Jumat, 30 Okt 2026 22:45 WIB

Bea Cukai RI Gagalkan Penyelundupan 353 Kg Emas ke Luar Negeri

Bea Cukai RI gagalkan penyeludupan emas ke luar negeri. (Dok. Bea Cukai RI).
Bea Cukai RI gagalkan penyeludupan emas ke luar negeri. (Dok. Bea Cukai RI).

selalu.id - Pemerintah terus memperketat pengawasan terhadap praktik ilegal yang merugikan penerimaan negara, khususnya pada komoditas sumber daya alam.

Melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan, sebanyak 353 kilogram emas ilegal berhasil diamankan dari upaya penyelundupan ke luar negeri.

Baca Juga: Top 5 Berita: Bea Cukai hingga Maling Kotak Amal di Nganjuk

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa sepanjang tahun ini, DJBC telah melakukan 94 kali penindakan di berbagai titik strategis, mulai dari pelabuhan hingga bandara internasional.

"Selama tahun ini telah menangkap 353 kilogram emas yang sedianya akan diselundupkan ke luar negeri dengan tidak memiliki dokumen. Ini ditangkap di pelabuhan, di bandara, dan seterusnya," ungkapnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Suahasil menegaskan, penindakan yang dilakukan petugas Bea Cukai merupakan langkah penegakan hukum nyata untuk menyelamatkan potensi penerimaan negara dari penggelapan komoditas bernilai tinggi.

"Melaksanakan APBN itu bukan hanya sekadar mengumpulkan penerimaan, tetapi juga yang lebih penting adalah penegakan hukum," tegasnya.

Baca Juga: Bea Cukai Probolinggo Ingatkan Warga Waspadai Rokok Ilegal dan Penipuan Siber

Salah satu kasus menonjol dalam penindakan tersebut adalah penyitaan 11,3 kilogram bubuk emas di Pelabuhan Feri Batam, dengan potensi kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp3,65 miliar.

Berdasarkan analisis intelijen DJBC, terdapat lima gerbang udara utama yang kerap dimanfaatkan para pelaku sebagai jalur penyelundupan, yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Kertajati, Bandara Internasional Yogyakarta, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, dan Bandara Juanda Sidoarjo.

Sebagian besar pelaku yang diamankan merupakan Warga Negara Asing (WNA), khususnya asal China dan India. Adapun negara tujuan pengiriman emas ilegal tersebut meliputi Dubai, Bangkok, Singapura, India, hingga Malaysia.

Baca Juga: Bea Cukai Probolinggo ajak Masyarakat Gempur Rokok Ilegal dan Waspadai Modus Penipuan

Teranyar, sepanjang periode awal Oktober hingga 26 Oktober, DJBC mencatat pengungkapan penyelundupan emas ilegal sebanyak 25,88 kilogram di beberapa bandara strategis nasional.

Nilai barang bukti yang berhasil diselamatkan dari penindakan kurun waktu tersebut ditaksir mencapai Rp61 miliar.

Pihak DJBC memastikan akan terus memperketat pengawasan lalu lintas barang di perbatasan nasional guna mencegah kebocoran ekspor komoditas penting yang berpotensi merugikan perekonomian negara.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Viral Poster Wanita Tanpa Busana Lagi Open BO-VCS di Mal Gresik

Poster tersebut memuat foto seorang wanita berinisial ZR tanpa mengenakan busana disertai tulisan bernada pencemaran nama baik.

Jaka Jatim Sebut Anwar Sadad Kebal Hukum dalam Kasus Korupsi Dana Hibah

Jaka Jatim membeberkan bahwa Anwar Sadad diduga kuat menerima aliran dana gratifikasi hingga mencapai Rp22,2 miliar. Sadad juga mangkir 3 kali dipanggil KPK.

Mengenal Aryasetya Kanaka, Wisudawan UC Surabaya Sukses Bawa Kopi Lokal ke Pasar Dunia

Hingga kini, sebanyak 8 kontainer kopi berhasil diberangkatkan ke mancanegara, 7 kontainer mendarat di Italia dan 1 kontainer ke Uni Emirat Arab (UEA).

Antisipasi Lonjakan Nataru dan Hasil Laut, TPK Merauke Siapkan Kapasitas CY dan Reefer Plug

Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran rantai logistik, mengantisipasi potensi pertumbuhan arus peti kemas.

Melihat dari Dekat Pasar Induk Surabaya: Fasilitas Lengkap, Bebas Biaya Sewa Lapak

Staf Administrasi PIS, Ajeng, mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada sekitar 200 pedagang yang aktif beroperasi penuh selama 24 jam.

Pelaku yang Loncat ke Sungai Usai Bacok Pemobil di Surabaya Belum Ditemukan

Saat ini, polisi tengah memeriksa sejumlah saksi mata di lokasi kejadian guna mendalami motif serta kronologi lengkap perselisihan berdarah tersebut.