Kamis, 23 Jul 2026 01:18 WIB

Waspadai Banjir Rob, BPBD Surabaya Imbau Nelayan Tidak Melaut

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 18 Mei 2022 18:14 WIB
Kepala BPBD Surabaya, Ridwan Mabarun.
Kepala BPBD Surabaya, Ridwan Mabarun.

selalu.id - Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya meminta para nelayan di kawasan pesisir untuk tidak melaut terlebih dahulu. Hal ini terkait peringatan banjir rob yang dikeluarkan oleh BMKG.

Kepala BPBD Surabaya, Ridwan Mabarun, menyampaikan, Banjir Rob selalu terjadi setiap bulan. Hal itu karena bulan purnama yang menyebabkan adanya grativitasi. Sehingga air pasang maksimal naik ke daratan.

Baca Juga: Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

"Ada beberapa lokasi. ndak bisa membendung bajir rob. Jadi kami memantau terus dan sosialisasi untuk menghindari lokasi yang akan terjadi," kata Ridwan, Rabu (18/5/2022).

Ridwan menyampaikan, pihaknya akan terus memantau dan akan memonitor khusus. Apalagi, musim hujan yang dapat menyebabkan banjir di pesisir.

"Pemantauan aman karena tak hujan. Kalau sudah musim hujan yang tak aman, kami bikin pos pantau,"ujarnya.

Nantinya, lanjut Ridwan, akan disesuaikan dengan warga pesisir. Apalagi, apabila terjadi angin kencang, ia menghimbau nelayan tidak melaut.

Tak hanya itu, pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke lurah dan camat di kawasan yang dampak terkena banjir rob.

Baca Juga: 75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

"Bahaya kalau rob. Lurah dan Camat diminta untuk dialihkan lalu lintas,"jelasnya.

Sebelumnya, Prakirawan BMKG Maritim Stasiun Tanjung Perak, Ady Hermanto, menyampaikan banjir rob kali ini lebih ini terasa dari biasanya.

Kata dia, selain adanya bulan purnama, saat ini posisi bulan hampir sejajar dengan matahari.

"Jadi posisinya bumi bulan dan matahari hampir sejajar, jadi gaya grafitasi bulan semakin kuat," ujar Ady, saat dikonfirmasi, Rabu (18/5/2022).

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Kata dia, air pasang maksimum pada banjir rob kali ini terjadi setinggi 130-150 cm meter dari permukaan laut. Air laut juga meluber hingga kedaratan.

"Kalau di daratan bisa meluber sampai antara 20 sampai 30 cm itu dari permukaan laut," pungkasnya. (Ade/SL1)

Hindari beberapa titik lokasi potensi rawan :
- Jl. Kalimas Baru Kec. Pabean Cantian
- Jl. Greges - Kalianak Kec. Asemrowo
- JI. Sukolilo Baru Kec. Bulak
- Jl. Medokan Sawah Timur Kec. Gununganyar

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.