Harmonisasi Perangkat

Pesan tersebut disampaikan Subandi saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Profesionalisme dan Akuntabilitas Aparatur Desa.

DLH Surabaya Temukan Solar Truk Sampah Dijual, Pelaku Diduga Orang Dalam

Kini DLH Surabaya menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Kabar Eks Kapolri dan Menteri Soal Dugaan Sadap Presiden, Kabareskrim: Tidak Benar

Polri telah menetapkan empat perwira tinggi Polri sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Nasi Jagung Mbah Suci, Porsi Kuli Hanya 4.000 yang Buka 40 Tahun di Mojokerto

Warung kecilnya tak pernah sepi. Bukan karena tempatnya mewah. Tapi karena harganya dan porsinya yang bikin orang menyebutnya "porsi kuli".