Kisah Pengabdian Wabup Mimik Idayana Diabadikan dalam Karya Antologi MTsN 4 Sidoarjo
- Penulis : Ariyanto
- | Kamis, 29 Okt 2026 17:16 WIB
selalu.id - Budaya literasi di MTs Negeri 4 Sidoarjo melahirkan karya yang mengangkat kiprah perempuan dalam kepemimpinan daerah.
Sebanyak 30 penulis dari kalangan siswa, guru, dan wali murid merangkum kisah keteladanan serta jejak pengabdian Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, dalam buku antologi berjudul Perempuan yang Menginspirasi Sidoarjo.
Baca Juga: Pesan Khusus Bupati Subandi saat Kukuhkan Forum TJSLP Sidoarjo, Wajib Dikerjakan
Buku tersebut diluncurkan di MTsN 4 Sidoarjo dan dihadiri langsung oleh Mimik Idayana, Kamis (29/10/2026).
Karya ini tidak sekadar mengenalkan sosok pemimpin daerah kepada siswa, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran untuk mengembangkan gagasan, mengasah kemampuan menulis dan menumbuhkan keberanian berkarya sejak dini.
Dalam peluncuran buku tersebut, Mimik mengapresiasi keterlibatan guru, siswa, dan wali murid dalam mengembangkan budaya literasi.
Ia menilai kegiatan menulis memiliki peran lebih luas daripada sekadar menyusun kalimat karena dapat menjadi sarana berbagi pemikiran dan pengalaman.
“Menurut saya, menulis itu bukan sekadar merangkai kata, tetapi juga cara kita menyampaikan gagasan, membagikan pengalaman, dan menginspirasi banyak orang,” ujarnya.
Mimik berharap penerbitan antologi tersebut tidak berhenti pada kegiatan peluncuran, melainkan mendorong lahirnya lebih banyak penulis muda di Kabupaten Sidoarjo.
Menurutnya, kebiasaan membaca, keberanian menulis, kemampuan berkomunikasi, dan kreativitas perlu terus dikembangkan agar generasi muda mampu menghasilkan karya yang bermanfaat.
“Jangan takut mencoba. Jangan takut salah, karena tulisan kalian hari ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang di masa depan. Teruslah belajar, teruslah berkarya, dan jangan pernah berhenti menginspirasi,” tutur Mimik.
Pihaknya juga mengaitkan nilai kepemimpinan dengan tanggung jawab perempuan dalam kehidupan sehari-hari.
Perempuan menjalankan beragam peran, mulai dari mendampingi keluarga dan mengasuh anak hingga mengelola rumah tangga serta menopang perekonomian keluarga.
Pengalaman tersebut, memiliki keterkaitan dengan amanah sebagai Wakil Bupati Sidoarjo. Tanggung jawab kepemimpinan menuntut kesungguhan dalam bekerja, menjaga kepercayaan masyarakat, dan membangun komunikasi untuk menyelesaikan persoalan.
“Kalau ada masalah, bisa diselesaikan dengan duduk bersama dan komunikasi bersama-sama. Tidak perlu ribut,” jelas Mimik.
Baca Juga: Top 5 Berita: Proyek di Surabaya hingga DPRD Sidoarjo Cari Solusi Masalah Sound Horeg
Ia menegaskan, kepercayaan masyarakat harus dijaga melalui tanggung jawab dan kerja bersama. Dialog, menjadi salah satu cara untuk membangun sinergi ketika menghadapi persoalan di tengah masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, kata Mimik, mendukung peningkatan kualitas pendidikan, penguatan literasi, dan pengembangan potensi generasi muda.
Dukungan tersebut diharapkan membuka ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan serta menghasilkan karya yang memiliki nilai bagi masyarakat.
Sementara Kepala MTsN 4 Sidoarjo, Islakhah Wahyuni, mengatakan, pemilihan Mimik sebagai tokoh inspiratif berangkat dari pengamatan siswa terhadap perempuan yang menduduki posisi kepemimpinan.
Keberadaan kepala madrasah perempuan dan wakil bupati perempuan menjadi salah satu pemantik bagi siswa untuk mengangkat sosok yang dinilai dapat mendorong mereka merancang cita-cita.
“Saya pernah bertanya kepada anak-anak, mengapa mereka menulis buku tentang Ibu Mimik. Mereka menjawab karena kepala madrasahnya perempuan, wakil bupatinya juga perempuan, dan sekarang banyak perempuan yang menduduki jabatan penting. Mereka ingin kelak bisa menjadi seperti itu,” ungkap Islakhah.
Buku tersebut bukan biografi resmi Mimik Idayana. Setiap penulis mengembangkan sudut pandang masing-masing untuk mengangkat perjalanan, keteladanan, dan pengabdian tokoh yang mereka pilih.
Baca Juga: Momen Bupati Sidoarjo Subandi Beri Santunan BPJS Ketenagakerjaan pada Mendiang Kades Tropodo
“Ini bukan biografi. Buku ini merupakan kumpulan kisah, keteladanan, dan jejak pengabdian Ibu Mimik sebagai sosok perempuan yang menginspirasi Sidoarjo,” jelasnya.
Antologi itu melibatkan 26 siswa, tiga guru, dan satu wali murid. Para siswa berasal dari kelas VII, VIII, dan IX, dengan mayoritas penulis dari kelas VII dan VIII.
Proses penulisan berlangsung sekitar dua bulan melalui pendampingan guru pembina literasi, Puji, serta penyuntingan bersama guru Bahasa Indonesia, Agnestiana Handini.
Naskah para penulis pemula tersebut dikembangkan secara bertahap, mulai dari menggali ide, menyusun paragraf, memperbaiki bahasa, hingga menjalani proses penyuntingan.
Buku itu diperkirakan mencapai 130 hingga 150 halaman dengan pembahasan yang terbagi dalam aspek perjalanan, keteladanan, dan pengabdian Mimik.
Melalui penerbitan Perempuan yang Menginspirasi Sidoarjo, madrasah berharap budaya membaca dan menulis semakin tumbuh di kalangan siswa.
Kisah tokoh perempuan yang diangkat dalam buku itu menjadi bahan pembelajaran sekaligus ruang bagi generasi muda untuk mengenali nilai pengabdian, menyusun cita-cita, dan menuangkan gagasan dalam karya tulis.
Editor : Zein Muhammad