Jumat, 05 Jun 2026 09:00 WIB

Antisipasi Virus PMK, Pemerintah Berencana Terapkan Lockdown Desa dan Kecamatan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 10 Mei 2022 12:16 WIB
Menteri Pertanian, Syafrul Limpo bersama Gubernur Jawa Timur saat di Grahadi
Menteri Pertanian, Syafrul Limpo bersama Gubernur Jawa Timur saat di Grahadi

selalu.id - Menteri Pertanian (Mentan), Syafrul Yasin Limpo berencana akan menerapkan lockdown tingkat desa dan tingkat Kecamatan. Hal itu untuk mencegah penularan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan Sapi. Saat ini diketahui Wabah PMK tersebut melanda di 4 Kabupaten Jawa Timur dan 2 Kabupaten di Aceh.

"Kita lihat seperti apa level penyakit yang ada. Kalau tingkat desa, akan lockdown. Kalau kecamatan ya di lockdown juga. Karena mutasi lewat kontak langsung atau angin airborne yang bisa jatuh 3 km. Jadi harus disisihkan," kata Syafrul, Selasa (10/5/2022).

Baca Juga: Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Syafrul menyampaikan, saat ini pihaknya masih mengatasi wabah PMK tersebur dengan cara menyuntikkan obat-obatan kepada Sapi. Ia juga menyebut akan dibuat vaksin yang cocok untuk diberi kepada sapi. Vaksinnya pun akan dibuat sendiri.

"Vaksinnya kita buat sendiri aja seperti yang lalu ternyata cukup ampuh,"jelasnya.

Baca Juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menambahkan bahwa nantinya akan dilakukan isolasi berbasis kandang. Sehingga, gejalanya jangan sampai keluar kandang.

"Karantina basis kandang jadi yang sudah ada symptomatic. Teman-teman yang ikut ke lapangan yang disuntik kedua jarak 3 hari ternak itu sudah membaik,"kata Khofifah.

Baca Juga: 2 Jemaah Haji Probolinggo Masih Tertahan di Arab Saudi, Ini Identitas dan Penyebabnya

Khofifah berharap, dengan adanya penyuntikan masih di kandang yang bergejala bisa membaik. Ia menyebut untuk bergejala paling tidak tiga kali dilakukan penyuntikan.

"Sekarang sudah 2 kali rata-rata. Kita koordinasikan dengan Pak Mentan supaya ketersediaan obat-obatan analgesik antibiotik vitamin tercukupi,"terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.