Rabu, 22 Jul 2026 22:42 WIB

Kasus Hepatitis Misterius Mencuat, Dinkes Jatim: Tetap Tenang

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 05 Mei 2022 12:47 WIB
Virus Hepatitis
Virus Hepatitis

selalu.id - Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menyatakan resmi Kejadian Luar Biasa (KLB) kasus Hepatitis misterius yang tidak diketahui penyebabnya pada 15 April 2022 lalu, kini menjadi perhatian sebab laporan kasus di dunia bertambah.

Kepada Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Erwin Astha Triyono, mengatakan bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/2515/202.

Baca Juga: Perkuat Konsolidasi di Jawa Timur, Ali Mufthi Pastikan Golkar Hadir Melayani Rakyat

"SE tersebut tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis Of Unknown Aetiology) tertanggal 27 April 2022 lalu," kata Erwin, Kamis (6/4/2022).

"Untuk mencegah dan mengendalikan penularan hepatitis akut yang tidak diketahui penyebabnya di Jawa Timur, kami menghimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati namun tetap tenang," imbuhnya.

Erwin mengatakan, kewaspadaan tersebut meningkat setelah tiga pasien anak yang dirawat di RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo Jakarta, dengan dugaan Hepatitis Akut yang belum diketahui penyebabnya meninggal dunia.

"Dalam kurun waktu yang berbeda dengan rentang dua minggu terakhir hingga 30 April 2022,"jelasnya.

Baca Juga: DPRD Jatim Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Berikut Catatan Penting untuk Pemprov

Berdasarkan data d data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) Dinkes Jatim, tercatat total 114 kasus suspect jaundice (kuning) yang masih membutuhkan pemeriksaan apakah itu hepatitis atau bukan atau akut yang ditemukan dari 18 Kabupaten/Kota di Jatim.

"Jadi hingga saat ini masih belum ditemukan pasien positif hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya di Jawa Timur," jelas Erwin.

Erwin menambahkan, hasil data SKDR tersebut merupakan kasus suspect hepatitis akut yang dilaporkan dengan usia secara umum atau tidak spesifik ≤ 16 tahun.

Baca Juga: DPRD Jatim Desak Pemprov Perhatikan Kesejahteraan Perawat

Diketahui kasus Hepatitis Akut pada anak bertambah sejak 21 April 2022 yang tercatat 169 kasus yang ditemukan di 12 negara, yakni
Inggris 114 orang, Spanyol 13 orang, Israel 12 orang, Amerika Serikat 9 orang, Denmark 6 orang, Irlandia < 5 orang.

Kemudian, Belanda 4 orang, Italia 4 orang, Norwegia 2 orang, Perancis 2 orang, Romania 1 orang dan Belgia 1 orang dengan kisaran kasus terjadi pada anak usia 1 bulan sampai dengan 16 tahun.

Lalu, 17 anak atau sekitar 10 persen diantaranya memerlukan transplantasi hati, dan 1 kasus dilaporkan meninggal. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Program ini bertujuan memberikan perlindungan hukum bagi anak yatim piatu, anak terlantar, hingga anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.