Kamis, 22 Okt 2026 07:40 WIB

Waspadai Banjir Rob, BPBD Surabaya Imbau Nelayan Tidak Melaut

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 18 Mei 2022 18:14 WIB
Kepala BPBD Surabaya, Ridwan Mabarun.
Kepala BPBD Surabaya, Ridwan Mabarun.

selalu.id - Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya meminta para nelayan di kawasan pesisir untuk tidak melaut terlebih dahulu. Hal ini terkait peringatan banjir rob yang dikeluarkan oleh BMKG.

Kepala BPBD Surabaya, Ridwan Mabarun, menyampaikan, Banjir Rob selalu terjadi setiap bulan. Hal itu karena bulan purnama yang menyebabkan adanya grativitasi. Sehingga air pasang maksimal naik ke daratan.

Baca Juga: DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

"Ada beberapa lokasi. ndak bisa membendung bajir rob. Jadi kami memantau terus dan sosialisasi untuk menghindari lokasi yang akan terjadi," kata Ridwan, Rabu (18/5/2022).

Ridwan menyampaikan, pihaknya akan terus memantau dan akan memonitor khusus. Apalagi, musim hujan yang dapat menyebabkan banjir di pesisir.

"Pemantauan aman karena tak hujan. Kalau sudah musim hujan yang tak aman, kami bikin pos pantau,"ujarnya.

Nantinya, lanjut Ridwan, akan disesuaikan dengan warga pesisir. Apalagi, apabila terjadi angin kencang, ia menghimbau nelayan tidak melaut.

Tak hanya itu, pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke lurah dan camat di kawasan yang dampak terkena banjir rob.

Baca Juga: 45 Ribu Reklame di Surabaya, Ratusan Masih Bandel dan Nunggak Pajak

"Bahaya kalau rob. Lurah dan Camat diminta untuk dialihkan lalu lintas,"jelasnya.

Sebelumnya, Prakirawan BMKG Maritim Stasiun Tanjung Perak, Ady Hermanto, menyampaikan banjir rob kali ini lebih ini terasa dari biasanya.

Kata dia, selain adanya bulan purnama, saat ini posisi bulan hampir sejajar dengan matahari.

"Jadi posisinya bumi bulan dan matahari hampir sejajar, jadi gaya grafitasi bulan semakin kuat," ujar Ady, saat dikonfirmasi, Rabu (18/5/2022).

Baca Juga: Ayah Bacok Dua Anak Kandung di Surabaya Gegara Sengketa Harta

Kata dia, air pasang maksimum pada banjir rob kali ini terjadi setinggi 130-150 cm meter dari permukaan laut. Air laut juga meluber hingga kedaratan.

"Kalau di daratan bisa meluber sampai antara 20 sampai 30 cm itu dari permukaan laut," pungkasnya. (Ade/SL1)

Hindari beberapa titik lokasi potensi rawan :
- Jl. Kalimas Baru Kec. Pabean Cantian
- Jl. Greges - Kalianak Kec. Asemrowo
- JI. Sukolilo Baru Kec. Bulak
- Jl. Medokan Sawah Timur Kec. Gununganyar

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Langkah Pemkab Mojokerto ini diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi hingga musim hujan.

Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Irjen Dekananto memastikan Polisi Jogo Sekolah tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan memberi manfaat nyata bagi pendidikan di Jatim.

Sindikat Pengoplos LPG Subsidi Digulung Polres Pasuruan, 8 Orang Diamankan

Nilai penjualan ditaksir mencapai Rp300 juta dengan proyeksi keuntungan pihak B-P hingga Rp1 miliar, yang kini masih terus didalami penyidik.

Pemkab Sidoarjo Jemput Bola Layanan Usaha, Minta Perusahaan Rekrut 80% Pekerja Lokal

Pemkab Sidoarjo meminta dunia usaha memberikan prioritas kepada warga ber-KTP Sidoarjo dalam perekrutan tenaga kerja melalui layanan one desk stop service.

DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Praktik tersebut dinilai sangat merugikan dan menghambat masa depan siswa untuk melanjutkan studi maupun melangkah ke dunia kerja.

Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

Polda Jatim juga menyoroti bahwa simpul utama praktik ODOL berakar pada komitmen bisnis antara pemilik barang (shipper) dan pengusaha angkutan (transporter).