Jumat, 04 Sep 2026 17:30 WIB

Aktivis: Terus Dikerjai Pemprov Jatim, Surabaya Sengaja di Wuhan-kan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 29 Mei 2020 21:02 WIB

Surabaya (selalu.id) – Kalangan aktivis di Kota Surabaya mengkritik kebijakan Pemprov Jawa Timur yang mengalihkan penggunaan mobil laboratorium tes PCR dari Surabaya ke daerah lainnya. Padahal, sesuai kesepakatan, Surabaya akan mendapat jadwal untuk penggunaan mobil laboratorium yang sangat berguna untuk mempercepat dan memperluas pengetesan Covid-19 tersebut.

”Ini sering banget sepertinya Pemprov Jatim ya dalam tanda kutip mengerjai Surabaya. Ada apa sih sebenarnya? Surabaya sering dipojok-pojokkan gitu oleh para pejabat Pemprov Jatim. Ini Pemprov Jatim mau mikir penanganan Covid-19 atau mau mikir pengen seolah-olah sok jago?” kritik aktivis Surabaya, Kusnan, Jumat (29/5/2020).

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Kusnan menyesalkan, perencanaan yang sudah matang berdasarkan hasil koordinasi Gugus Tugas Kota Surabaya, Gugus Tugas Jatim, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana tiba-tiba berubah karena Gugus Tugas Jatim mengalihkan penggunaan mobil tes PCR.

”Ini rakyat Surabaya seperti kena prank. Sudah disusun jadwal, Gugus Tugas Jatim sudah menjanjikan, hari sekian jam sekian mengetes warga Surabaya, sudah janjian istilahnya. Apalagi Walikota Surabaya Tri Rismaharini sudah kontak Kepala BNPB. Tapi mobil laboratorium kemudian dialihkan. Itu Pemkot Surabaya sampai dua kali membubarkan pasien di hotel tempat mengarantina pasien positif,” paparnya.

Seperti diketahui, dua mobil laboratorium bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diperbantukan untuk Kota Surabaya, ternyata dialihkan ke daerah lain oleh Gugus Tugas Jatim.

Awalnya, mobil laboratorium itu akan digunakan untuk pasien yang menjalani karantina di Hotel Asrama Haji dan Dupak Masigit. Pemkot Surabaya sudah mengatur penempatan dua mobil itu selama lima hari ke depan untuk mempercepat dan memperluas pengetesan swab bagi warga. Para pasien pun telah bersiap, mereka menunggu berjam-jam, ternyata mobil dengan kapasitas pengetesan ribuan spesimen per hari itu tak kunjung datang karena dipindahkan ke Tulungagung dan Lamongan.

Baca Juga: Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Kusnan juga mengimbau para pejabat puncak Pemprov Jatim untuk tidak punya agenda tersembunyi di balik penanganan Covid-19 dengan terus memojokkan Kota Surabaya.

”Ini Surabaya seperti dijerumuskan, sengaja di-Wuhan-kan. Tega sekali,” ujarnya.

Kusnan mengatakan, sebelumnya Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Covid-19 Jatim dr Joni Wahyudi menyebut Kota Surabaya bisa menjadi 'Wuhan baru'.

Baca Juga: Sikat Jukir Nakal Surabaya, Wali Kota Eri Buka Peluang Anak Muda yang Kelola Parkir

“Nah, kalau tahu posisi Surabaya sebagai episentrum utama Jatim, kenapa tidak jadi prioritas? Kok malah mobil tes PCR dipindah?” kata Kusnan.

Dia menyinggung kabar santer beberapa hari ini, di mana Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa disebut oleh sejumlah pengamat sebagai salah seorang kandidat yang bisa maju dalam pemilihan presiden 2024 mendatang. Agenda politik itu sebaiknya disingkirkan dulu. Khofifah diimbau fokus dan adil dalam penanganan Covid-19 di Jatim.

”Ya kita tahu, Walikota Surabaya jadi satu-satunya walikota yang diperbincangkan layak maju Pilpres. Kalau kandidat lain semua gubernur. Jadi Bu Bos, Pilpres 2024 masih jauh, jadi lebih baik fokus dan adil tangani Covid-19 di Jatim, jangan Surabaya dipojokkan terus,” tegas Kusnan.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.

Ternyata Banyak Sarjana di Surabaya Belum Update KK, Disdukcapil Wanti-wanti Begini

Irvan menekankan, kesadaran memperbarui data kependudukan kian krusial menyongsong era integrasi data nasional dan pengembangan Digital Public Infrastructure.

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.