Senin, 07 Sep 2026 00:40 WIB

BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrim hingga Akhir Mei di Jatim, Ini Lokasinya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 29 Mei 2022 14:09 WIB
Kumpulan awan di kawasan Ujung Pangkah, Gresik. Foto: Arif Fajar Ardianto
Kumpulan awan di kawasan Ujung Pangkah, Gresik. Foto: Arif Fajar Ardianto

selalu.id - Badan Metereologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan terjadinya hujan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang yang berlangsung hingga akhir bulan Mei 2022 di Jawa Timur.

Kepala Stasiun Metereologi Klimatologi Kelas II Maritim Tanjung Perak, Taufiq Hermawan menjelaskan, berdasarkan prakiraan iklim yang dikeluarkan oleh Stasiun Klimatologi Malang, bulan Mei Wilayah Jatim telah memasuki musim kemarau.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

"Namun hingga pertengahan bulan Mei terpantau dari analisa hari tanpa hujan masih banyak wilayah Jawa Timur yang masih terjadi hujan," kata Taufiq, Minggu (29/5/2022).

Taufiq menjelaskan, itu karena adanya dampak dari La Nina dengan intensitas sedang dan aktifnya fenomena gelombang atmosfer Rossby dan Kelvin di sekitar Jawa Timur.

Diketahui Gelombang Atmosfer Kelvin dan gelombang Ekuatorial Rossby merupakan dua jenis gelombang atmosfer yang merambat pada arah Timur dan Barat. Karena berkaitan dengan pola pemanasan konvektif skala besar di lapisan troposfer ekuatorial.

"Itu juga ditambah dengan suhu muka laut di perairan Jawa Timur yang masih hangat dengananomali suhu muka laut antara +1.0 s/d +3.0°C," jelasnya.

BMKG menjelaskan, terpantau 24 Mei 2022 lalu dari data curah hujan di Jatim, tercatat 29.0 mm, dan Stasiun Geofisika Tretes tercatat 32.5 mm dengan kategori curah hujan sedang.

"Dan tanggal 25 Mei 2022 di Stasiun
Meteorologi Kalianget tercatat 116.4 mm
dengan kategori sangat lebat ,"ujarnya.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Wilayah Jawa Timur, kata dia, dapat dikatakan curah hujan dalam 2 hari terakhir masuk dalam kategori curah hujan sedang hingga sangat lebat.

Lebih lanjut Taufiq menyampaikan, gelombang atmosfer Rossby dan Kelvin aktif hingga 27 Mei 2022, akan tetapi adanya daerah tekanan rendah di Wilayah Barat Sumatera yang menyebabkan terjadinya pola konvergensi atau pengumpulan massa udara di wilayah Jatim.

Sehingga, lanjutnya, hal itu didukung dengan hangatnya kondisi perairan Jawa Timur yang menyebabkan suplai massa uap air yang semakin banyak ke atmosfer.

"Apalagi ditambah oleh adanya fenomena dari La Nina sedang menyebabkan peningkatan hujan di Wilayah JawaTimur," jelasnya.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Ia menambahkan, kondisi tersebut sangat berpengaruh dalam pembentukan awan-awan Cumulonimbus.

"Sehingga akan semakin intens dan dapat mengakibatkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang sesaat," pungkasnya.

Beberapa wilayah yang patut diwaspadai memiliki potensi cuaca ekstrim seperti wilayah Surabaya, Kab.Mojokerto, Kota Mojokerto, Gresik, Lamongan, Kab.Kediri, Kab.Malang, Kota Malang, Batu, Kab.Pasuruan, Kab.Probolinggo, Kota Probolinggo, Lumajang, Jember, Situbondo, Banyuwangi, Bangkalan, bojonegoro, Kab.Madiun, Kota Madiun, Ngawi, Bondowoso, Pamekasan,
Sampang, Sidoarjo, Jombang, Kota Pasuruan, Sumenep, Nganjuk, Magetan,
Situbondo, Tuban, Sampang dan Kota Kediri. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

PAMDI Surabaya Soroti Izin dan Citra Pentas Dangdut, Sekaligus Kejar Pengakuan UNESCO

Ia mendorong para penyanyi dan pelaku seni dangdut mengedepankan etika, termasuk dalam penampilan di atas panggung.

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.