Rabu, 22 Jul 2026 15:25 WIB

Waspadai Banjir Rob, BPBD Surabaya Imbau Nelayan Tidak Melaut

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 18 Mei 2022 18:14 WIB
Kepala BPBD Surabaya, Ridwan Mabarun.
Kepala BPBD Surabaya, Ridwan Mabarun.

selalu.id - Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya meminta para nelayan di kawasan pesisir untuk tidak melaut terlebih dahulu. Hal ini terkait peringatan banjir rob yang dikeluarkan oleh BMKG.

Kepala BPBD Surabaya, Ridwan Mabarun, menyampaikan, Banjir Rob selalu terjadi setiap bulan. Hal itu karena bulan purnama yang menyebabkan adanya grativitasi. Sehingga air pasang maksimal naik ke daratan.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

"Ada beberapa lokasi. ndak bisa membendung bajir rob. Jadi kami memantau terus dan sosialisasi untuk menghindari lokasi yang akan terjadi," kata Ridwan, Rabu (18/5/2022).

Ridwan menyampaikan, pihaknya akan terus memantau dan akan memonitor khusus. Apalagi, musim hujan yang dapat menyebabkan banjir di pesisir.

"Pemantauan aman karena tak hujan. Kalau sudah musim hujan yang tak aman, kami bikin pos pantau,"ujarnya.

Nantinya, lanjut Ridwan, akan disesuaikan dengan warga pesisir. Apalagi, apabila terjadi angin kencang, ia menghimbau nelayan tidak melaut.

Tak hanya itu, pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke lurah dan camat di kawasan yang dampak terkena banjir rob.

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

"Bahaya kalau rob. Lurah dan Camat diminta untuk dialihkan lalu lintas,"jelasnya.

Sebelumnya, Prakirawan BMKG Maritim Stasiun Tanjung Perak, Ady Hermanto, menyampaikan banjir rob kali ini lebih ini terasa dari biasanya.

Kata dia, selain adanya bulan purnama, saat ini posisi bulan hampir sejajar dengan matahari.

"Jadi posisinya bumi bulan dan matahari hampir sejajar, jadi gaya grafitasi bulan semakin kuat," ujar Ady, saat dikonfirmasi, Rabu (18/5/2022).

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

Kata dia, air pasang maksimum pada banjir rob kali ini terjadi setinggi 130-150 cm meter dari permukaan laut. Air laut juga meluber hingga kedaratan.

"Kalau di daratan bisa meluber sampai antara 20 sampai 30 cm itu dari permukaan laut," pungkasnya. (Ade/SL1)

Hindari beberapa titik lokasi potensi rawan :
- Jl. Kalimas Baru Kec. Pabean Cantian
- Jl. Greges - Kalianak Kec. Asemrowo
- JI. Sukolilo Baru Kec. Bulak
- Jl. Medokan Sawah Timur Kec. Gununganyar

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.

Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Ditetapkan Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Berdasarkan hasil penyidikan, sekitar Rp7 miliar dari total kerugian negara diduga digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka.

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.