Senin, 02 Feb 2026 00:54 WIB

Wapres Ma'ruf Amin Serahkan Bantuan untuk Masyarakat di Kota Kendari

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 22 Mei 2022 15:35 WIB
Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyerahkan simbolis bantuan
Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyerahkan simbolis bantuan

selalu.id - Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia KH. Ma’ruf Amin melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Sentra Meohai Kendari pada Kamis sore (19/05/2022). Agenda kunker adalah memberikan bantuan sosial kepada masyarakat Kota Kendari.

Bantuan sosial tersebut meliputi Bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) berupa Kursi Roda bagi Lanjut Usia dan Alat Bantu Dengar (ABD). Bantuan lainnya yaitu Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial kepada masyarakat Kota Kendari.

Baca Juga: Mensos Targetkan Tambah 100 Sekolah Rakyat Permanen Setiap Tahun

Sebelumnya, Wapres dan rombongan melakukan peletakan batu pertama Kawasan Industri Nusantara Industri Sejati (NIS) di Kabupaten Konawe Utara. Usai melakukan kunker di Konawe Utara, Wapres dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju Sentra Meohai Kendari.

Wapres dan rombongan tiba di Aula Sentra Meohai pada pukul 15.05 WITA dengan didampingi oleh istri, Ibu Hj. Wury Ma’ruf Amin.
Selain Wapres, turut pula hadir Gubernur Sulawesi Tenggara H. Ali Mazi, Direktur BPJS Sulawesi Tenggara dan Baznas RI.

Beberapa bantuan simbolis yang diserahkan Wapres yaitu bantuan ATENSI residensial berupa paket bantuan Tata Rias untuk La Ode Muhammad Samson dan Sarmila (penyandang disabilitas sensorik rungu wicara) masing-masing senilai Rp.3.500.000,-, paket bantuan Penjahitan untuk Ayuh Wanda (penyandang disabilitas sensorik rungu wicara) senilai Rp. 3.500.000,-, bantuan Alat Bantu Dengar (ABD) untuk Adit dan Nurma senilai masing-masing Rp. 2.500.000,- dan bantuan 3 unit kursi roda lanjut usia kepada Dg. Amang, Kati dan Jaenara.

Baca Juga: Polri Percepat Pemulihan Infrastruktur dan Kebutuhan Dasar Pascabencana  

Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) diberikan kepada Siti Solikhah senilai Rp. 1.350.000,-, Fitriyani Rp. 750.000,- dan Nani Ariska Rp. 975.000,-, BPNT berupa paket minyak goreng kepada Nuriyanti dan Leni Marlina.

Selain itu juga diberikan bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (PBI JKN KIS) kepada Marlin dan Asman. Semua jenis bantuan tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Sosial.

Penyerahan bantuan dilanjutkan kepada penerima BPJS Ketenagakerjaan dan penyerahan bantuan dari Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) berupa Baznas Santripreneur, biaya latihan, pendampingan modal usaha.

Baca Juga: Malam Natal di Surabaya, Warga dan Gereja Himpun Bantuan Rp11 Miliar

Dalam sambutannya Wapres menuturkan harapan besar agar bantuan yang diberikan dapat bermanfaat.

Kepala Sentra Meohai Kendari, Budi Sucahyono bersyukur bantuan telah diserahkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Acara ini juga turut didukung pihak POLDA Sultra, Korem 143 Halu Oleo dan Satuan Polisi Pamong Praja Sultra. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.