Selasa, 22 Sep 2026 19:49 WIB

Musala Dibongkar PT KAI, Warga Sulung Surabaya Gelar Aksi Demonstrasi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 23 Mei 2022 17:31 WIB
Aksi warga Jalan Sulung Surabaya
Aksi warga Jalan Sulung Surabaya

selalu.id - Warga Jalan Sulung lakukan aksi demo di depan gedung Surabaya, Senin (23/5/2022). Mereka mengumandangkan lantunan sholawat untuk menyuarakan keluh warga karena Musala Babussalam di wilayahnya dibongkar.

Musala tersebut dibongkar secara paksa oleh perusahaan KAI Daop 8 Surabaya, Selasa (29/3/2022).

Baca Juga: Lomba Kampung Pancasila 2026 Surabaya Resmi Digelar, Berhadiah Puluhan Juta dan Bantuan Menarik

"Musala kami dihancurkan oleh PT KAI. Kami hanya ingin beribadah. Dimana hati nurani PT KAI," kata salah satu orator.

Selang satu jam melakukan orasi, 10 orang perwakilan warga Sulung akhirnya ditemui oleh Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti dan Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya Pertiwi Ayu Krishna.

Salah satu perwakilan sekaligus pembina Musaala Babussalam, Muhammad Zuhri mengatakan, tujuanya melakukan aksi demonstrasi adalah meminta DPRD untuk mempertemukan dengan pihak PT. KAI.

"Kami minta musala dibangun kembali. Tidak minta apa-apa. Musala harus dibangun ditempat yang sama," kata saat mengadu ke wakil rakyat.

Baca Juga: Atasi Macet Jangka Panjang, Pemkab Sidoarjo Minta Flyover Gedangan Dibangun 6 Lajur

Tak hanya itu, dirinya juga mempersoalkan sikap arogansi PT KAI yang semena-mena.

"Tidak ada surat pemberitahuan sebelumnya. Tiba-tiba langsung dibongkar. Pembongkaran sekitar pukil 09.00," kata Zuhri.

Maka dari itu, dirinya meminta keadilan. Musala yang sudah bertahun-tahun berdiri serta digunakan untuk keagamaan dibongkar secara tiba-tiba.

Baca Juga: Bansos di Surabaya Tak Lihat Desil, Eri Cahyadi: Ada yang Masih Belum Dapat Bantuan

"Tadi juga sudah diterima dengan baik keluhan kami. Akan dipertemukan dengan pihak-pihak terkait dan saya siap," katanya.

Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya Pertiwi Ayu Krishna menanggapi adanya laporan tersebut, pihaknya akan melakukan hearing terlebih dahulu.

"Hearing akan memanggil pihak-pihak terkait. Dalam proses rapat nanti akan diketahui secara pasti, apakah benar terjadi sikap arogansi seperti yang dilaporkan warga," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Revitalisasi Sekolah di Jember Bawa Berkah, 5.000 Tukang dan Kuli Bangunan Ketiban Rezeki

Bagi para pekerja, kesempatan tersebut menjadi tambahan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Mereka pun mengaku senang atas program tersebut.

Jangan Lakukan Ini pada Kendaraanmu jika Tak Mau Dipenjara

Ancaman sanksi bagi pengendara yang membandel diatur jelas dalam Pasal 280 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Sederet Langkah Serius Pemkab Jember dalam Menata Pasar Tanjung

Pemkab Jember juga menjadwalkan sosialisasi skenario penataan kawasan dan trotoar kepada para pedagang sebelum kebijakan resmi diterapkan permanen di lapangan.

Maling Motor asal Sidoarjo Dibekuk Polisi Mojokerto, 3 Penadah Ikut Diamankan

Kasus ini terungkap setelah tim melakukan penyelidikan intensif dengan menelusuri rekaman CCTV di sekitar tempat kejadian.

Mas Bechi, Terpidana Kekerasan Seksual Santriwati Ponpes Shiddiqiyyah Kini Telah Bebas

Status tersebut bukan pembebasan murni. Ia tetap menjalani sisa masa pidana di bawah pengawasan hingga masa hukuman berakhir.

Dua Pesilat Diringkus Gegara Keroyok Pemotor di Mojokerto

Aksi pengeroyokan itu dilakukan oleh massa perguruan silat ketika mereka sedang melakukan aksi konvoi.