Kamis, 22 Okt 2026 07:38 WIB

Antisipasi Virus PMK, Pemerintah Berencana Terapkan Lockdown Desa dan Kecamatan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 10 Mei 2022 12:16 WIB
Menteri Pertanian, Syafrul Limpo bersama Gubernur Jawa Timur saat di Grahadi
Menteri Pertanian, Syafrul Limpo bersama Gubernur Jawa Timur saat di Grahadi

selalu.id - Menteri Pertanian (Mentan), Syafrul Yasin Limpo berencana akan menerapkan lockdown tingkat desa dan tingkat Kecamatan. Hal itu untuk mencegah penularan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan Sapi. Saat ini diketahui Wabah PMK tersebut melanda di 4 Kabupaten Jawa Timur dan 2 Kabupaten di Aceh.

"Kita lihat seperti apa level penyakit yang ada. Kalau tingkat desa, akan lockdown. Kalau kecamatan ya di lockdown juga. Karena mutasi lewat kontak langsung atau angin airborne yang bisa jatuh 3 km. Jadi harus disisihkan," kata Syafrul, Selasa (10/5/2022).

Baca Juga: Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

Syafrul menyampaikan, saat ini pihaknya masih mengatasi wabah PMK tersebur dengan cara menyuntikkan obat-obatan kepada Sapi. Ia juga menyebut akan dibuat vaksin yang cocok untuk diberi kepada sapi. Vaksinnya pun akan dibuat sendiri.

"Vaksinnya kita buat sendiri aja seperti yang lalu ternyata cukup ampuh,"jelasnya.

Baca Juga: DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menambahkan bahwa nantinya akan dilakukan isolasi berbasis kandang. Sehingga, gejalanya jangan sampai keluar kandang.

"Karantina basis kandang jadi yang sudah ada symptomatic. Teman-teman yang ikut ke lapangan yang disuntik kedua jarak 3 hari ternak itu sudah membaik,"kata Khofifah.

Baca Juga: Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

Khofifah berharap, dengan adanya penyuntikan masih di kandang yang bergejala bisa membaik. Ia menyebut untuk bergejala paling tidak tiga kali dilakukan penyuntikan.

"Sekarang sudah 2 kali rata-rata. Kita koordinasikan dengan Pak Mentan supaya ketersediaan obat-obatan analgesik antibiotik vitamin tercukupi,"terangnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Antisipasi Kekeringan, Pemkab Mojokerto Salurkan 84 Tangki Air Bersih ke Trawas dan Ngoro

Langkah Pemkab Mojokerto ini diharapkan dapat meringankan beban warga selama musim kemarau dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi hingga musim hujan.

DPRD Surabaya Siapkan Public Hearing dalam Tatib Baru, Cegah Protes Perda Susulan

Langkah ini didorong pengalaman pembahasan Peraturan Daerah (Perda) tentang Hunian Layak yang menuai protes setelah aturan tersebut disahkan.

Sindikat Pengoplos LPG Subsidi Digulung Polres Pasuruan, 8 Orang Diamankan

Nilai penjualan ditaksir mencapai Rp300 juta dengan proyeksi keuntungan pihak B-P hingga Rp1 miliar, yang kini masih terus didalami penyidik.

Pemkab Sidoarjo Jemput Bola Layanan Usaha, Minta Perusahaan Rekrut 80% Pekerja Lokal

Pemkab Sidoarjo meminta dunia usaha memberikan prioritas kepada warga ber-KTP Sidoarjo dalam perekrutan tenaga kerja melalui layanan one desk stop service.

Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider

Bukan hanya mengganggu pemandangan, kabel yang sudah tidak digunakan juga dinilai tak semestinya dibiarkan menggantung begitu saja, harus ditertibkan.

Aksi Motoran Santri Sidoarjo Kampanyekan Tertib Lalu Lintas Sambut HSN 2026

Tak sekadar konvoi, Motoran Santri membawa pesan “Motor Santun”, yakni ajakan berkendara secara aman, tertib, dan bertanggung jawab.